Setelah Jusuf Kalla, Raef Haggag Berniat Temui Barack Obama

Jum'at, 03 Juni 2016 06:35 Penulis: Guntur Merdekawan
Setelah Jusuf Kalla, Raef Haggag Berniat Temui Barack Obama Raef Haggag © KapanLagi.com®/Hendra Gunawan
Kapanlagi.com - Sebagai warga negara asing yang berkarir di Indonesia, Raef Haggag berbangga hati kala mendapatkan kesempatan mewawancarai wakil presiden Indonesia, Jusuf Kalla. Meski cuma 20 menit, namun waktu itu sudah dirasa cukup bagi Raef, mengingat kesibukan JK sebagai orang nomor dua di Indonesia.

"Iya saya sangat merasa beruntung. Saya kasih tahu istri. Istri saya nggak percaya kalau saya wawancara Wakil Presiden Republik Indonesia. Sebuah kebanggaan buat saya karena dia orang yang sangat sibuk. Tapi saya bisa 20 menit habiskan waktu berbincang," ujar Raef di Pasific Place, SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (1/6).

Seperti diketahui, Raef adalah seorang warga Amerika yang memiliki darah Mesir. Pria berusia 33 tahun ini menyebut jika dirinya belum pernah bertemu dengan Presiden maupun wakil Presiden Amerika Serikat.

"Jangankan mewawancarai Obama atau Joe Biden, bertatap muka aja saya belum pernah. Makanya di sisa masa jabatan mereka saya harus bertemu dengan mereka," sambungnya.

Raef bakal temui Obama! © KapanLagi.com®/Hendra GunawanRaef bakal temui Obama! © KapanLagi.com®/Hendra Gunawan

Raef mewawancarai JK karena keperluan program The Journey of a Backpacker yang dibawakannya. Ya, program tersebut akan tayang selama bulan suci Ramadan di Trans 7 nanti. JK selaku ketua umum Dewan Masjid Indonesia dimintai pendapatnya tentang program tersebut.

Menjadi host The Journey of a Backpacker, Raef seakan dapat sebuah kesempatan emas untuk menaikkan karirnya. Sebelum ini, Raef lebih dikenal sebagai seorang musisi di Amerika.

"Sangat senang ya. Tak semua orang bisa mendapatkan kesempatan seperti ini, bahkan orang Indonesia pun belum tentu," sambung Raef.

Ini merupakan season ke-2 dari The Journey of a Backpacker. Jika sebelumnya lebih menyorot pada tokoh-tokoh Islam, kali ini program ini akan lebih meliput masjid-masjid di Pulau Jawa.

"Masjid bukan cuma tempat beribadah tapi jadi pusat peradaban. Saya belajar banyak hal," pungkasnya.

(kpl/hen/gtr)


REKOMENDASI
TRENDING