Penipuan di Indonesian Top Model 2015 Libatkan Miliaran Rupiah

Jum'at, 13 November 2015 23:15 Penulis: Guntur Merdekawan
Penipuan di Indonesian Top Model 2015 Libatkan Miliaran Rupiah Pieter Ell © KapanLagi.com®/Hendra Gunawan
Kapanlagi.com - Sebuah kasus penipuan baru saja terjadi di ajang yang sudah melahirkan puluhan model top seperti Arzeti Bilbina, Rico Tampati dan masih banyak lainnya, yakni Indonesian Top Model. Yayasan Pembina Model Indonesia (YAPMI) selaku penyelenggara diduga ditipu oleh PT Pranada Indonesia saat menyelenggarakan ajang Indonesian Top Model 2015.

Setelah Indonesian Top Model 2015 digelar dan merilis 10 nama sebagai pemenang, PT Pranada Indonesia selaku investor tidak memenuhi janjinya yang (katanya) akan memberi hadiah. Tak main-main, jumlah hadiah yang dibicarakan adalah miliaran rupiah, sebuah angka yang tidak kecil tentunya. Walhasil, hadiah pun ditalangi oleh YAPMI.

"Terkait kerjasama antara YAPMI dengan PT Pranada Indonesia yang ditandatangani pada 28 Maret 2015 bernilai kontrak Rp 13 miliar. Kerjasama dengan Rizky Firmansyah selaku Direktur PT Pranada Indonesia. Semua biaya yang dijanjikan Pranada tidak pernah dicairkan ke YAPMI," terang Pieter Ell kuasa hukum YAPMI di kawasan Rawamangun, Jakarta, Kamis (12/11).

Pieter Ell ikut perjuangkan hak para peserta Indonesian Top Model © KapanLagi.com®/Hendra GunawanPieter Ell ikut perjuangkan hak para peserta Indonesian Top Model © KapanLagi.com®/Hendra Gunawan

Tak ingin kasus ini berlarut-larut, YAPMI pun melaporkan direktur PT Pranada Indonesia, Rizky Firmansyah. Nah, karena belum adanya kejelasan dari  perkembangan kasus itu membuat Rizky ganti melaporkan balik YAPMI atas dugaan pemerasan.

"Untuk itu YAPMI melaporkan PT Pranada Indonesia ke Polda Metro Jaya pada 16 Juni 2015 lalu. Dan pada 17 Juli 2015, Rizky membuat pernyataan akan melunasi hutangnya. Sampai kini, tidak ada itikad baik darinya," sambung pria yang juga jadi kuasa hukum mucikari RA itu.

Gara-gara laporan balik dari Rizky, ketua YAPMI Pusat, Iwan Setiawan berencana mendatangi Polda Meto Jaya untuk menanyakan menanyakan laporan yang dibuat Rizky. "Anehnya klien kami malah dilaporkan balik melakukan tindak pemerasan. Kami akan datangi Polda untuk mempertanyakan keadilan, kami tanyakan Rp 13 M harus dibayarkan oleh Rizky," sambungnya lagi.

Dalam kesempatan itu, Iwan juga meminta pertanggung jawaban Rizky untuk memenuhi janji. Sebab hingga sekarang 10 pemenang yang rencananya akan mendapat hadiah juga akan diberangkatkan ke Australia. Hingga kini nasib mereka masih belum jelas.

"Audisi Indonesian Top Model ini dari berbagai daerah, pemenangnya dijanjikan Rp 1 miliar dan katanya akan berangkat ke Australia sebanyak 10 orang. Kita berharap dia (Rizky) segera membayarnya, kasihan pemenangnya hanya diberikan janji saja," tandas Iwan Setiawan.

(kpl/gtr/gtr)

Reporter:

Guntur Merdekawan

REKOMENDASI
TRENDING