Sebelum Syuting, Nikita Mirzani Wajib Pompa ASI

Selasa, 09 Desember 2014 12:45 Penulis: Wulan Noviarina
Sebelum Syuting, Nikita Mirzani Wajib Pompa ASI @KapanLagi.com®/Budy Santoso
Kapanlagi.com - Memiliki bayi mungil yang masih minum ASI eksklusif membuat hidup Nikita Mirzani berubah. Kini, ia tidak bisa lagi berangkat kerja begitu saja, karena ia memiliki satu tanggungan yang harus ia lakukan.

Saat ini, bayi berusia dua bulan itu sudah memiliki berat 6 kg. Dan meski sibuk, Nikita tetap bersikukuh untuk tidak memberikan susu formula kepada putranya.

"ASI masih eksklusif. Belum pake (susu) formula)," ujar Nikita saat ditemui di Jakarta, Senin (8/12).

Dengan memberikan ASI eksklusif, Nikita mengalami beberapa hal yang kerap dirasakan oleh ibu menyusui lainnya. Payudaranya kerap sakit, dan bahkan tidak jarang jadi mengalami luka.

Nikita wajib pompa ASI sebelum kerja. @KapanLagi.com®/Budy SantosoNikita wajib pompa ASI sebelum kerja. @KapanLagi.com®/Budy Santoso


"Luka sering. Bayi minumnya banyak, selalu haus. Sekarang aja sakit (payudaranya), sensitif soalnya kan," lanjut ibu dua orang anak tersebut.

Karena ASI ini lah, Nikita jadi mengaku tidak bisa bekerja dengan tenang seperti dulu. Ia selalu kepikiran stok ASInya di rumah, cukup atau tidak untuk si buah hati.

"Mikir kalau mau ninggalin. Kalau syuting film, pompa ASI dulu baru bisa tenang," kisahnya.

Tidak hanya mengubah pola kerja Nikita, kehadiran anak hasil perkawinannya dengan Sajad Ukra itu juga membuat jadwal tidurnya berubah.

"Jam tidur berubah, bangunnya semaunya. Biasanya jam tiga bangun, nyusu, suka mentil. Kalau payudara Niki dilepas nggak mau, nempel terus sambil tidur. Pas nyusu harus pelan-pelan, baru bisa kelepas," urainya.

Selain itu, Nikita juga mengaku tidak bisa mempercayakan anaknya begitu saja kepada orang lain. Karena itulah. ia memilih saudaranya untuk menjaga si kecil saat ia sedang bekerja.

"Yang dipercayain teteh, tante juga. Nggak ninggalin sama orang," pungkasnya.

(kpl/aal/phi)

Reporter:

Sahal Fadhli


REKOMENDASI
TRENDING