Mengontrak Rumah Mewah 1 M, Pasha Ungu Bayar Pakai Uang Rakyat?

Rabu, 11 Januari 2017 12:59 Penulis: Ahmat Effendi
Mengontrak Rumah Mewah 1 M, Pasha Ungu Bayar Pakai Uang Rakyat? Pasha Ungu ŠKapanLagi.com/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Kabar mengejutkan kembali datang dari penyanyi yang kini jadi pejabat yaitu Sigit Purnomo Syamsuddin Said alias Pasha Ungu. Pasha dikabarkan tinggal di satu kontrakan mewah yang harganya mencapai Rp 1 miliar. Namun yang jadi persoalan karena untuk mengontrak rumah tersebut, Wakil Walikota Palu ini membebankan ke APBD kota Palu.

Hal ini seperti dilansir oleh merdeka.com, ketika muncul pemberitaan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palu yang mendesak Pemerintah Kota atau Pemkot untuk tidak membayar kontrakan Pasha. Pria kelahiran 27 November 1979 berusia 37 tahun itu mengontrak satu hunian mewah di kompleks hunian elit Citra Land.

"Pemerintah Kota Palu jangan membayar kontrakan pribadi Sigit Purnomo Said yang saat ini menjabat sebagai Wakil Wali Kota Palu, di kompleks hunian elit Citra Land di kelurahan Tondo Kecamatan Mantikulore," ujar anggota Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kota Palu, Ridwan H Basatu di Palu seperti dilansir Antara, Rabu (11/1).

Pasha Ungu dikabarkan membayar kontrakan pribadi dengan uang APBD. ŠKapanLagi.com/Bayu HerdiantoPasha Ungu dikabarkan membayar kontrakan pribadi dengan uang APBD. ŠKapanLagi.com/Bayu Herdianto

Anggota DPRD Kota Palu itu berpandangan kontrakan pribadi Pasha tidak boleh dibebankan ke APBD. Penggunaan anggaran daerah tak boleh digunakan secara sewenang-wenang. Terlebih untuk kontrakan pribadi yang tak ada kaitannya dengan pemerintah daerah.

"Kota Palu masih membutuhkan banyaknya sarana prasarana dan infrastruktur, yang harus dilengkapi dan dibangun untuk kesejahteraan masyarakat, ketimbang membiayai kepentingan pribadi," jelas Ridwan.

Masalah ini diketahui saat terjadi rapat asistensi anggaran di DPRD. Awalnya bagian rumah tangga dan umum di Sekretariat Pemkot Palu tak mau mengakui APBD yang dipakai membayar kontrakan Pasha tersebut. Namun setelah DPRD menelusuri, bagian rumah tangga Pemkot tersebut membenarkan adanya pemakaian APBD untuk hunian mewah Pasha.

"Kami pernah dipanggil atau diundang makan oleh bagian umum dan rumah tangga Setda Pemkot Palu atas hal itu, namun kami menolak. Mereka telah membohongi kami karena awalnya tidak mengakui adanya penggunaan APBD," tegas Ridwan.

(mdk/sjw)

Editor:

Ahmat Effendi


REKOMENDASI
TRENDING