Pandangan Kritis Deddy Corbuzier Tentang Sistem Pendidikan

Kamis, 09 Februari 2017 21:01 Penulis: Guntur Merdekawan
Pandangan Kritis Deddy Corbuzier Tentang Sistem Pendidikan Azka Corbuzier - Deddy Corbuzier © KapanLagi.com®/Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Tak bisa dipungkiri jika pendidikan adalah hal yang sangat penting bagi kita semua. Selama bertahun-tahun kita duduk di bangku sekolah, mulai dari TK, SD, SMP, SMA hingga akhirnya kuliah, semuanya dilakukan untuk memperoleh pendidikan dan menjadikan kita orang yang lebih pintar atau baik.

Nah, ketika kita duduk di bangku sekolah, pastinya ada banyak sekali jenis mata pelajaran yang setiap harinya harus kita pelajari dan mengerti, suka atau tidak. Sistem itu sudah diterapkan sudah sejak lama sekali dan sepertinya akan sulit untuk diubah. Uniknya, Deddy Corbuzier yang notabene juga seorang ayah punya pandangan lain mengenai hal itu.

Memarahi anak karena mereka pelajaran jelek menjadikan kita orangtua bodoh. Memarahi hal yang si anak tidak suka akan mematikan proses kreativitas mereka. Biar saja mereka berkembang sesuai apa yang mereka bisa dan diciptakan. Ingat kita semua unik. Mengapa kita diperlakukan sama?
Deddy Corbuzier
 

Sang master magician pun lalu membuat sebuah tulisan panjang untuk menuangkan pendapatnya. Salah satu poin penting yang Deddy ingin tekankan adalah betapa tidak perlunya sekolah memaksakan semua jenis mata pelajaran pada murid secara mendalam, karena pastinya tidak dari semua menyukai atau punya passion pada mata pelajaran tersebut.

Deddy Corbuzier kritik sistem pendidikan di sekolah © Instagram/mastercorbuzierDeddy Corbuzier kritik sistem pendidikan di sekolah © Instagram/mastercorbuzier

"Coba tanya sama orang tua kalian... 'Suka balet? Mau tidak belajar balet? Suka catur? Gimana kalau les catur? Mau tidak mereka?', itu masalahnya. Masalah kenapa kalau kita tidak suka matematika, kita dipaksa belajar Matematika, Kalau tidak suka biologi kita dipaksa belajar Biologi dan bahkan di berikan pelajaran tambahan Matematika pulang sekolah. Saya ingat sekali saat saya SMP mata pelajaran Matematika saya jelek dan saya pun di-les kan pada... Siapa lagi kalau bukan GURU matematika saya sendiri (kerja sampingan). Dan apakah saya jadi pintar matematika sekarang? Ya tetap tidak. Mengapa saya tidak cukup belajar pertambahan, lalu perkalian atau basic basic-nya saja. Mengapa saya harus belajar rumus TANGEN ATAU RUMUS-RUMUS lainnya yang saya tidak pakai mungkin sampai saya mati nanti?" tulis Deddy.

Tak sekedar mengkiritik, Deddy juga memberikan masukan atau pendapat. Menurutnya, penjurusan mata pelajaran seharusnya dilakukan sejak SMP saja, agar murid bisa lebih fokus pada apa yang mereka sukai sejak dini. Sementara itu, pelajaran yang tidak mereka suka, hanya dipelajari dasarnya saja.

Deddy begitu dekat dengan sang buah hati, Azka © Instagram/mastercorbuzierDeddy begitu dekat dengan sang buah hati, Azka © Instagram/mastercorbuzier


"Balet dasarnya adalah lompat, tekuk kaki dan lain-lain. Semua orang bisa kan? Tapi tidak semua orang harus bisa balet kan? Manusia adalah unik, apalagi anak-anak yang masih berkembang. Mengajari ikan untuk terbang hanya akan membuat si ikan stress dan mati. Begitu juga dengan anak. Kalau saya punya hak, saya akan berikan penjurusan sejak SMP. Mereka suka apa? Mereka belajar apa? Pilih yang mereka suka, kita maksimalkan pelajarannya. Yang tidak suka? Ya cukup dasar-nya saja. Beres bukan?" sambungnya.

Dari hasil pernikahannya dengan sang mantan istri, Kalina, Deddy dikaruniai seorang buah hati bernama Azka Corbuzier. Di usianya yang saat ini menginjak 10 tahun, Azka sudah menjelma jadi sosok anak yang pintar bela diri, mempunyai akun Youtube, pintar akting hingga sudah merilis novelnya sendiri. Rupanya semua itu tak lepas dari parenting Deddy yang memang antimainstream.

Deddy lebih pilih ajarkan ilmu beladiri pada anak ketimbang ilmu matematika © Instagram/mastercorbuzierDeddy lebih pilih ajarkan ilmu beladiri pada anak ketimbang ilmu matematika © Instagram/mastercorbuzier


"Saat anak lain di-les kan macam-macam, saya tanya anak saya, 'Kamu mau belajar apa? Mau les apa'. Endingnya anak saya Azka les catur dan bela diri. Kalau pelajarannya jelek? Ah biar saja. Jangan takut nilai pelajaran merah, namanya belajar. Kalau tidak naik kelas? Ya biar saja. Jangan takut tidak naik kelas. School has to be fun.. Not stressful. Memarahi anak karena mereka pelajaran jelek menjadikan kita orangtua bodoh. Memarahi hal yang si anak tidak suka akan mematikan proses kreativitas mereka. Biar saja mereka berkembang sesuai apa yang mereka bisa dan diciptakan. Ingat kita semua unik. Mengapa kita diperlakukan sama?" lanjut pria berkepala plontos ini.

Selain mengkritik sistem pendidikan di sekolah, Deddy juga sedikit berkomentar mengenai sikap beberapa guru yang menurutnya tak patut dilakukan. Ya, ketika ada murid yang sedikit tertinggal pada satu mata pelajaran tertentu, mereka seharusnya diberikan semangat dan terus didukung, bukannya dijejali dengan kata-kata yang bernada negatif.

Deddy ajarkan hal-hal yang bagi publik dianggap berbahaya © Instagram/mastercorbuzierDeddy ajarkan hal-hal yang bagi publik dianggap berbahaya © Instagram/mastercorbuzier


"Pernah coba minta guru Inggris mengerjakan soal Biologi? Atau guru Matematika ujian seni rupa? Gimana kalau guru Bahasa Indonesia ujian Olahraga? Pasti kebanyakan lucu hasilnya. Inilah mengapa Saat kecil, cita-cita anak biasanya menjadi Astronot, Presiden, Polisi, Penari, Pesulap dan lain-lain. Sepertinya tidak ada yang cita-citanya menjadi.. Profesor Biologi. Kalau pun ada, pasti karena si anak nanti mulai mengenal hal itu di saat menjelang remaja dan menjadi suka. Kalau tidak? Tidak mungkin berita-cita jadi ahli Akuntan dan lain-lain. Lalu mengapa ketika kita besar cita cita jadi presiden berganti jadi asisten dosen? Atau Astronot jadi Akuntan? Atau pesulap jadi kerja di bank. Simple... Coz the parents and the environment including the school refuse the ideas and push their own goals," tulis Deddy lebih jauh.

"Saya ingat sekali saat saya SMP nilai akuntansi saya 4. Lalu si guru marah sambil berkata, 'kamu nggak bisa akuntan nggak akan sukses kamu! Mau jadi apa?'. Mungkin sekarang bisa saya jawab. Saya sukses di bidang lain saja ya. Lalu saya bayar seorang akuntan untuk kerja buat saya. Si anak dijejali pelajaran yang bahkan mereka tidak mau, tidak suka dan dijejalinya sampai eneg. Bukan diperkenalkan," sambungnya.

Deddy ingin maksimalkan apa yang anaknya sukai © Instagram/mastercorbuzierDeddy ingin maksimalkan apa yang anaknya sukai © Instagram/mastercorbuzier

Kesimpulannya, Deddy ingin para guru dan juga semua sekolah mulai mengenali bakat setiap muridnya lebih dalam, lalu menguatkannya pada poin tersebut. Jika tidak ada perubahan, maka menurut Deddy potensial terbesar dari para murid bakal hilang begitu saja.

"Pernah menghafal peta buta? Aneh bukan. Sampai detik ini setiap saya tersesat saya pakai GPS. Setiap saya beli peta, selama ini ada tulisannya. Nah lalu saya belajar peta buta itu untuk apa ya? Oh saya tau... Mungkin mereka berpikir siapa tau saya akan jadi Indiana Jones. Change the way you think. If not, you kill your kids' most potential ability and make them DUMB. YES DUMB. I dont need kids who know everything. I need kids who do good on what they love," pungkasnya.

Nah, KLovers setuju nggak kira-kira dengan pandangan Deddy tentang pendidikan di atas? Jangan lupa tulis komentarmu ya!

(kpl/gtr)


REKOMENDASI
TRENDING