Selebriti Cuma Jualan Skandal Demi Terkenal, Pantaskah Begitu?

Jum'at, 30 September 2016 06:15 Penulis: Risang Sudrajad
Selebriti Cuma Jualan Skandal Demi Terkenal, Pantaskah Begitu? Ilustrasi © fbcoverstreet.com

Kapanlagi.com - Eksistensi seorang seniman tentu saja diukur dari karya yang mereka buat. Bisa dibilang, karya merupakan sebuah cerminan dari sosok yang membuatnya. Semakin luar biasa karya yang mereka buat, maka semakin besar pula nama seniman tersebut di mata publik.

Kita ambil contohnya dari dunia musik, seorang seniman (dalam konteks ini adalah seorang penyanyi) harus memiliki sebuah senjata ampun untuk bersaing di kerasnya industri. Senjata yang dimaksud adalah lagu. Tak bisa dipungkiri, seorang penyanyi (seharusnya) menjual karya bukan sensasi. Benar seperti itu kan?

Banyak musisi kita yang mampu membuat nama mereka tetap abadi hingga saat ini karena karya luar biasa yang mereka buat. Sebelum era milenia, Panbers, Koes Plus dan nama-nama lain merupakan contoh musisi legendaris Tanah Air. Masuk ke era yang lebih modern, band-band seperti Slank, Gigi hingga Padi tetaplah diingat sampai saat ini.

Tak cukup sampai di situ, kini semakin banyak musisi muda berbakat yang benar-benar memiliki kualitas bermusik. Bila harus menyebut nama, rasanya tak akan berlebihan kalau memasukkan nama Raisa, Isyana Sarasvati hingga Tulus ke dalam kategori ini.

Setuju dengan quotes ini? © boldomatic.comSetuju dengan quotes ini? © boldomatic.com



Dan benar saja, kerja keras memang tak akan pernah mengkhianati. Perjuangan para musisi ini untuk terus eksis akhirnya diganjar dengan berbagai penghargaan di ajang-ajang musik bergengsi.

Satu yang pasti, kesuksesan tak akan pernah datang terlalu cepat. Bahkan tak jarang, ada banyak jalan terjal yang siap menghadang dalam perjalanan menuju puncak. Namun hal ini justru menjadi ujian buat sang penyanyi agar lebih kuat lagi ke depannya.

Ironisnya, tak semua orang sadar betapa pentingnya sebuah proses. Ada yang mencoba untuk mengambil jalan pintas menuju sebuah kesuksesan, dalam hal ini adalah ketenaran. Salah satu cara yang lazim dipakai adalah membuat sebuah sensasi atau skandal.

Sensasi atau skandal di sini banyak macamnya mulai dari isu selingkuh, pengakuan yang bikin heboh hingga cara-cara lain. Sadar ataupun tidak, perhatian publik akan tersita dengan berbagai isu yang di-blast oleh media. 

Apa saja karya-karya Kim Kardashian selain sensasi? © whisper.shApa saja karya-karya Kim Kardashian selain sensasi? © whisper.sh



Hal seperti ini (membuat sebuah sensasi) juga diakui oleh Dennis Adhiswara yang notabene merupakan salah satu bagian dari industri dunia hiburan Indonesia. Ia mengatakan kalau sensasi ataupun drama

"Kalau kamu adalah seorang bintang baru, kamu harus punya sejumlah uang untuk membayar wartawan dan sebagian uangnya lagi untuk membayar selebriti yang udah duluan terkenal. Untuk apa? Supaya janjian bikin skandal," katanya dalam VLOG Agung Hapsah.

Kembali ke bahasan utama, kita tentu tahu betapa banyak selebritis yang (sebenarnya) hanya menjual sensasi ataupun drama hidupnya saja. Satu nama yang patut disorot dari permasalahan ini adalah Kim Kardashian. Sudah banyak orang yang merasa kalau istri Kanye West ini sebenarnya hanya artis yang hanya famous for being famous.

Siapa Kim Kardashian? Penyanyi? Bukan! Aktris di film Hollywood? Tidak Juga! Sutradara kondang? Rasanya tidak!

Yap, dia (mungkin) hanya terkenal lantaran sensasinya saja bukan karena karya. Sebuah buku yang ditulis oleh jurnalis bernama Ian Harpelin mengungkapkan kalau Kim sebenarnya menyebarkan video seks-nya sendiri demi menuai popularitas.

Dugaan tersebut semakin kuat lantaran di tahun yang sama, reality show Keeping up with the Kardashian Family ditayangkan secara perdana. Bahkan sampai sekarang, Kim K masih tetap dikenal dengan berbagai sensasinya mulai dari foto seksi hingga pemberitaan tentang kehidupannya yang lain.

Kim Kardashian, artis yang suka jualan sensasi? © TPG ImagesKim Kardashian, artis yang suka jualan sensasi? © TPG Images



Lalu bagaimana dengan dunia hiburan Indonesia sendiri? Ada beberapa selebritis yang rela melakukan settingan demi menarik perhatian publik. Baby Margaretha adalah salah satunya.

Kemesraan yang dipamerkan Baby Margaretha dan mantan kekasihnya, Henry Daniel Setya selama ini ternyata hanya dibuat-buat. Hal tersebut diakui sendiri oleh Henry. Dan memang benar, ada maksud tersembunyi di balik settingan yang dibuat Baby Margaretha.

"Saya bersedia akting menjadi calon tunangan atau calon suami Baby. Itu demi membalaskan sakit hati sahabat saya, Baby pada Chand Kelvin sekaligus memulihkan nama baik Baby agar bersih dari skandal prostitusi online. Masa punya pacar pengusaha pertambangan dan pelayaran mesti jual diri?," ungkap Henry kala itu.

Nggak cuma model seksi itu saja, Chika Jessica juga pernah mengakui kalau kisah asmaranya dengan Dwi Andhika di masa lalu hanyalah sebuah settingan saja. Bedanya, Chika memberikan klarifikasinya lewat sebuah postingan di Instagram.

"Karena sampai saat ini masih ada yang menghubung-hubungkan saya dengan orang bernama Dwi Andhika. Saya infokan sekali lagi bahwa hubungan saya dengan orang tersebut sejak dulu hanya settingan management. Kami tidak pernah punya hubungan sama sekali. Tolong stop menggunakan nama saya untuk kepentingan pribadi. Saya mohon maaf apabila hal tersebut mengecewakan fans saya dulu," bunyi klarifikasi tersebut.

Pengakuan Chika Jessica di Instagram © Instagram.com/ckjessica25Pengakuan Chika Jessica di Instagram © Instagram.com/ckjessica25



Sensasi memang bisa membuat selebritis cepat dikenal. Namun di sisi lain, popularitas yang mereka dapatkan tentu tak akan bertahan lama alias anget-anget tai ayam. Ironisnya lagi, seniman yang memang berniat untuk berkarya justru seolah kalah dengan para selebritis bermodal skandal tersebut.

"Pada saat kamu terkenal gara-gara sensasi/ skandal, kamu akan cepat terkenal. Tapi popularity kamu nggak akan sustainable. Karena yang bikin suistanable adalah karya yang kamu bikin," ujar Dennis Adhiswara.

Sebenarnya sah-sah saja seorang selebriti membuat sensasi atau drama untuk meningkatkan popularitasnya. Toh tak ada bunyi pasal atau hukum yang melarang seorang artis membuat skandal ataupun sensasi agar di-blow up.

Semua itu kembali pada pribadi masing-masing dan tentu saja penikmat dunia hiburan itu sendiri. Apakah pantas seorang selebritis yang seharusnya menjadi contoh masyarakat justru datang cuma jualan 'sampah'? Apakah pantas mereka membohongi publik hanya demi sebuah popularitas? Dan apakah bisa diterima kalau hal-hal tak mutu (skandal, sensasi dan drama) justru membuat para selebritis ini naik daun?

Bagaimana komentar kalian?

(kpl/abl)

Editor:

Risang Sudrajad


REKOMENDASI
TRENDING