Kapanlagi.com - Sedih dan prihatin, itulah yang dirasakan Yenny Rachman atas kasus video porno mirip artis yang menjadikan Ariel sebagai tersangka. Apalagi, dengan adanya kasus yang memalukan ini, artis-artis lainnya bisa terkena imbas dan membawa dampak buruk bagi pencitraan selebriti Indonesia."Saya sangat sedih dan prihatin. Jelas kita sangat menyesali peristiwa ini, karena dengan adanya peristiwa ini menambah buruknya pencitraan terhadap artis. Padahal tidak semuanya artis," ujar Yenny Rachman, "Tetapi kita mempercayakan kepada pihak yang berwajib. Namun dalam hal ini Parfi lebih peduli membangun pembinaan secara keagamaan untuk membangun moralitas dan spiritual kita."
Ditemui saat Sosialisasi UU No.44 Tahun 2008 Tentang Pornografi di Gedung Kementrian Pemberdayaan Perempuan, Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (28/6) lalu, wanita yang menjabat sebagai Ketua Parfi ini menegaskan bahwa sang pelaku dalam video porno tersebut pantas untuk dihukum. "Kita prihatin tentunya biar bagaimanapun kita tidak setuju kalau pelaku tidak bersalah. Pelaku itu tetap bersalah, karena yang jelas peraturan perundangan pornografi ada itu berazaskan Ketuhanan Yang Maha Esa," jelasnya."Siapapun pelakunya, saya tetap tidak terima. Dengan majunya teknologi, harusnya kita mawas diri. Mungkin pelaku tidak sengaja menyebarluaskan, tetapi harus lebih mawas diri. Tidak hanya pada pelaku, tetapi untuk pengedar juga harus diusut," sambungnya.Sebagai Ketua Parfi,
Yenny pun menghimbau kepada teman-teman artis agar lebih menjaga diri. Pasalnya, apa yang dilakukan dalam video porno tersebut adalah tindakan yang sangat salah - merupakan perzinahan, apapun agamanya. Ia pun mendukung jika nantinya para pelaku dihukum."Sebagai sanksi itu harus diberlakukan, sebagai wujud pembelajaran kepada artis. Saya sedih karena masalah keburukan selalu labelnya artis. Saya minta pemerintah harus tegas tanpa pilih kasih. Untuk artis, dia harus kena sanksi agar tidak boleh muncul lagi dan tidak diaktifkan lagi di media televisi, iklan, dan lain-lain. Jadi artis harus lebih berhati-hati lagi," tegasnya.  Â