Jay Subiyakto :Akan Tolak Bikin Program Setan-Setanan

Kapanlagi.com - Bagi sutradara video klip kondang Jay Subiyakto, profesinya sebagai seniman mesti dilengkapi dengan jiwa idealisme. Makanya tak aneh bila kemudian, Jay menjadi sosok sutradara yang terkesan sangat pilah-pilih dalam menggarap video klip penyanyi.

"Saya akan menolak membuat video klip buat penyanyi yang nggak bisa nyanyi. Saya memang agak susah untuk jadi terlalu komersial, seperti membuat program televisi berating tinggi ala setan-setanan yang sekarang ini sedang naik daun," tegas suami dari model dan bintang sinetron Elvara Djandini ini.

Dunia seni memang dirasakannya tak bisa lepas dari unsur komersial. Inilah tantangan besar bagi Jay karena idealismenya seorang seniman tidak boleh terlalu memikirkan unsur komersil selain eksplorasi seninya semata.

Produser Eksekutif RCTI ini memang dikenal sebagai sosok yang turut mempelopori lahirnya fashion photography dan video klip musik. Ia juga tercatat sukses memproduseri sejumlah pertunjukkan seni, karya foto kontemporer, fashion show dan masih banyak lagi.

Meskipun sejumlah penghargaan dan prestasi telah diraihnya, namun Jay masih tetap terus ingin lebih berkembang lagi. Ia berharap suatu saat akan bisa membuat sebuah film layar lebar. "Tapi film berjenis lain yang merupakan pemikiran baru yang bercerita secara visual meskipun mungkin film saya ini susah masuk cineplex 21," ungkap Jay yang merasa bangga saat diundang untuk membuat tarian Sanghyang di London 4 tahun lalu.

Sebagai seniman, Jay sangat mengidolakan sosok Bung Hatta yang tak lain adalah pamannya sendiri. Ia sempat bermimpi suatu saat kelak membangun sebuah gedung seni pertunjukan yang baik dari semua sisi untuk memajukan kesenian di Indonesia. Maklumlah, satu-satunya Gedung Kesenian di Pasar Baru yang memenuhi syarat saat ini hanya satu di Jakarta, merupakan peninggalan dari zaman Belanda.

Hal yang sama juga sempat diminta Tantowi Yahya kepada Presiden Megawati beberapa bulan lalu. Alasan Tantowi saat itu karena Gedung Kesenian Jakarta belum bisa menampung aspirasi berkesenian dari orang-orang seni Indonesia yang kian bertambah banyak. Mengenai berapa jumlah gedung kesenian yang bakal dibangun, Tantowi menyarankan sebaiknya empat buah lagi. Pemerintah yang telah memajaki masyarakat dan pengusaha yang tak sedikit jumlahnya pasti mampu membangunnya. Lalu, siapa yang akan lebih dulu membangun gedung seni baru? Pemerintahan baru atau malah Jay yang masih dalam tahapan 'bermimpi'? Yang jelas nampaknya yang lebih cepat terwujud dari impian Jay adalah … menyutradarai sebuah film bioskop!

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(dst/erl)

Rekomendasi
Trending