Kehilangan Sandal Saat Umrah, Hedi Yunus Anggap Berkah

Selasa, 30 Januari 2018 15:15 Penulis: Tyssa Madelina
Kehilangan Sandal Saat Umrah, Hedi Yunus Anggap Berkah Hedi Yunus © KapanLagi.com/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Musisi Hedi Yunus baru saja menyelesaikan ibadah umrahnya. Selama sembilan hari di Tanah Suci, Hedi pun membagikan cerita dan pengalaman spiritualnya selama disana. Menurut pria berusia 49 tahun ini, dirinya sempat mempunyai prasangka negatif selama Umrah hingga harus rela kehilangan sandal jepit kesayangannya.

"Kemarin ada yang kehilangan sandal, jadi saya sempat khawatir. Waktu itu kejadiannya di Masjid Nabawi. Karena pas hari pertama jamaah saya kehilangan sandal. Kita ketawa ngeledekin tuh. Terus di hari kedua di Masjid Nabawi itu saya sama jamaah keluar ke tempat loker sandal tapi sandal yang biasa saya pakai kemana-mana ini nggak ada. Sebelumnya saya sempat kepikiran pas naruh sandal 'Hilang nggak ya?' Ternyata kejadian beneran," ujar Hedi Yunus, saat dijumpai di kawasan Jalan Kapten Tendean, Mampang, Jakarta Selatan, Senin (29/1).

Mau tidak mau, Hedi harus mengikhlaskan sandal yang telah dimilikinya selama 10 tahun tersebut. Ia pun membeli sandal jepit yang baru di toko sekitar Masjid seharga Rp 40 ribu. Dari kejadian tersebut, Hedi Yunus pun mengambil pelajaran penting selama berada di Tanah Suci.

Perjalanan umrah selama 9 hari membawa pelajaran tersendiri bagi Hedi Yunus. © KapanLagi.com/Bayu HerdiantoPerjalanan umrah selama 9 hari membawa pelajaran tersendiri bagi Hedi Yunus. © KapanLagi.com/Bayu Herdianto

"Setiap kejadian di Tanah Suci kita dilatih. Jangankan punya hati yang kotor, ucapan pun juga harus dijaga. Karena kalau di sana, apapun pikiran negatif manusia pasti akan kejadian. Ini benar-benar terjadi dan nyata di depan mata banget," lanjutnya lagi.

Hedi menuturkan, peristiwa kehilangan sandal tersebut membawa perubahan baik dan berkah bagi dirinya saat ini. Di kehidupan sehari-hari ia berusaha mempraktekan apa yang telah ia pelajari di Tanah Suci. Diantaranya adalah untuk selalu berserah diri kepada Yang Maha Kuasa serta memiliki pikiran dan hati yang bersih.

"Insya Allah bakal diamalkan terus. Jadi hati itu harus benar-benar bersih, pikiran juga. Itikaf terus sama Allah dan memang semua yang diajarkan di Tanah Suci harus ditanamkan di kehidupan sehari-hari," pungkasnya.

(kpl/aal/tmd)

Reporter:

Sahal Fadhli


REKOMENDASI
TRENDING