Ernest Prakasa Sebagai Komika, Aktor, Sutradara Hingga Produser 'AGAK LAEN'

Ernest Prakasa Sebagai Komika, Aktor, Sutradara Hingga Produser 'AGAK LAEN'
Ernest Prakasa (credit: KapanLagi.com)

Kapanlagi.com - Kesuksesan AGAK LAEN: MENYALA PANTIKU yang meraih dua juta penonton dalam waktu kurang dari seminggu pastinya juga jadi kesuksesan Ernest Prakasa, sosok di balik layar film tersebut yang duduk sebagai produser. Ernest Prakasa sendiri adalah seorang komedian, aktor, penulis, sutradara, dan produser film Indonesia. Namanya mulai dikenal luas setelah meraih posisi juara ketiga dalam ajang Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) musim pertama pada tahun 2011.

Sejak kesuksesan di panggung komedi tunggal tersebut, Ernest berhasil melebarkan kariernya ke berbagai bidang hiburan dari menjadi pembawa acara dan bintang film, hingga sutradara dan produser sukses yang karya-karyanya digemari penonton.

(Baca berita lain tentang Ernest Prakasa di Liputan6.com)

1. Awal Karier Sebelum Menjadi Komika

Ernest Prakasa (credit: KapanLagi.com)

Sebelum terjun ke dunia stand-up comedy, Ernest lebih dulu berkecimpung di industri musik dan penyiaran radio. Ia memulai karier sebagai pengarah musik di sebuah stasiun radio di Bandung pada tahun 2001. Kariernya berlanjut sebagai karyawan di industri rekaman: Ernest sempat menjabat asisten manajer di Sony BMG Indonesia (2005 sampai 2008), kemudian menjadi manajer pemasaran di label musik Dr. M dari tahun 2008 hingga 2011.

(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)

2. Mencuat Lewat Stand Up Comedy Indonesia (SUCI)

Ernest Prakasa (credit: KapanLagi.com)

Pada tahun 2011, Ernest mengikuti audisi Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) yang digelar Kompas TV. Berkat gaya komedinya yang segar, ia lolos sebagai salah satu dari 13 finalis nasional. Penampilannya konsisten hingga berhasil meraih peringkat ketiga di grand final SUCI musim pertama tersebut.

Kesuksesan di kompetisi inilah yang melambungkan nama Ernest Prakasa secara nasional sebagai komika. Bersama komedian senior seperti Raditya Dika dan Pandji Pragiwaksono, Ernest kemudian ikut mendirikan komunitas Stand Up Indo, komunitas stand-up comedy pertama di Indonesia, dan ia didapuk sebagai ketua pertama hingga tahun 2013.

3. Aktivitas Setelah SUCI: MC, Aktor, dan Penulis

Ernest Prakasa (credit: KapanLagi.com)

Pasca SUCI, Ernest semakin aktif mengembangkan karier di berbagai lini hiburan. Ia tercatat sebagai pelawak tunggal Indonesia pertama yang menggelar tur stand-up comedy secara nasional. Pada 2012, Ernest melakukan tur keliling 11 kota bertajuk 'Merem Melek' yang ditutup dengan pertunjukan di Gedung Kesenian Jakarta. Tur-tur berikutnya seperti 'Illucinati' (2013) dan 'Happinest' (2015) juga mendapat sambutan hangat, meneguhkan posisinya sebagai komika terdepan.

Di luar panggung stand-up, Ernest kerap muncul sebagai MC (pembawa acara) untuk berbagai event dan program televisi. Ia juga merambah dunia seni peran dengan tampil sebagai aktor di sejumlah film layar lebar populer. Contohnya, ia berakting dalam film komedi COMIC 8, CJR THE MOVIE, dan lainnya. Di sela kesibukannya, Ernest produktif menulis buku-buku humor. Tiga buku memoar komedinya yang berjudul Ngenest - Ngetawain Hidup ala Ernest (terbit tahun 2013 sampai 2015) laris manis di pasaran dan mendapat apresiasi pembaca.

4. Jadi Sutradara dan Prestasi Filmnya

Ernest Prakasa (credit: KapanLagi.com)

Tahun 2015 menandai babak baru karier Ernest sebagai sutradara film. Debutnya dimulai dengan film semi-autobiografi NGENEST (2015), di mana ia bertindak sebagai sutradara sekaligus penulis skenario. Film perdana yang diangkat dari kisah hidupnya ini membuka jalan bagi karya-karya film Ernest selanjutnya. Setahun berselang, ia merilis film komedi keluarga CEK TOKO SEBELAH (2016) yang mendapat sambutan luar biasa.

Selain sukses secara komersial dengan jutaan penonton, CEK TOKO SEBELAH juga menuai pujian kritikus dan meraih penghargaan Skenario Asli Terbaik di ajang Festival Film Indonesia 2017. Prestasi tersebut mengukuhkan Ernest Prakasa sebagai salah satu penulis-sutradara berbakat di industri film Indonesia.

Ernest terus melanjutkan tren positif dengan menyutradarai film drama komedi SUSAH SINYAL (2017) dan film spin-off romansa MILLY & MAMET: INI BUKAN KISAH CINTA & RANGGA (2018). Pada 2019, ia menghadirkan IMPERFECT: KARIER, CINTA & TIMBANGAN, sebuah film drama-komedi bertema body-positivity yang ditulis bersama istrinya, Meira Anastasia.

IMPERFECT tidak hanya sukses secara komersial, tetapi juga menuai banyak penghargaan. Film ini masuk nominasi Film Terbaik pada Festival Film Indonesia 2020, dan Ernest bersama Meira berhasil memenangkan Piala Citra untuk Skenario Adaptasi Terbaik berkat film tersebut.

Setelah itu, Ernest mencoba genre thriller misteri lewat film TEKA-TEKI TIKA (2021), dan kembali ke genre komedi keluarga melalui sekuel CEK TOKO SEBELAH 2 yang rilis pada akhir 2022. Keberagaman genre dalam film-film arahannya menunjukkan fleksibilitas Ernest sebagai sutradara yang mampu menangani tema komedi maupun drama dengan baik.

5. Produser dan Berdirinya Rumah Produksi Imajinari

Ernest Prakasa (credit: KapanLagi.com)

Selain berkreasi di depan layar dan kursi sutradara, Ernest juga meniti karier di balik layar sebagai produser film. Hingga tahun 2022, ia rutin bekerjasama dengan rumah produksi Starvision Plus untuk film-filmnya. Namun, memasuki 2022 Ernest mengambil langkah besar dengan mendirikan rumah produksi sendiri bernama Imajinari bersama sang manajer, Dipa Andika. Imajinari berada di bawah naungan perusahaan manajemen komedi Hahaha Corp miliknya, dengan visi menghadirkan film-film Indonesia berkualitas yang mengedepankan kekuatan cerita orisinal.

Debut Imajinari langsung membuahkan hasil gemilang. NGERI NGERI SEDAP (2022), film perdana produksi Imajinari yang disutradarai Bene Dion, sukses meraup 2,8 juta penonton dan menjadi salah satu film Indonesia terlaris pada tahun tersebut. Film drama keluarga bernuansa budaya Batak ini membuktikan kemampuan Ernest sebagai produser dalam menangkap selera penonton lokal.

Pada 2023, Imajinari merilis film drama hitam-putih JATUH CINTA SEPERTI DI FILM-FILM garapan sutradara Yandy Laurens. Secara jumlah penonton, film romantis ini tidak sesukses NGERI NGERI SEDAP, namun meraih pencapaian prestisius di ajang festival. JATUH CINTA SEPERTI DI FILM-FILM memenangkan 7 Piala Citra di Festival Film Indonesia 2024 (termasuk kategori Film Terbaik), terbanyak di tahun itu.

Puncak kesuksesan Imajinari datang pada awal 2024 lewat film AGAK LAEN. Film bergenre horor komedi yang diproduseri Ernest ini diadaptasi dari siniar (podcast) komedi populer. AGAK LAEN mencetak rekor dengan ditonton lebih dari 9,1 juta orang di bioskop menjadikannya film komedi Indonesia terlaris sepanjang masa. Bahkan, film ini sempat menduduki peringkat film Indonesia terlaris kedua sepanjang sejarah perfilman nasional. Atas prestasi tersebut, Agak Laen diganjar Piala Antemas sebagai film terlaris tahun 2024 pada malam penganugerahan FFI 2024.

6. Film Terbaru: LUPA DARATAN, Tayang di Netflix

Ernest Prakasa (credit: KapanLagi.com)

Memasuki akhir tahun 2025, Ernest kembali dengan karya film terbaru berjudul LUPA DARATAN. Berbeda dari film-film sebelumnya yang tayang di bioskop, LUPA DARATAN merupakan film orisinal Netflix dan menjadi proyek pertama Ernest yang dirilis eksklusif di platform streaming tersebut. Film bergenre drama komedi satir ini dijadwalkan tayang mulai 11 Desember 2025 di Netflix secara global.

Ernest menggandeng aktor papan atas Vino G. Bastian sebagai pemeran utama dalam kisah yang disebut-sebut menyingkap sisi lain kehidupan seorang selebritas ternama. Kehadiran LUPA DARATAN di Netflix menandai langkah Ernest merambah pasar audiens yang lebih luas melalui layanan streaming internasional.

7. Proyek Film Imajinari Tahun 2026

Ernest Prakasa (credit: KapanLagi.com)

Menatap tahun 2026, Ernest melalui bendera Imajinari telah menyiapkan deretan proyek film baru yang sudah diumumkan. Tiga film yang dijadwalkan rilis pada tahun 2026 antara lain:

OPERASI PESTA PORA
Sebuah film aksi komedi garapan sutradara Edhy Khemod yang menampilkan aktor muda Iqbaal Ramadhan sebagai pemimpin komplotan pencopet di tengah keramaian konser. Imajinari bahkan telah merilis teaser Operasi Pesta Pora berdurasi 45 detik pada September 2025 sebagai pemanasan sebelum film ini tayang di tahun 2026.

PULANG KAMPUNG
ilm musikal bernuansa budaya Batak yang akan disutradarai oleh komedian sekaligus sutradara Bene Dion. Proyek ini akan menjadi film keempat karya Bene Dion (setelah GHOST WRITER, NGERI-NGERI SEDAP, dan GANJIL GENAP). PULANG KAMPUNG mengusung tema kekeluargaan dengan kearifan lokal Batak, namun detail alur cerita maupun daftar pemainnya belum diungkap ke publik.

BANDITS OF BATAVIA
Film laga yang menandai kembalinya Ernest Prakasa ke kursi sutradara. Ide cerita Bandits of Batavia telah digagas sejak ajang JAFF (Jogja-NETPAC Asian Film Festival) tahun 2024 oleh kreator Bryan Valenza, dan kini Ernest siap mengembangkannya menjadi film layar lebar. Proyek ini digadang-gadang menjadi salah satu film ambisius Ernest di tahun 2026, di mana ia akan mengeksplorasi genre aksi dengan sentuhan gayanya sendiri.

Ketiga proyek film di atas menunjukkan niat Ernest Prakasa untuk terus berinovasi dalam industri layar lebar. Dengan rekam jejak kesuksesan yang telah ia raih, tidak heran jika banyak yang penasaran dengan sepak terjang Ernest Prakasa berikutnya.

(Lama tak terdengar kabarnya, komedian senior Diding Boneng dilarikan ke Rumah Sakit.)

Rekomendasi
Trending