Laporkan Media Online, Ahmad Dhani Telah Jalani BAP di Polda Metro Jaya

Jum'at, 06 Oktober 2017 19:00 Penulis: Ahmat Effendi
Laporkan Media Online, Ahmad Dhani Telah Jalani BAP di Polda Metro Jaya Ahmad Dhani ŠKapanLagi.com

Kapanlagi.com - Hari ini musisi Ahmad Dhani tampak mendatangi Polda Metro Jaya tepatnya di bagian Reskrimum. Ternyata Dhani tengah menindak lanjuti laporan yang ia buat kepada 10 media online yang sempat memuat pemberitaan hoax tentang kepemilikan Masterpiece Karaoke sehingga ia anggap merugikan. Saat menjalani BAP, Dhani mendapatkan 11 pertanyaan seputar kasusnya.

"11 (pertanyaan). Materinya tentang pembuktian bahwa saya adalah sebagai owner PT Masterpiece Karaoke. Sebelum fitnah ini diperiksa, saya mengumpulkan bukti-bukti lengkapnya admin," ujar Dhani di Polda Metro Jaya, Jum'at (6/10).

Dhani sendiri membuat dua laporan, satu diarahkan ke reserse kriminal umum dan satu di reserse kriminal khusus. Dalam kasus ini Dhani memilih tidak berkonsultasi ke Dewan Pers karena menganggap kasus ini berkaitan dengan ITE.

Ahmad Dhani memilih melaporkan sejumlah media yang ia anggap memberitakan hoax. ŠKapanLagi.com/Agus ApriyantoAhmad Dhani memilih melaporkan sejumlah media yang ia anggap memberitakan hoax. ŠKapanLagi.com/Agus Apriyanto

"Nggak (ke Dewan Pers) kalau online itu langsung ITE. Kalau koran baru DP. Kalau cetak, film itu DP. Online itu ranahnya ITE," ujarnya.

Dhani memilih menggunakna pasal 310 dan pasal 311 tentang fitnah dan pencemaran nama baik terkait kasus yang menjeratnya. Ia menyebutkan ancaman dari kasus ini adalah 4 tahun. Sementara ketika dikonfirmasi apakah pihak yang ia laporkan telah meminta maaf Dhani mengaku kurang tahu.

"Nggak tau, terserah itu respon dari merekanya. Kan fungsinya melakukan penegakan hukum aja, perlu verifikasi juga kalau berita hoax ini harua kita tindak lanjuti tinggal nunggu respon dari pihak media online. Sama aja seperti Farhat Abbas ngetweet fitnah, dia ranahnya udah UU ITE. Apalagi online, itu lebih parah dari twitter. Online kan yang baca banyak," tandasnya.

(kpl/pur/sjw)

Editor:

Ahmat Effendi


REKOMENDASI
TRENDING