SELEBRITI

Pengakuan Maz Jobrani Pernah Bawakan Materi Stand Up yang Tak Lucu

Sabtu, 03 Agustus 2019 03:03 Penulis: Guntur Merdekawan

Maz Jobrani / Credit: KapanLagi - Budy Santoso

Kapanlagi.com - JICOMFEST 2019 bakal jadi acara stand up comedian terbesar di Indonesia. Sederet nama komika Tanah Air hingga Internasional bakal turut hadir untuk meramaikan event ini. Dari 3 nama komika luar negeri, 1 nama yang paling dinanti adalah Maz Jobrani.

Maz Jobrani merupakan komika berdarah Iran yang populer di Amerika. Ia kini bahkan sudah punya berbagai program di platform Netflix. Meski sebenarnya bisa jadi seorang aktor komedi, namun Maz Jobrani punya alasan tersendiri kenapa Ia lebih memilih untuk jadi stand up comedian.

"Saya suka stand-up comedy karena yang pertama, komedian berdiri di atas panggung dan berbicara dari sudut pandangnya. Kamu bisa menemukan sudut pandang yang berbeda-beda dari setiap komedian, dari Kevin Hart, Russell Peters atau Dave Chappelle. Setiap kamu menonton stand up comedian yang berbeda, kamu akan melihat dan mendengar sesuatu yang tidak kamu kira sebelumnya. Itulah akhirnya yang membuat lucu," ujarnya ketika ditemui KapanLagi.com belum lama ini.

1. Bawa Pesan Positif di Tiap Materi

Tujuan utama Maz Jobrani sebagai seorang komika memang untuk menghibur para penonton. Namun di sisi lain, Ia selalu menyisipkan pesan-pesan positif di tiap materi yang dibawakannya.

"Seperti punch line, kamu tidak akan pernah tau apa akhirnya tapi bisa membuatmu tertawa. Hebatnya lagi, komedi bisa membuat kamu untuk merasakan hal yang sama dengan komedian yang ada di atas panggung. Ini bisa membuatmu simpati satu sama lain dan tentu bisa meredakan stress. Sangat menyenangkan menghilangkan stress dengan tertawa. Komedi adalah cara yang baik untuk menyampaikan pesan dengan cara yang menyenangkan," sambungnya.

2. Pernah Bawakan Materi Tak Lucu

Salah satu tantangan besar dari seorang stand up comedian adalah menghindari materi yang tidak lucu. Tentunya sebelum bisa sampai ke titik ini, Maz Jobrani pernah mengalami fase-fase sulit tersebut.

"Kalau kamu memang serius di dunia stand-up comedy, kamu harus naik ke atas panggung mungkin 5-10 kali dalam satu minggu. Kadang-kadang kita juga naik ke atas panggung 2-3 kali dalam satu malam. Dari banyaknya panggung, pasti kamu pernah tidak lucu. Di situ, kamu bisa terus lanjut atau mengakui kalau itu memang tidak lucu, atau alasan lain seperti kamu memang sedang mencoba materi untuk pertunjukan di tempat lain," ungkap pria berusia 47 tahun itu.

3. Belajar Dari Kesalahan

Pada akhirnya, pengalaman adalah guru terbaik bagi seorang stand up comedian. Meski pernah tampil tak sesuai ekspektasi, Maz Jobrani selalu mengevaluasi penampilannya dan berusaha untuk memperbaikinya demi performance selanjutnya. Dan hal itu dilakukannya secara terus-menerus.

"Sepertinya dibutuhkan 5-7 tahun untuk menjadi komedi dengan materi yang kuat. Stand-up comedy adalah sebuah proses untuk terus belajar dan bukan sebuah hasil. Sampai akhirnya kamu punya spesial dan ditayangkan di Netflix, HBO atau lainnya. Intinya tentang terus belajar dan berkembang. Kalau kamu punya materi yang buruk, kamu punya pilihan untuk memperbaikinya dan terus jalan. Ini berlaku untuk apa saja. Banyak komedian yang awalnya tidak lucu dan bisa saja bilang bahwa dia memang tidak lucu atau tidak pantas menjadi komedian. Lalu kamu pindah ke tempat lain dan naik ke panggung lagi dan ternyata mereka tertawa dan akhirnya sadar bahwa ini sangat luar biasa. Jadi, kamu harus terus mencoba dan terus berproses," tutupnya.


REKOMENDASI
TRENDING