SELEBRITI

Lukman Sardi Sempat Alami Kesulitan Perankan Sastrawan Amir Hamzah

Senin, 14 Januari 2019 14:59 Penulis: Dhefa Mauren Roos Mary

Lukman Sardi © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Panggung teater Indonesia kembali bergeliat dengan digelarnya pertunjukan teater NYANYI SUNYI REVOLUSI. Aktor senior Lukman Sardi masuk ke dalam list artis yang turut berpartisipasi di dalamnya. Lukman berperan sebagai tokoh sastrawan ternama, Amir Hamzah.

Untuk yang belum tahu, Amir Hamzah adalah seorang sastrawan terkenal. Ia masuk ke dalam angkatan Poedjangga Baru dan juga Pahlawan Nasional Indonesia. Karya tersohornya adalah Boeah Rindoe (1937) dan Njanji Soenji (1941).

Dalam prosesnya memerankan sastrawan ini ternyata Lukman Sardi sempat mengalami kesulitan. Lukman merasa kesulitan untuk 'bercerita' dalam kesunyian. Sedangkan suaranya harus tetap lantang.

"Kesulitan pasti ada, namanya tiap proses pasti ada itu. Seperti tadi bahwa bagaimana naskah ini ditampilkan dengan begitu sunyi, tapi disampaikan melalui suara dari panggung yang bisa keluar tanpa menghilangkan sense of art itu sendiri, kan sulit. Kadang-kadang kita juga di panggung itu terjebak dengan tuntutan suara yang keras, tapi juga harus dibalut dengan emosional yang kuat. Nah, ini salah satu kesulitan tersendiri," jabar Lukman Sardi saat jumpa pers Pertunjukkan Teater NYANYI SUNYI REVOLUSI di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (12/1/2019).

1. Pemahaman Karakter

Sama halnya dengan proses pemahamaan karakter. Menurut penuturannya, Lukman harus melakukan research terlebih dahulu. Mulai dari cerita, hingga karakter.

"Tapi justru pemahaman dari karakternya itu sendiri dari cara ceritanya itu sendiri yang diimplus terus sama mas Iswandi Pratama. Akhirnya kita harus tahu ceritanya dan segala macam, tahu karakternya, sehingga menimbulkan reaksi yang jujur dari dalam terhadap karakter itu sendiri bukan berdasarkan dibuat-buat," terang Lukman lagi.

2. Gerak-Gerak Kecil

Selain itu, Lukman juga mendapatkan tantangan yang sama dengan Prisia Nasution yang juga mendapatkan peran dalam teater ini. Yaitu bagaimana cara membuat penonton memperhatikan betul soal gerak-gerak kecil yang dilakukan oleh para pemain.

"Makanya kayak tadi Prisia bilang bahwa disini juga tidak hanya ngomong teriak-teriak yang besar. Tetapi ada tantangan juga tentang kesenian itu tadi tentang implus-implus gerak-gerak yang kecil, mulai dari gerakan tangan yang kecil atau apapun dan ini menjadi sangat menarik untuk dunia teater. Tapi challengenya lagi, bagaimana hal-hal yang kecil itu bisa terlihat oleh penonton. Banyak sekali lah pelajaran-pelajaran yang baru yang aku dapat dari proses ini," pungkas Lukman Sardi.


REKOMENDASI
TRENDING