FOTO: Ayah Marshanda Nyantri di Pesantren Bahrul Maghfiroh Malang

Senin, 23 Januari 2017 15:58 Penulis: Mahardi Eka
FOTO: Ayah Marshanda Nyantri di Pesantren Bahrul Maghfiroh Malang Dokumentasi Kementerian Sosial/KapanLagi.com®

Kapanlagi.com - Sepuluh bulan lalu publik dikejutkan dengan berita bahwa ayah Marshanda, Irwan Yusuf, ditemukan mengemis di jalan Bangka, Jakarta Selatan. Saat ditemukan oleh petugas Dinas Sosial, 24 Maret 2016, kondisi Irwan memprihatikan. Bajunya lusuh dan kotor, dan kondisi badannya tidak terawat.

Marshanda langsung menemui ayahnya dan memberi keterangan kepada para wartawan. Selepas itu, Marshanda dikabarkan membelikan rumah untuk tempat tinggal ayahnya. Marshanda bahkan sempat memamerkan keakrabannya dengan sang ayah yang terlihat lebih baik, dalam sebuah foto yang diunggah di media sosial.

Marshanda memberi keterangan tentang ayahnya yang ditemukan mengemis.Marshanda memberi keterangan tentang ayahnya yang ditemukan mengemis.

Namun, Irwan nyatanya tidak tinggal di tempat yang disediakan keluarga seperti yang pernah diungkap Marshanda. Irwan diketahui berada di Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh, Jalan Joyo Agung, Kota Malang, Jawa Timur. Keberadaan Irwan diketahui setelah pimpinan Pesantren KH Lukman Al Karim atau Gus Lukman memperkenalkanya, Minggu (22/1) malam. 

"Ini Pak Irwan ayahnya Marshanda, sudah 8 bulan di sini," kata Gus Lukman. Irwan terlihat mengenakan sarung, kopiah, dan sweater warna gelap. Wajahnya tampak sumringah.

Ayah Marshanda berfoto bersama Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa.Ayah Marshanda berfoto bersama Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa.

Ayah Marshanda membaur dengan penghuni pesantren lainnya.Ayah Marshanda membaur dengan penghuni pesantren lainnya.

Irwan mengaku datang ke Ponpes Bahrul dibawa keluarganya tapi tanpa disertai Marshanda. Saat Irwan ditanya apakah Marshanda pernah datang menengok, Irwan menjawab, "tidak pernah."

Meski tak datang menjenguk, namun Irwan mengungkapkan putrinya yang berprofesi sebagai artis itu pernah menelpon dan menanyakan kabarnya. "Pernah telpon, tanya papa apa kabar," ujar Irwan.

Gus Lukman mengungkapkan, Irwan dibawa ke pesantren untuk menjalani pengobatan sekaligus menimba ilmu agama. Disebutkannya, tingkah Irwan yang dulu kerap mendatangi kuburan dan tidak mengurus dirinya, dipengaruhi oleh 'ilmu' yang dipelajarinya. Kondisinya ini membuat pengurus Pesantren Bahrul Maghfiroh memberikan pendampingan 24 jam.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa yang berkunjung untuk melihat keadaan Irwan dan juga tiga penghuni istimewa lainnya, tiga saudara almarhumah Yuyun, yang adalah korban kekerasan seksual di Bengkulu. Khofifah lah yang mengirim Irwan ke Pesantren yang satu ini. 

Irwan dikirim ke pesantren tak lama setelah terjaring petugas Dinsos DKI saat mengemis di Jalan Bangka Jakarta Selatan. Di tempat ini, Irwan menjalani pengobatan sekaligus menimba ilmu agama.

(kpl/prl/dka)

Editor:

Mahardi Eka


REKOMENDASI
TRENDING