SELEBRITI

Sebelum Cerai, Limbad dan Istri Kedua Harus Jalani Sidang Isbat untuk Sahkan Status Pernikahan Siri

Jum'at, 17 Januari 2020 16:35 Penulis: Guntur Merdekawan

Limbad © KapanLagi/Budy Santoso

Kapanlagi.com - Benazir Endang, istri kedua Limbad membuat pernyataan mengejutkan beberapa waktu lalu. Endang mengaku sudah tak bisa lagi mempertahankan biduk rumah tangganya bersama sang mentalist. Karenanya, Ia minta agar segera diceraikan saja.

Sejauh ini, Limbad masih belum berkomentar apapun terkait permintaan cerai sang istri. Namun rupanya proses perceraian sudah akan bergulir di Pengadilan Agama Tiga Raksa, Tangerang.

"Perkara yang diajukan Benazir Endang sebagai istri Limbad masuk sejak 13 Januari 2020 dan akan disidangkan pada Rabu 29 Januari 2020. Diwakili kuasa hukumnya," ungkap Humas PA Tigaraksa, Drs Jaeludin saat ditemui di Pengadilan Agama Tiga Raksa, Tangerang, Jumat (17/1).

1. Limbad dan Endang Nikah Secara Siri

Usut punya usut, Limbad dan Endang menikah secara siri. Karenanya, mereka harus menjalani sidang isbat terlebih dahulu untuk mengesahkan hubungannya secara hukum, sebelum bisa lanjut ke proses perceraian.

"Point gugatan, ada pokok cerai, disertai beberapa gugatan lain, antara lain hak asuh anak, nafkah anak. Dan istimewa perkara ini, dulunya Isbat Nikah dan ini akumulasi isbat dulu baru cerai, artinya nikah di bawah tangan (siri)," jelas Jaeludin.

"Ya isbat karena pernikahan itu tidak ada bukti tertulis dan tidak dicatat di KUA yang ada. Jadi akan ada saksi hidup nanti yang dipanggil, memenuhi syarat atau nggak pernikahannya, rukunnya, lalu Hakim mempertimbangkan itu untuk mengabulkan atau tidaknya. Kalau sudah, masuk ke perceraiannya," tambahnya.

2. Akan Lewati Proses Mediasi Terlebih Dahulu

Tentunya akan ada proses mediasi terlebih dahulu, di mana kedua pihak akan didudukkan bersama untuk mencari jalan tengah dari permasalahannya. Namun jika memang sudah tak ada harapan, barulah proses perceraian bakal dilanjutkan.

"Agenda perdana perkara pokoknya akan ada mediasi, mendamaikan, merukunkan. Kalau tidak ya masuk ke pokok perkaranya. Kalau anak, ya nanti dilihat keabsahan pernikahan itu. Hukumnya ada, status anak, waris dan sebagainya maka dilihat di status perkawinan itu," tutup Jaeludin.


REKOMENDASI
TRENDING