Pra-Peradilan Kasus Dhani Ditolak, Farhat Siapkan 'Senjata' Baru

Jum'at, 04 September 2015 17:35 Penulis: Guntur Merdekawan
Pra-Peradilan Kasus Dhani Ditolak, Farhat Siapkan 'Senjata' Baru Farhat Abbas © KapanLagi.com®/Budy Santoso
Kapanlagi.com - Pasca dilaporkan Ahmad Dhani atas kasus pencemaran nama baik beberapa waktu lalu, Farhat Abbas tak tinggal diam begitu saja. Ia mengajukan sebuah permohonan pra-peradilan pada hakim untuk penetapan kasus tersangkanya.

Sayangnya, permohonan yang ia ajukan ditolak mentah-mentah oleh hakim dengan beberapa alasan. Menanggapi hal itu, Farhat terlihat santai karena sudah berencana untuk melakukan gugatan lain pada bos RCM.

"Sebenarnya, tidak terima (kalah). Diterima eksepsi jaksa agar pihak kejaksaan tidak dilibatkan sehingga hakim belum memutus dan memberi kesempatan untuk kita. Khusus mengajukan praperadilan, mengeluarkan jaksa dan fight-nya dengan kepolisian. Mungkin dalam 1 atau 2 hari akan mendaftarkan kembali (pra-peradilan)," ujar Farhat ketika ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Farhat santai meski permohonan ditolak © KapanLagi.com®/Budy SantosoFarhat santai meski permohonan ditolak © KapanLagi.com®/Budy Santoso

Berkaca dari kekalahan pertamanya, Farhat sudah menyiapkan beberapa 'amunisi' baru untuk menguatkan gugatannya. Masukan dari majelis juga ia jadikan sebuah pelajaran agar ia lebih siap menghadapi sidang selanjutnya.

"Sebenernya nggak kecewa (kalah), ini kan cuma proses. Mungkin waktu kita mengajukan gugatan, kita tidak membahas peran kejaksaan. Ini masukan yang baik dari majelis, jadi kita akan kembali mendaftarkan gugatan permohonan peradilan kepada penyidik. Nggak, nggak berat kok. Kita akan perbaiki permohonan, kita akan menambah ahli saksi, ahli bahasa," sambung mantan suami Nia Daniati itu.

Di saat Farhat optimis dengan permohonannya, pihak Dhani juga tak kalah percaya diri. Suami dari Mulan Jameela itu bersama kuasa hukumnya, Ramdhan Alamsyah mengaku sudah menyiapkan bukti-bukti kuat untuk menjebloskan Farhat ke dalam penjara nantinya.

(kpl/aal/gtr)

Reporter:

Sahal Fadhli


REKOMENDASI
TRENDING