Memahami Arti Loli Yang Dikaitkan Dengan Pedofilia Gara-Gara Kasus Nafa Urbach

Jum'at, 13 Oktober 2017 10:15 Penulis: Guntur Merdekawan
Memahami Arti Loli Yang Dikaitkan Dengan Pedofilia Gara-Gara Kasus Nafa Urbach Nafa Urbach © KapanLagi.com®/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Pedofilia saat ini tengah jadi sorotan publik gara-gara kasus yang dialami artis cantik Nafa Urbach. Seperti diketahui, bintang sinetron Kehormatan itu baru saja melaporkan seorang netizen yang menderita kelainan pedofilia. Setelah ditelusuri, sang pelaku masih berusia 19 tahun.

Pria berinisial MHAS itu awalnya menuliskan komentar 'loli' di salah satu link postingan Nafa tentang putrinya, Mikhaela Lee Juwono. Awalnya tak mengerti, namun setelah ditelusuri, loli dari sudut pandang Nafa adalah sebuah istilah yang sering digunakan pedofil untuk 'target' atau incarannya.

Dari situ, Nafa mulai waswas karena merasa putrinya terancam. Ia lalu membalasi komentar 'nakal' tersebut dengan tegas. Sang pelaku ganti mengirimi Nafa gambar-gambar animasi bermuatan porno melalui direct message Nafa di Instagram.

Nafa polisikan seorang pedofil © KapanLagi.com®/Agus ApriyantoNafa polisikan seorang pedofil © KapanLagi.com®/Agus Apriyanto

Karena merasa perbuatan sang pelaku sudah kelewatan, Nafa pun memilih untuk melaporkannya ke polisi. Dan pada akhirnya sang pelaku pun ditangkap. Berdasarkan hasil interogasi, Ia memang menduga kelainan pedofilia.

Nafa Urbach Diprotes Para Otaku

Nah, masalah tak berhenti sampai situ saja. Ada beberapa Otaku atau penggila subkultur Jepang yang merasa jika tindakan Nafa terlalu berlebihan. Mereka menuding Nafa telah menyalah-artikan istilah Loli. Mereka juga bersitegas jika Loli itu tidak sama atau berbeda makna dengan pedofilia.

Para otaku 'serang' Nafa Urbach © Merdeka.comPara otaku 'serang' Nafa Urbach © Merdeka.com

Pengertian Loli

Dilansir dari laman Wikipedia, loli adalah singkatan dari lolicon, yang merupakan gabungan kata dari lolita complex. Maknanya secara general adalah sebuah obsesi yang dimiliki seseorang akan hal-hal yang berbau anak-anak di bawah umur, menjelang atau sebelum masa pubertas (a.k.a lolita).

Dari pengertian di atas, loli memang cukup dekat maknanya dengan pedofilia. Namun sejatinya lolicon tidak berhubungan dengan seksualitas. Pasalnya, istilah lolicon awalnya digunakan oleh otaku dalam ruang lingkup anime, manga dan game saja. Seperti diketahui, banyak sekali tokoh dalam anime, manga atau game yang menyoroti sosok anak-anak, tentunya dalam gambaran yang sangat imut dan cute.

Salah satu tokoh loli di anime © animoappsSalah satu tokoh loli di anime © animoapps

Dari situ, kecintaan otaku pada tokoh anak-anak pun mulai bermunculan, sehingga melahirkan makna lolita complex. Namun seiring berjalannya waktu, makna dari lolicon pun mulai melebar. Kini hal apapun, siapapun (tak peduli berapa usianya) yang berdandan dengan style anak-anak pun bisa dikaitkan dalam lolicon.

Loli VS Pedofilia

Secara general, atau dari sudut pandang orang awam, kedua istilah ini memang berkaitan satu sama lain. Namun dari pengertian loli yang telah dijelaskan di atas, kita bisa memetik sebuah kesimpulan jika sejatinya loli tidak sama dengan pedofilia, yang merupakan satu bentuk kelainan seksual yang termasuk parafilia.

Parahnya, tak sedikit awam yang mengklaim bahwa kecintaan seseorang pada loli bakal membuat orang itu mengarah ke arah pedofilia. Dan seorang kritikus budaya bernama Hiroki Azuma pernah buka suara mengenai perdebatan makna ini. Menurutnya, sedikit sekali jumlah pembaca manga loli yang melakukan tindakan kriminal yang berbau sensualitas.

Lolita Fashion

Saking populernya lolicon di era 1990an, beberapa otaku Jepang pun mulai mempopulerkan lolita fashion. Konsepnya adalah gaun yang dihiasi dengan renda-renda dan kerutan untuk mengekspresikan busana anak-anak. Perlu dicatat jika fashion ini ramai dipakai oleh mereka yang usianya sudah tak muda lagi.

Lolita Fashion © IstimewaLolita Fashion © Istimewa

Alasan merka para pecinta lolita fashion pun bermacam-macam, yang mana salah satunya adalah prinsip hidup atau penyaluran hobi. Fashion ini baru menarik minat dari publik di luar Jepang pada era 2000an. Dan loli fashion pun mulai sering ditemui di event-event cosplay.

Dari sini bisa kita simpulkan lebih jauh bahwa loli sejatinya lebih ke penyaluran hobi dan kecintaan para otaku pada hal-hal yang berbau anak-anak. Namun sayangnya, tak bisa dipungkiri jika makna loli sering dieksploitasi oleh para pedofil itu sendiri, yang akhirnya membuat publik awam secara keseluruhan memberikan imej negatif pada lolicon.

Klarifikasi Kasus Nafa Urbach

Kembali ke kasus Nafa yang melaporkan seorang pedofil yang mengancam putrinya. Awalnya, wanita berusia 37 tahun itu memang geram karena sang pelaku menuliskan kata 'loli' dalam postingan putrinya.

Namun sejatinya Nafa tak membawa kasus ini ke jalur hukum semata-mata karena komen tersebut. Ya, sang pelaku juga dengan sengaja mengirimkan gambar-gambar bermuatan pornografi pada Nafa melalui DM Instagram. Lebih jauh, sang pelaku juga menuliskan ucapan-ucapan tak senonoh pada putrinya, Mikhaela.

Nafa dikirim gambar bermuatan pornografi © KapanLagi.com®/Agus ApriyantoNafa dikirim gambar bermuatan pornografi © KapanLagi.com®/Agus Apriyanto

"Wong jorok semua (isi DM). Ada gambar juga, gambar kartun, orang, anak kecil, ada perkataan tak senonoh ke Mikha. Saya bales saya bilang, 'Kowe sopo, kok beraninya ngomong kayak ngono?'. Sebenarnya dia merasa tersinggung karena anime. Dia juga ngirimin anime itu," ujar Nafa ketika ditemui di Direskrimsus Polda Metro Jaya, Selasa (10/10).

Nafa Jadi Preventif

Kemarahan Nafa sejatinya sangat wajar. Ia hanyalah seorang ibu yang ingin melindungi putrinya dari hal-hal buruk. Dan gara-gara kejadian ini, aktris yang juga berprofesi sebagai penyanyi itu mulai mengambil beberapa tindakan preventif.

Yang paling utama Nafa lakukan adalah menghapus akun Instagram dari Mikha. Setelah itu, Ia juga mulai mengajarkan putrinya mengenai body safety, atau bagian-bagian tubuh mana yang tak boleh disentuh oleh orang lain.

Nafa mulai perketat penjagaan terhadap anak © KapanLagi.com®/Akrom SukaryaNafa mulai perketat penjagaan terhadap anak © KapanLagi.com®/Akrom Sukarya

"Saya nggak pernah izinin Mikha nonton TV. Dia nggak tau kejadian. Cuma karena kejadian ini aku fokus ajarin body safety dan ajarin ke temen-temennya. Jadi dia ajarin ke temen-temennya, jadi temen-temennya tau body safety. Akhirnya di sekolah body safety," pungkas Nafa.

(kpl/gtr)


REKOMENDASI
TRENDING