Selebtwit Ivan Lanin Buka Puasa Bersama Anak Yatim dengan Membahas Bahasa

Selebtwit Ivan Lanin Buka Puasa Bersama Anak Yatim dengan Membahas Bahasa
Ivan Lanin © Kapanlagi/Akbar Prabowo Triyuwono

Kapanlagi.com - Selebtwit pemerhati Bahasa Indonesia atau yang lebih suka dipanggil Wikipediawan Bahasa Indonesia, Ivan Lanin baru menggelar buka puasa bersama anak yatim di Panti Yatim Indonesia di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan tersebut, pemilik sekitar 674 ribu followers itu tidak hanya menggelar buka puasa bersama, tetapi menyuguhkan acara edukatif yang bertajuk "Ngabuburit Bahas Bahasa" kepada anak-anak dan para volunteer.

Nyatanya, Ivan Lanin, sang Wikipediawan Bahasa Indonesia ini ditantang untuk pertama kalinya mengajar anak-anak. Tentu rasanya berbeda dengan kegiatan sehari-harinya, yaitu mengajar keterampilan Bahasa Indonesia untuk para pekerja profesional di LinguaBahasa.

1. Dikemas Menarik & Interaktif

Ivan Lanin © Kapanlagi/Akbar Prabowo Triyuwono

Sebelum memulai materi, Ivan Lanin menunjukkan kebolehannya dengan bercerita terlebih dahulu tentang empat keterampilan bahasa yang harus dikuasai, yaitu menulis, berbicara, membaca, dan menyimak kepada anak-anak.

Untuk menarik perhatian mereka, acaranya pun dikemas secara menarik dan interaktif. Pria berusia 44 tahun tersebut menanamkan beberapa pemahaman sederhana, contohnya mengenai perbedaan ejaan hasil transliterasi seperti Ramadhan menjadi Ramadan yang sesuai Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).

Suasana lalu seketika berubah menjadi riang gembira ketika anak-anak mulai diajak mempraktekkan pelajaran yang sudah didapatkan sebelumnya dalam permainan kelompok bernama "Temukan Kata".

2. Berharap Anak-Anak Dapat Memahami bahasa Indonesia

Ivan Lanin © Kapanlagi/Akbar Prabowo Triyuwono

Pada akhir acara, Ivan Lanin berharap dengan diadakan acara semacam ini, anak-anak dapat memahami Bahasa Indonesia dengan baik sejak usia dini.

"Saya berharap program ini dapat meningkatkan kesadaran tentang pentingnya memupuk keterampilan bahasa sejak dini," ucapnya di Panti Yatim Indonesia, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (26/5).

"Keterampilan bahasa diperlukan untuk berkomunikasi, berekspresi, dan bersosialisasi. Tanpa keterampilan bahasa yang meliputi menyimak, berbicara, membaca, dan menulis, gagasan tidak dapat diterima dan disampaikan dengan baik," ungkapnya lagi.

(kpl/apt/frs)

Rekomendasi

Trending