Pertunjukan 'Pasar Dangdoet: Semesta Berdendank' Sukses Digelar, Sosok Euis Jadi Sorotan
Pasar Dangdoet: Semesta Berdendank © Istimewa
Kapanlagi.com - Gemuruh tepuk tangan memenuhi ruang Taman Ismail Marzuki saat pertunjukan musikal Pasar Dangdoet: Semesta Berdendank resmi menutup rangkaiannya pada Sabtu (4/4/2026).
Pementasan ini tak sekadar meriah, tetapi juga sukses menghadirkan energi dangdut yang segar memadukan emosi, humor, dan potret kehidupan yang terasa begitu dekat dengan keseharian penonton.
Dari deretan pemain yang tampil, sorotan publik justru mengarah pada satu nama: karakter utama perempuan, Euis. Tokoh ini diperankan oleh Hani Khumaira yang langsung mencuri perhatian sejak awal pertunjukan. Tak hanya mengandalkan kekuatan vokal, Hani juga menunjukkan pendalaman karakter yang kuat hingga terasa begitu nyata di atas panggung.
Advertisement
1. Bukan Hal Instan
Di usia 17 tahun, Hani menunjukkan kapasitas akting dan performa yang melampaui usianya. Remaja berdarah Minang ini merupakan putri dari Lisda Hendrajoni dan Hendrajoni, dengan latar belakang seni yang mengalir dari sang ibu yang dikenal sebagai penyanyi religi.
Perjalanan bakatnya pun bukan hal instan. Sejak duduk di bangku SMP, Hani telah menorehkan prestasi dengan menjuarai lomba menyanyi di Al-Azhar dan aktif sebagai Ketua Vocal Group Rawdha Voice.
Kini, langkahnya di dunia hiburan semakin serius. Selain menjalani aktivitas sebagai mahasiswi di Jakarta, ia juga tergabung dalam Godslave Management yang berada di bawah naungan Atta Halilintar, serta mulai menerima berbagai tawaran film.
2. Aura Bintang
Meski tergolong pendatang baru, penampilannya dalam Semesta Berdendank justru menunjukkan aura bintang utama yang siap melangkah lebih jauh di industri hiburan.
Hani pun mengaku bangga bisa tampil di panggung Teater Jakarta. Baginya, kesempatan tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang penuh perjuangan.
“Ini pengalaman yang luar biasa. Bisa tampil di panggung sebesar ini, dengan tim yang hebat, jadi momen yang sangat berharga buat saya,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (10/4/2026).
3. Kehidupan Pasar Tradisional
Secara keseluruhan, musikal ini mengangkat kisah kehidupan pasar tradisional yang terhimpit arus modernisasi. Cerita berpusat pada tokoh Adeng, sosok yang bercita-cita menjadi aktor dan komika, namun harus menghadapi tuntutan realita dan keluarga. Konflik tersebut disajikan melalui balutan musik dangdut, dialog ringan, serta emosi yang relevan dengan kehidupan banyak orang.
Lebih dari sekadar hiburan, Semesta Berdendank hadir sebagai refleksi sosial—tentang mimpi yang kerap berbenturan dengan kenyataan, serta harapan yang tak selalu berjalan seiring dengan tekanan hidup.
Di balik kemegahan panggung, produksi ini melalui proses panjang selama tujuh bulan latihan, melibatkan 42 pemain dan total 163 kru. Seluruhnya digerakkan oleh semangat Semesta dari Prasetiya Mulya yang mengusung misi besar: menghidupkan kembali seni budaya Indonesia dalam kemasan modern.
(Ibunda Zaskia Adya Mecca Alami Serangan Stroke dan dibawa ke UGD.)
(kpl/aal/tdr)
Advertisement
D Academy 8
-
Dangdut Academy Selfi Yamma Ciptakan Lagu 'Permainan Cintamu' untuk Rani Zamala
-
Dangdut Academy Mila DA7 dan Valen DA7, Tampil Kompak Ala Barbie & Ken di DA8