Saksi Beratkan Ferry Surya Prakasa

Kapanlagi.com - Sidang kasus pembunuhan penyanyi Alda Risma dengan tersangka Ferry Surya Prakasa kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (22/5). Dalam sidang yang beragendakan kesaksian dari dua orang yang berprofesi sebagai tukang obat itu, diketahui kalau Ferry adalah orang yang menyuntikan obat ke tubuh Alda, sebelum penyanyi asal Bogor itu tewas.

Fakta itu diungkapkan Zein Wilmar, saksi yang juga pelayan toko obat Era Baru, toko yang didatangi Ferry saat membeli sejumlah obat-obatan dan alat suntik. Seperti diceritakannya di depan persidangan kemarin, pada 12 Desember 2006, dirinya mengantarkan obat pesanan Ferry ke kamar 432 Hotel Grand Menteng.

Secara bergantian, Indra dan Zein menceritakan detik-detik sesaat sebelum kematian Alda. Keduanya mengaku sempat melihat Alda bersandar di tembok kamar hotel, dengan menggunakan celana renang dan BH berwarna hitam.

"Saat saya dan Zein masuk, kami melihat Alda nyender di tembok. Waktu itu, Alda menggunakan celana renang warna hitam dan BH warna hitam," kata Indra.

Indra menambahkan, saat mereka masuk, Ferry yang tengah diinfus langsung mengambil selimut untuk menutupi tubuh mulus Alda yang terlihat lemas.

Lantaran terburu-buru menutupi tubuh Alda dengan selimut, infus di tangan Ferry pun terlepas. Dari tangan kirinya yang diinfus itulah darah segar mengalir. Hal ini sekaligus menjawab adanya darah di sprei kamar 432.

"Saya yang bersihin darah di tangan Ferry. Ya, itu darahnya," ujar Indra saat ia ditunjukkan darah yang ada di sprei.

Di kamar 432 itu, Indra pun sempat melihat cairan merk 'milos' di tas Ferry, yang diketahuinya sebagai cairan dalam proses anastesi. Setelah suntikan yang diberikan Ferry via infus, Indra melihat Alda dalam kondisi fly. Penyanyi asal Bogor itu kembali mendapat suntikan di kaki.

"Abis disuntik Alda langsung kejang," cerita Indra.

Setelah kejang dan tangannya terhempas di kasur, Ferry lalu menempelkan telinganya ke dada Alda guna mendengarkan detak jantung kekasihnya itu. Ferry juga menggoyang-goyangkan tubuh Alda sebanyak tiga kali, namun Alda tetap tak bergerak.

Dikatakannya, Alda meninggal dunia sekitar pukul 09.00 WIB, 12 Desember 2006. Setelah pasti bahwa Alda tak bernyawa lagi, Ferry mengancam Indra dan Zein untuk tidak menceritakan kejadian ini dan mengatakan jika dirinya anggota polisi militer.

Ferry pun menyuruh keduanya pergi dari Jakarta sambil Ferry memberikan emas batangan seberat 100 gram untuk dijual seharga Rp 15 juta. Keesokan harinya, Zein dan Indra pergi ke Padang dengan menaiki bus dengan diantar Ferry dari terminal Rawamangun, Jakarta Timur.

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(kl/fia)

Rekomendasi
Trending