Nurbuat: Pejabat di Sini Alergi Lihat Ludruk
Nurbuat: @KapanLagi.com®
Kapanlagi.com - Kian menjamurnya budaya dan kesenian asing yang merasuk masyarakat menjadi keprihatinan sendiri bagi Nurbuat. Anggota Srimulat ini bahkan menyayangkan semakin minimnya anak muda yang tertarik pada kesenian ludruk. Jika tak segera dikenalkan maka beragam kesenian Indonesia hanya bakal jadi cerita di masa mendatang.
"Tak banyak orang yang tertarik melestarikan kesenian ludruk. Padahal ludruk merupakan kesenian kontemporer yang beda dengan ketoprak. Kalau kesenian ini jelang punah, saya prihatin karena banyak anak muda yang tak tahu," urainya, Minggu (08/04).
Padahal kesenian di Jepang sangat dihargai oleh masyarakatnya, bahkan tak jarang kesenian yang mirip ludruk kerap ditonton pejabat-pejabat Jepang. Hal ini makin menambah prihatin Nurbuat.
"Kalo Jepang ada Kabuki, di sini Ludruk. Tapi di sana, dilihat Perdana Menteri. D sini kayak alergi pejabat liat ludruk," pungkasnya kelar konferensi pers Ludruk Kartolo cs dalam lakon Sarip Tambak Oso dan Sawunggaling di Hotel Sahid Jaya, Jakarta.
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
Berita Foto
(kpl/dis/rea)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba
