Ibu Jadi Saksi Sidang Perceraian, Kirana Larasati Terbawa Emosi

Sabtu, 15 Juli 2017 15:42 Penulis: Cinthya Septavy
Ibu Jadi Saksi Sidang Perceraian, Kirana Larasati Terbawa Emosi Kirana Larasati © KapanLagi.com®/Budy Santoso

Kapanlagi.com - Aktris cantik Kirana Larasati tak bisa menutupi perasaannya saat menghadiri sidang perceraiannya beberapa waktu lalu. Pasalnya, keterangan sang ibu yang didapuk menjadi saksi di persidangan membuatnya sedih. Menurut kuasa hukum Kirana, hal ini lantaran kondisi fisik kliennya kala itu kurang baik dan terbawa emosi, seperti penuturannya berikut:

"Sudah mulai tidak ada kecocokan sejak kelahiran anaknya. Orang ketiga enggak ada. Setelah menikah mungkin ada perubahan. KDRT enggak. Nafkah relatif, tapi masih berikan. Perbedaan prinsip. Sepengetahuan saya soal prinsip, misalnya mbak Kirana mau di sini, dia enggak mau. Anak sama Kirana. Jadi putusannya itu pertama pengabulan gugatan cerai secara verstek, kedua menjatuhkan talak satu dari tergugat kepada penggugat, kemudian menjatuhkan hak asuh anak kepada penggugat, lalu membebankan kepada tergugat untuk memberikan nafkah tiap bulan kepada anak," ujar Pengacara Kirana Larasati, Nendi Haryadi, usai sidang di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Kamis (13/7).   

"Karena kondisi Kirana kurang fit dan mungkin karena terbawa emosi keterangan ibunya yang jadi saksi jadi ya sedihlah. Sedih aja. Karena yang memberikan keterangan itu ibunya jadi dia sedih. Mbak Kirana keliatan sedih aja kebawa emosi karena ibunya sedih. Bahwa mereka ada masalah sudah sejak kelahiran anak. Ada perbedaan visi yang tajam sampai akhirnya Kirana Oktober pulang ke Jakarta dari Bandung sampai sekarang tidak bersatu lagi. Dan sudah ada upaya mendamaikan, menasehati dan menegur dan sudah ada pembicaraan kedua keluarga dan menyerahkan ke mereka berdua selesaikan permasalahan rumah tangga," ungkap Nendi.

Terus cekcok, Kirana Larasati sudah pisah rumah sejak Oktober 2016 © KapanLagi.com®/Budy SantosoTerus cekcok, Kirana Larasati sudah pisah rumah sejak Oktober 2016 © KapanLagi.com®/Budy Santoso


Menurut kesaksian sang ibu, penyebab perceraian yang paling utama yakni adanya perbedaan prinsip dan perubahan sikap Tama Gandjar yang berujung pada percekcokan secara terus menerus. Bahkan upaya mendamaikan yang dilakukan pihak keluarga pun menemui jalan buntu. Kirana pun memutuskan pisah rumah pada Oktober 2016 yang lalu.

"Sejak usia anak 3 bulan. Sebenarnya enggak memikirkan cerai cuma mungkin karena sudah tidak kuat menjalani kehidupan berbeda visi misi ya, 3 bulan usia anak dia mulai cekcoknya membesar. Sampai akhirnya ketika usia anak 4 bulan atau Oktober 2016, Kirana pulang ke rumah orangtuanya. Sejak Oktober 2016 sampai sekarang pisah rumah, dan selama pisah mas Tama hanya sekali ke rumah Kirana temui anaknya. Tapi kalau ketemu di tempat lain sudah sering. Begitu juga Kirana enggak pernah lagi ke Bandung," lanjutnya.

Perasaan mbak Kirana dia menginginkan sosok suami yang bisa jadi imam dan punya visi misi sama tapi belakangan ini itu sudah tidak dia dapati, itu setelah anak tiga bulan. (Nafkah) Masih tapi besarannya relatif. Mungkin dari versi suaminya cukup tapi bisa saja menurut versi Kirana tidak cukup. Enggak juga tapi keadaan faktanya begitu. Kurang atau tidak kurang itu relatif, tapi sampai sekarang Tama tetap memberikan nafkah," tandasnya.

(kpl/aal/cvn)

Reporter:

Sahal Fadhli


REKOMENDASI
TRENDING