Fadly Padi Tolak Berpolitik

Fadly Padi Tolak Berpolitik Fadly Padi

Kapanlagi.com - Andi Fadly Arifuddin atau yang lebih akrab dikenal sebagai Fadly Padi mengaku tidak tertarik untuk terjun ke politik. Dia mengaku lebih mencintai dunia tarik suara, yang telah membesarkan namanya selama ini."Saya tidak tertarik untuk bergabung ke partai politik manapun, saya sangat mencintai profesi saya sebagai musisi dan ingin menjadi seniman sampai saya tua nanti," kata Fadly saat jumpa pers Konser Shalawat untuk Negeri, di Jakarta, Kamis (16/02/2012).Meski begitu, pria kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan 36 tahun yang lalu tersebut mengatakan, tidak akan menolak ajakan partai politik (parpol) untuk berkampanye tentang kebaikan."Sebagai musisi, saya merasa sebagai salah satu elemen penting dalam bangsa ini karena sebagai musisi, kami bisa menjadi jembatan penghubung untuk menyampaikan pesan politik kepada khalayak, terutama kaum muda" kata dia.Fadly juga mengatakan, sekarang menikmati lagu-lagu bernuansa Islami karena merasa tertarik dengan pesan di dalamnya. Sudah hampir dua tahun terakhir, dia sering menyanyi lagu bernuansa Islami. "Lagu-lagu Islami pesannya jelas, saya menyanyikannya, saya dapat merasakan energi untuk berbuat lebih baik," katanya.Sementara menanggapi segera bebasnya drummer Padi, Yoyo yang kini masih menjalani hukuman karena kasus narkoba, , Fadli menyatakan, dirinya merindukan kembali bernyanyi dengan grup band "Padi" yang telah satu tahun vakum."Saya berharap kami bisa bermain satu panggung lagi, karena rasanya akan berbeda kalau bermain bersama teman seperjuangan selama 15 tahun bersama," kata dia.Meski begitu, Fadly menolak anggapan bahwa menyanyikan lagu rohani memiliki beban moral yang lebih berat. Pada dasarnya, menurutnya, beban menyanyikan lagu biasa dan rohani sama saja."Yang disoroti masyarakat bukan gaya atau cara berpakaian seseorang saat menyanyi, tapi apa yang menjadi kebiasaan sehari-hari," katanya. 

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(antara/dar)

Rekomendasi
Trending