SELEBRITI

Herjunot Ali Bicara Tentang Fenomena Haters Yang Suka Asal Jeplak

Rabu, 12 September 2018 21:35 Penulis: Guntur Merdekawan

Herjunot Ali / Credit: KapanLagi - Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Herjunot Ali saat ini tengah menekuni dunia baru sebagai seorang musisi. Belum lama ini, bintang film 5CM ini merilis single debutnya yang bertajuk W. Namun selain dunia tarik suara, Junot, begitu Ia akrab disapa juga sangat menggemari dunia fotografi.

Tak jarang Junot membagikan foto-foto hasil jepretannya lewat akun media sosial. Dan pada postingannya yang terbaru, kekasih Tatjana Saphira ini sekaligus 'curhat' panjang lebar mengenai seni dari 'mendengar'.

"The Art of Listening. Foto ini saya ambil saat saya sedang cari bubur khas Copenhagen di GRĂ˜D. Waktu itu, saya pernah bilang sama temen-temen kalo 'People Watching' adalah terapi yang paling 'menyembuhkan' buat saya. Entah kenapa, lelah pikiran ini seolah-olah berangsur pulih saat saya sedang melihat secara intens hubungan yang terjadi antara manusia dan manusia, terutama saat mereka sedang bicara. Bukannya kemudian saya jadi kepo, tapi emang saya seneng banget liatin orang kalau lagi ngobrol. Apalagi kalo saya ngerti apa yang sedang dibicarakan," tulis Junot pada caption foto postingannya.




1. Bicara Tentang Ego Manusia

Tak berhenti sampai situ saja, pembahasan Junot jadi lebih mendalam. Ia bahkan membahas tentang fenomenta haters dan juga ego manusia yang kebanyakan hanya ingin dipahami tanpa mau memahami orang lain.

"Ada sebuah Podcast yang saya denger dari Dylan Marron, di mana si pembuat Podcast mengundang haters-hatersnya untuk jadi pembicara tamu di Podcastnya. Banyak sekali hal menarik dan lucu yang terjadi di sana. Namun saya belajar satu hal. Ketika kedua orang bicara dengan perasaan terbuka dan mau saling memahami. Ternyata membenci bukan berarti kita tidak bisa untuk saling menghormati, namun ya terkadang dalam sebuah komunikasi, ego kita sebagai manusia hanya memilih untuk dipahami tanpa mau memahami," sambungnya.

2. Sindir Seorang Teman

Lebih jauh, Junot bercerita mengenai salah satu temannya yang mendengar orang lain hanya untuk sekedar memberikan jawaban balik. Bagi Junot, banyak tipe orang seperti ini yang hidupnya stuck di satu titik saja.

"Saya mau cerita sedikit tentang temen saya yang kemampuan bicaranya lebih hebat daripada kemampuan mendengarnya. Dalam setiap pembicaraan saya bisa 'lihat', ketika orang lain lagi bicara, dia cuma nunggu waktu untuk kapan dia menjawab. Kadang jawabannya juga nggak ada nyambung-nyambungnya dan ga make sense sama sekali. Orang-orang kayak gitu selalu berpikir diri mereka yang paling heba dan suka mandang rendah orang lain. Dan karena saking 'hebatnya', hidupnya nggak ada yang signifikan (di situ-situ aja), karena sulit sekali buat dia untuk nerima sesuatu yang beda," tulis Junot lagi.

3. Para Pembenci Yang Asal Njeplak

Tak bisa dipungkiri jika fenomena haters di Indonesia saat ini semakin menjadi-jadi. Tanpa mau tahu apa yang sebenarnya terjadi, banyak netizen yang sekedar melontarkan jawaban dengan nada kasar tanpa pikir panjang. Junot pun sedikit membahas masalah ini pada curhatannya.

"Dalam berkomunikasi dan bersosialisasi, banyak di antara kita yang mendengar hanya untuk menunggu kapan untuk menjawab. Dan hanya sedikit dari kita yang mendengar untuk bisa saling mengerti dan memahami. Kalo aja banyak di antara kita yang kemampuan mendengarnya, lebih baik dari kemampuan asal jeblaknya, maka sedikit banyak, paling nggak akan ngebantu kita untuk tidak mudah membenci sesuatu yang tidak kita mengerti. Jadi kalau kamu ngerasa hidup kamu penuh dengan hal-hal negatif dan merasa sulit untuk berkembang. Kamu bisa tanya ke diri kamu sendiri.. Selama ini kamu mendengar untuk menjawab atau kamu mendengar untuk mengerti?" pungkasnya.


REKOMENDASI
TRENDING