Lucky Hakim Bersama PORBI Bantu Petani Berburu Babi Hutan

Kamis, 19 April 2018 11:29 Penulis: Galuh Esti Nugraini
Lucky Hakim Bersama PORBI Bantu Petani Berburu Babi Hutan Lucky Hakim © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Populasi babi hutan yang kian meningkat membuat para petani di Indonesia merasa kualahan karena tanaman mereka acap kali dirusak dan merugi. Artis dan juga anggota DPR, Lucky Hakim yang baru tergabung dalam PORBI (Perkumpulan Olahraga Berburu Seluruh Indonesia), membantu para petani memberantas hama babi yang kian meresahkan warga.

"Baru bergabung (PORBI) bulan lalu, tetapi baru bisa ikut berburu kemarin hari Minggu. Karena ini bisa membantu para petani yang dirugikan oleh hama babi hutan," ucap Lucky Hakim saat dihubungi kapanlagi.com lewat sambungan telepon, Kamis (19/4).

Lucky Hakim tergabung dalam PORBI (Perkumpulan Olahraga Berburu Seluruh Indonesia) © KapanLagi.com/Muhammad Akrom SukaryaLucky Hakim tergabung dalam PORBI (Perkumpulan Olahraga Berburu Seluruh Indonesia) © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

Lucky juga mengungkapkan jika sebenarnya jika di hutan masih banyak predator seperti macan, beruang, elang atau harimau, maka tidak perlu repot-repot berburu babi hutan. Karena dengan adanya predator, maka populasi babi hutan akan terjaga. Rantai makanan pun akan seimbang.

"Karena populasi babi hutan akan terjaga dengan sendirinya karena predator-predator tersebut akan menjaga populasinya dalam kaitan keseimbangan rantai makanan, tapi kenyataannya sekarang hutan banyak yang rusak hingga ekosistem terganggu, apalagi hewan-hewan predator sudah sangat sedikit keberadaannya bahkan punah, itu sebabnya populasi babi hutan membengkak hingga mereka mulai merambah ke areal perkebunan dan kadang-kadang sampai ke pemukiman penduduk," jelas Lucky.

Saat berburu, Lucky ditemani anjing rekannya yang bernama Pedro. Tentu anjing yang dipakai untuk berburu merupakan binatang yang sudah terlatih dan hanya fokus mengejar babi hutan, tidak hewan-hewan hutan yang lain.

"Di kegiatan ini tidak menggunakan senjata api dan kontrolnya sangat ketat terkait hasil buruan (babi hutan) yang tidak boleh dikonsumsi, jadi hasil tangkapan langsung dimusnahkan dibakar dan dikubur," pungkasnya.

(kpl/aal/gen)

Reporter:

Sahal Fadhli


REKOMENDASI
TRENDING