SELEBRITI

Makin Berani, Ini Kata Raditya Dika dan Mo Sidik Soal Stand Up Comedy Hari Ini

Rabu, 10 Oktober 2018 16:30 Penulis: Editor KapanLagi.com

Vidio.com

Kapanlagi.com - Sebagai seni yang baru populer beberapa tahun terakhir di Indonesia, stand up comedy mengalami berbagai fase. Menurut Raditya Dika, ada evolusi yang terus digulirkan para komika. Hal itu ia ungkap dalam tayangan Stand Up Comedy Academy (SUCA) 4 babak 10 besar grup 1 semalam (9/10).

Ia memulai dengan mengulas sedikit soal stand up comedy di jamannya almarhum Taufik Savalas. "Kalau kita melihat awal banget almarhum Taufik Savalas mencoba dengan bungkusan stand up comedy yang diomongin adalah joke telling kan lelucon-lelucon lucu," tukasnya.

Radit melanjutkan dengan mengenang bagaimana ia bersama beberapa kawan meramaikan stand up di Comedy Cafe. Yup, kala itu di tahun 2011 stand up comedy jadi perhatian sekaligus terbentuknya komunitas Stand Up Indo.

Setelah itu Radit melihat perubahan stand up comedy semakin dark, artinya semakin banyak keresahan tabu yang dijadikan materi lawak. "Makin ke sini temen-temen makin dark, makin jujur makin berani. Jadi ini evolusi yang seru banget. Ngeliat temen-temen ngeluarin sisi gelapnya trus dibungkus dengan manis gitu untuk dijadikan sebuah peformance," tukas Radit.

1. Berani Mengungkap

Bukan omong kosong, dalam SUCA 4 terbukti ada sejumlah komika memang berani mengungkap sisi-sisi gelap dirinya di atas panggung. Yang cukup kontroversial adalah Tasya Carlla dengan materi soal perceraian orang tuanya. Ada pula Anggi yang jadikan kakinya yang diamputasi sebelah itu sebagai lelucon. Pun ggak bisa dilupa Kiky, yang mengungkap keinginan bunuh dirinya gegara gagal nikah jadi komedi.

Itu semua dinilai positif, sebab mengartikan para komika ini sudah berdamai dengan kenyataan dan dirinya sendiri sehingga mereka begitu nyaman membahasnya di atas panggung. Hal tersebut tentu jadi alasan yang positif untuk terus mengembangkan seni melawak satu ini.

2. Sempat Dinilai Negatif

Sisi positif di atas seperti oase segar di tengah berbagai anggapan negatif soal stand up comedy yang kerap bergulir beberapa waktu terakhir. Materi stand up Pandji Pragiwaksono soal toa masjid, jadi kontroversi di tengah isu protes Adzan oleh Meiliana. Selain itu dilansir dari Brillio, awal tahun ini masih lekat di ingatan bagaimana Ge Pamungkas dan Joshua Suherman dianggap menyinggung agama lewat stand upnya.

Sisi positif yang lain lagi datang dari sejumlah komika yang secara gamblang menyebut stand up comedy menyelamatkan hidup mereka. Seperti yang disebutkan oleh Mo Sidik saat mengungkap rasa was-wasnya kala Kiky, anak didiknya, bawakan keresahan soal keinginan bunuh diri gegara gagal nikah.

"Cukup cemas sama materinya Kiky gua, cuma lu harus lihat sinar matanya ketika gue ngerasanya dia tulus banget, genuine banget. Yang dia omongin ketika stand up comedy menyelamatkan dia, Sama seperti Anggi. dia 2 tahun mengurung diri tuh, stand up comedylah yang menyelamatkan dia," tukasnya kemarin di tayangan SUCA 4 kemarin (9/10).

3. Ingin Terus Didukung

Melihat segala hal positif yang dihadirkan stand up comedy, Mo Sidik berharap kesenian ini terus mendapatkan dukungan, terutama dari para orang tua yang khawatir dengan anak-anaknya yang aktif di komunitas stand up comedy.

"Kita pengen bilang ama Indonesia kalau anak anda itu berangkat stand up comedy itu artinya dia selangkah menuju kejujuran, dan tolong didiukung," pungkas lelaki yang sudah akrab dengan panggung stand up Asia ini.


REKOMENDASI
TRENDING