SELEBRITI

Cita-Cita Maz Jobrani Jadi Komedian Sempat Tak Direstui Orangtua

Sabtu, 03 Agustus 2019 03:00 Penulis: Guntur Merdekawan

Maz Jobrani / Credit: KapanLagi - Budy Santoso

Kapanlagi.com - Maz Jobrani jadi salah satu komika luar negeri yang dihadirkan dalam JICOMFEST 2019. Seperti dikethaui, Maz Jobrani lebih populer di Amerika meski Ia sebenarnya lahir di Iran. Namun tentunya, perjuangan Maz Jobrani hingga sampai titik ini tak mudah.

Kepada KapanLagi.com, pria berusia 47 tahun itu menceritakan awal mula kecintaannya pada dunia komedi. Rupanya ada satu sosok komedian Internasional yang begitu menginspirasinya untuk ikutan terjun ke dunia serupa.

"Pertama, saya mencintai komedi. Sebelum menjadi seorang komedian, saya adalah fans dari komedi itu sendiri. Saya lahir di Iran, tapi saya tumbuh di Amerika. Ketika sekitar berumur 10 tahun, saya menemukan Eddy Murphy. Dia sangat menginspirasi saya dan saya ingin menjadi seperti dia," ungkap Maz Jobrani belum lama ini.

1. Sempat Tak Disetujui Orangtua

Tak bisa dipungkiri jika komedian bukanlah sebuah profesi yang diharapkan orangtua untuk anaknya. Hal itu juga terjadi pada keluarga Maz Jobrani, di mana kedua orangtuanya awalnya tak menyetujui keputusannya.

"Saya berasal dari orangtua Iran. Mungkin orangtua di Indonesia, bahkan Asia atau India sekalipun ingin anak-anaknya menjadi seorang dokter atau pengacara atau lainnya. Komedi bukanlah hal yang diinginkan orangtua saya. Tapi aku tetap melakukannya dan akhirnya membuat saya bisa melihat dunia," sambungnya.

2. Selalu Selipkan Pesan Positif

Tak sekedar tampil lucu dan menghibur, Maz Jobrani juga selalu mencoba untuk menyelipkan pesan positif di tiap materi yang dibawakannya. Seperti diketahui, ayah 2 anak itu begitu lekat dengan gaya lawakannya seputar orang Timur Tengah dan perjuangan mereka tinggal di Amerika.

"Saya pikir, hal pertama dalam komedi adalah menjadi lucu. Itu adalah hal yang terpenting. Untuk saya yang tinggal di Amerika, saya berusaha untuk menyisipkan pesan di dalamnya, pesan yang menunjukkan pesan positif. Tentang muslim, tentang Timur Tengah, tentang Asia, semuanya dari sisi positif. Tapi tetap tujuan utama saya adalah untuk menjadi lucu. Kuncinya adalah, sampaikan apa yang kamu temukan lucu dan biarkan penonton menikmati perjalanan denganmu," jelas Maz Jobrani.


REKOMENDASI
TRENDING