SELEBRITI

Polemik RUU Permusikan, Anang Hermansyah: Bukan Saya Yang Bikin UU

Senin, 04 Februari 2019 17:15 Penulis: Sanjaya Ferryanto

Anang Hermansyah © Kapanlagi/Agus Apriyanto

Kapanlagi.com - Musisi sekaligus politikus yang menjadi Anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah membuka diskusi terkait Rancangan Undang Undang (RUU) Permusikan, di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, Senin (4/2/2019). Dalam duskusi tersebut, ratusan musisi hadir untuk berdiskusi mengenai rancangan Rancangan Undang Undang (RUU) tersebut.

Mulai dari Arian Seringai, Iga Massardi, Dewa Budjana, Marcel Siahaan, Kunto Aji, Armand Maulana, Che Cupumanik, Once Mekel, Eva Celia, Rara Sekar, Eva Celia, Jason Ranti hingga Danila Riyadi hadir dalam acara tersebut.

"Yang paling saya rispek adalah hari ini ramai. Musisi Hadir bersama sama. Ini momen yang tidak mudah, ini luar biasa dalam sejarah musik indonesia. Kita bisa hadir untuk dengan kepala dingin, dari rumah dengan bismilah, dan memberi masukan tentang draft RUU permusikan, atau yang bisa juga disebut draft RUU tata kelola musik atau draft RUU tata kelola industri musik. Ini diluar ekspektasi saya," kata Anang di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, Senin (4/2/2019).

1. Berikan Penjelasan Tentang RUU Permusikan

Selama diskusi berlangsung, Anang memberikan penjelasannya tentang RUU Permusikan. Para musisi yang hadir pun menyimak sangat serius. Setelah memberikan penjelasan RUU Permusikan, musisi yang hadir diberi kesempatan bertanya mengenai hal tersebut.

"Banyak musisi yg mencibir apa yang Anang bisa lakukan sebagai anggota partai. Hal itu yang justru akhirnya mendorong saya untuk masuk parlemen dan perjuangkan profesi ini. Saya ingin hari ini kita sama sama curahkan kepintaran kita. Saat ini kan kita masih lihat senior senior yang sakit, akhirnya kita buat penggalangan dana segala macam. Tapi mau sampai kapan begitu? padahal karyanya beliau masih diputar di mana mana. Siapa yg pikirkan royaltinya dia?," katanya.

2. Bukan Anang Yang Membuat UU

Selain Anang, diskusi ini juga menghadirkan Kepala Pusat Perancangan Undang-Undang, Dr. Inosentius Samsul, S.H., M.Hum. Menurut Anang, yang membuat RUU Permusikan.

"Kalau ada kekurangan silakan bilang dan kami buka diri untuk berdiskusi dan memperbaiki naskah. Proses ini masih panjang. Ini hanya satu contoh UU di DPR. Tahun ini kami tangani 54 rancangan UU. Membuat RUU itu sangat penuh dinamika, pandangan, dan kepentingan. Makanya wajar jika dikritik. Sebuah anugerah ketika kami diberi respon positif begini," kata Inosentius Samsul.

"RUU permusikan ini sudah tumbuh sejak 5 sampai 10 tahun terakhir ini. Saat komisi X mengajukan RUU ini mulanya ditolak karena kalah saing dengan RUU kedokteran. Saat ini juga kami sedang pikirin RUU kebidanan. Karena saat itu kami merasa musik bukan profesi yg harus dipikirkan. Kami saat ini juga sedang bahas RUU untuk dokter guru," sambungnya.

"Tapi seiring berjalannya waktu, banyak musisi yang menjerit ke kita saat RUU ini akan disusun. Mereka bercerita kalau nasib mereka tidak baik meski bisa bikin lagu. AS sudah sahkan sebuah peraturan untuk kepentingan pencipta dan pelaku Industri musik," katanya lagi.

"Jadi bukan saya kan yang bikin UU," sahut Anang.

3. Tanya Jawab

Dalam diskusi tersebut, musisi yang hadir diberikan kesempatan bertanya mengenai RUU Permusikan. Rara Sekar dan Marcell Siahaan musisi yang bertanya langsung kepada Anang Hermansyah soal RUU Permusikan. Ada beberapa pertanyaan yang disampaikan oleh kakak dari musisi Isyana Sarasvati itu.

"Oke Mas anang tadi bilang nggak buat RUU, tapi mas anang minta bantuan tim untuk buat RUU ini. Tapi Mas Anang sebenarnya baca nggak sih naskah akademisnya? Kenapa sih RUU ini harus dibuat? Urgensinya apa, kenapa ini lebih penting dari pada RUU PKS (Pemajuan Kebudayaan Seni)," tanya Rara kepada Anang.

"Saya berasumsi mas Anang sudah baca naskahnya, ya. Dasar-dasar dari pasal itu sangat tidak relevan. Masa ada landasan yang diambil dari blogspot, mengutip makalah anak SMK. Ini menyedihkan buat saya. Saya sekarang jadi nggak kebayang berapa banyak UU di Indonesia yg dilandasi oleh sumber seperti ini. Yang harus diuji kompetensi menurut pasal 32 itu sebenernya musisi atau badan penyusun UU sih?," lanjut Rara.

Anang pun langsung menjawab pertanyaan dari Rara Sekar. "Kita membaca. Dari sedemikian panjangnya kita baca. RUU permusikan kita bahas juga. Tapi mungkin ada pasal pasal yang terlewat. Ini juga kan masih draft. Butuh masukan dari kita semua. Makanya hari ini kita ketemu," jawab Anang.

4. Belum Ada Titik Temu

Kurang lebih tiga jam diskusi itu berlangsung. Sayang, dalam diskusi RUU Permusikkan belum ada titik temu. Namun, masukan yang diberikan musisi-musisi yang hadir akan ditampung oleh Anang Hermansyah.

"Di DM IG kami banyak banget masukan. Ada yang bicara soal pungli pertunjukan. Kontroversi ini terjadi memang sudah seharusnya. Sudah seharusnya kita bisa duduk bareng begini. Terima kasih mas Anang bisa terbuka seperti ini. Gue berharap kelanjutannya kita bisa buat forum bersama lagi," kata Glenn yang menjadi moderator diskusi tersebut.

(kpl/far/frs)

Reporter: Fikri Alfi Rosyadi


REKOMENDASI
TRENDING