SELEBRITI

Komnas Perempuan Sebut Istilah 'Ikan Asin' Sebagai Pelecehan Seksual, Mengapa?

Sabtu, 13 Juli 2019 11:00 Penulis: Tantri Dwi Rahmawati

Fairuz A Rafiq © KapanLagi.com/Budy Santoso

Kapanlagi.com - Siapa sih yang nggak tahu dengan kasus 'Ikan Asin'? Muncul sejak beberapa waktu lalu, hingga kini kasus ini terus berlanjut dan berhasil bikin Galih Ginanjar, Pablo Benua, dan Rey Utami berstatus tersangka.

Setelah curi perhatian publik, kali ini giliran Komisi Nasional Perempuan (Komnas Perempuan) angkat bicara. Seperti yang KLovers tahu, pihak Fairuz A Rafiq didampingi Hotman Paris membawa kasus ini ke Komnas Perempuan pada Selasa (8/7) lalu. Lantas bagaimana tanggapan Komnas Perempuan atas hal ini?

1. Merendahkan Martabat

Menurut Budi Wahyuni Wakil Ketua Komnas Perempuan, istilah 'Ikan Asin itu merendahkan martabat perempuan. "Ucapannya itu (ikan asin) merendahkan harkat martabat perempuan. Masuk kategori pelecehan seksual kan ini, menyasar atribut seksual,” tuturnya dilansir dari Kompas.com.

Masih dari sumber yang sama, Budi menjelaskan ada banyak istilah yang bisa dimaknai sebagai bentuk pelecehan seksual. “Istilahnya bisa apa saja, tetapi ini kan memadankan situasi bau yang tidak sedap seperti ikan asin baunya,” tukasnya.

2. Payung Hukum?

Sebab itulah kendati dalam kasus 'Ikan Asin' nggak ada sentuhan secara fisik, kasus ini tetap tergolong bentuk pelecehan seksual. Sayangnya pelecehan seksual masih belum punya hukum yang dapat melindungi korban dan memidanakan pelaku.

“Pelecehan seksual yang tidak bersentuhan fisik atau non body contact itu sebenarnya bisa, tapi enggak ada pasalnya yang mampu memidanakan perbuatan itu,” pungkas Budi pada Kompas.com.


REKOMENDASI
TRENDING