Jawara AFI 1, Veri Jadi Pedagang Tomyam

Jum'at, 14 Maret 2014 09:11 Penulis: Dewi Ratna
Jawara AFI 1, Veri Jadi Pedagang Tomyam Feri AFI @ KapanLagi.com®/Budy Santoso
Kapanlagi.com - Masih ingat dengan pencarian bakat Akademi Fantasi Indonesia (AFI) yang hadir di salah satu stasiun televisi? Ya, ajang yang pertama digelar di Indonesia pada tahun 2003 itu disebut sebagai ajang pencarian bakat pertama di milenium baru yang fenomenal.

Banyak penyanyi-penyanyi baru dan berbakat bermunculan dari ajang itu. Salah satunya adalah Veri Afandi atau Veri AFI yang menjadi juara di AFI 1. Lama tak terdengar kabar, Veri berbagi cerita dengan KapanLagi.com® beberapa waktu lalu di kantor redaksi kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

Kini, Veri lebih memilih untuk bekerja di sebuah TV shopping ternama. Mulai 17 Maret 2014, Veri akan disibukan dengan kegiatannya sebagai supervisor sekaligus presenter di TV shopping.

"Baru banget sih ya. Aku masuk ke satu kantor TV shop gitu. Aku merasa aku mampu untuk itu," ujarnya singkat.

Beruntung bagi Veri, selama setahun berada di karantina AFI, ilmu-ilmu seperti public speaking membuatnya makin percaya diri dengan pekerjaan barunya ini.

"Ilmu-ilmu aku di AFI 1 sangat membantu. Ya misalnya seperti public speaking yang aku pelajari pas karantina," lanjutnya.

Sebelumnya, pria kelahiran 7 Januari 1983 itu juga terjun ke bisnis kuliner. Ia membuka sebuah rumah makan atau yang disebutnya warung kecil-kecilan bernama Yumie 71 di sebuah ruko kawasan Ciledug. Berbagai makanan seperti mie goreng, nasi goreng, bakmi Jawa, hingga tomyam, menjadi menu andalan di warung yang ia rintis bersama manajernya, Ika.

Feri AFI @ KapanLagi.com®/Bdy SantosoFeri AFI @ KapanLagi.com®/Bdy Santoso

"Macam-macam sih ada nasi goreng jawa itu resep dari manajerku. Kalau dari aku sendiri ada mie goreng, mie kuah, yang paling best seller sih mi tomyam kuah. Terus ada sandwich, roti bakar ada scrumbel egg. Rencana sih mau nambah menu lagi," terangnya.

Diakuinya, bisnis kuliner yang ia jalankan sejak bulan November 2013 itu adalah cita-citanya dari dulu. Namun sayang, warungnya kini harus tutup untuk sementara. Ia ingin mencari tempat baru yang nantinya lebih bisa menarik minat pecinta makanan untuk berkunjung ke warungnya.

Namun, Veri menganggap bisnisnya itu dan pilihan untuk bekerja di tv shopping bukanlah untuk peralihan dari seorang penyanyi karena banyak pesaing yang bermunculan. Ia masih mengambil job bernyanyi di waktu senggangnya.

"Kalau aku bilang sih bukan pelarian. Emang dari dulu pengen berbisnis. Ya sebenernya di dunia entertainment aku ga stop juga. Nyanyi masih jalan, syuting juga masih jalan. Cuma mungkin ga sesering dulu gitu yah," terangnya.

Ia mengaku sempat mendapat banyak tawaran untuk bernyanyi. Tapi, tawaran tersebut tidak bisa diterimanya. Jiwa seniman yang mengalir di darahnya, tak serta-merta membuat dirinya asal-asalan untuk memilih tawaran bernyanyi.

"Sempet ada beberapa tawaran yang mengharuskan aku beralih ke sesuatu yang bukan aku banget. Buat aku sendiri sebagai seorang seniman aku punya idealisme. Aku punya identitas dan aku ga mau berganti identitas."

Kini, Veri sedang menyiapkan banyak hal untuk mengembangkan dirinya. Sambil mencari tempat untuk membuka lagi warung kecilnya, pekerjaan barunya sebagai supervisor dan presenter di tv shopping sedang menjadi fokusnya saat ini.

(kpl/pur/dew)

Reporter:

Mathias Purwanto


REKOMENDASI
TRENDING