Mus Mujiono Tampil di Surabaya
Kapanlagi.com - Kerinduan para penggemar jazz di Surbaya, Jumat malam kemarin terbayarkan. Musisi jazz Mus Mujiono yang tampil malam itu di Balai Pemuda Surabaya benar-benar mampu membawa suasana jazzi di hati ratusan penggemarnya. Sebaliknya, penyanyi yang mendapat julukan George Benson-nya Indonesia merasa menemukan kembali suasana Suroboyoan yang telah lama dia tinggalkan.
Membawakan sepuluh lagu romantisnya, Cak Nono (panggilan akrab penyanyi asli Surabaya itu), tampil dengan menenteng gitar kesayangannya. Dia mengawali pertunjukan dengan menyapa para penggemarnya. "Yo opo, Rek, kabere? (Bagaimana, kawan, kabarnya, Red.)," yang dijawab serentak penonton, "Apik, Cak."
Maka, lalu mengalunlah lagu Hello Sayang untuk mengawali konser yang diselenggarakan Simpangsche Societeit Jazz Community (SSJC), komunitas jazz Surabaya yang bermarkas di Balai Pemuda Surabaya ini.
Sambutan hangat penonton sangat terasa, begitu adik penyanyi keroncong Mus Mulyadi ini menyanyikan lagu Kasih. "Ayo semua ikut nyanyi," ajaknya. Disusul lagu ketiga Satu Jam Lagi, suasana makin romantis.
Advertisement
Di sela-sela konsernya Mus Mujiono bercerita perjalanan kariernya. "Saya menemukan ciri sendiri dalam proses yang cukup panjang yaitu selama tiga tahun," ujarnya. Sebelum menemukan "jati dirinya" itu, kepopuleran Mus Mujiono sering dianggap hanya nebeng kakaknya, Mus Mulyadi. "Siapa sih yang mau menjadi bayangan orang lain, apalagi dengan saudara sendiri," ungkapnya.
Mus Mujiono juga melantunkan dua lagu George Benson, salah satunya This Masquerate. Di lagu ini, Mus Mujiono dengan piawai menirukan suara melodi gitar dengan mulutnya, hampir sama dengan aslinya yang dibawakan George Benson. Tak ayal, lantaran kemahirannya itu Mus Mujiono dijuluki George Benson-nya Indonesia. Penonton pun tak habis-habisnya memberi aplaus.
Selain itu juga dilantunkan lagu Arti Kehidupan, How Do Heal A Broken Heart, dan sebuah lagu keroncong, Keroncong Morisko. "Gak marem lek gak nyanyi keroncong. Arek Suroboyo… (Kurang lengkap kalau tidak menyanyikan lagu keroncong, Red.)," katanya disambut tepuk tangan. Setelah itu, penyanyi ganteng yang masih tampak muda ini, menutup penampilannya. Namun penonton memintanya tambah lagu. Maka, kemudian meluncurlah lagu Tanda-Tanda.
Untuk memenuhi permintaan penonton, Mus Mujiono perlu memulihkan suaranya dengan meminum wedhang jahe. "Kalau minum ini, saya ingat Blauran, di sana banyak jahe telor," katanya mengenang.
Artis yang pulang kampung ini menutup konser yang diiringi oleh Master Band dengan Tanda-tanda. Penonton mengikuti lagu itu sambil berdiri dan bertepuk tangan.
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(jp/erl)
Advertisement
