Sidang Pertama Ferry Surya Diwarnai Kekecewaan Pihak Alda

Kamis, 29 Maret 2007 13:45 Penulis:
Kapanlagi.com - Sidang pertama kasus pembunuhan Alda Risma dengan terdakwa Ferry Surya Perkasa di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (29/3) berlangsung aman di bawah pengawalan ketat walau kata-kata makian sempat dilontarkan para pengunjung pada terdakwa.

Sidang pertama dengan agenda pembacaan surat dakwaan terhadap Ferry Surya Perkasa ditanggapi dengan kekecewaan berat pada pihak almarhum Alda Risma. Karena surat dakwaan tersebut dinilai bersifat umum, biasa saja dan bersifat sumir, ungkap Hotman Paris Hutapea, kuasa hukum keluarga Alda Risma.

"Sangat terlalu umum seperti sengaja dipaksakan. Suatu tindak pidana tidak mungkin bisa berhasil diproses, kalau tidak diuraikan niatnya, motivasi dia melakukan. Itu tidak ada sama sekali diuraikan dalam surat dakwaan, yang ada dalam uraian surat dakwaan terdakwa pergi ke jalan pramuka terus disuntik. Itu saja. Terus apa mereka melakukan itu ada ancaman atau sebagaianya, itu sama sekali tidak ada," ujar Hotma dengan nada tinggi.

Kondisi semakin diperkuat dengan tak adanya barang bukti. Yang ada hanya sebuah visum dokter. Bukti psikotripika pun raib entah ke mana. Sementara bukti ancaman SMS sama sekali tidak ada, padahal itu sangat penting untuk diuraikan. Satu-satunya alat bukti adalah visum dokter. Karena tidak ada alat bukti lain apapun, kata Jaksa bahwa itu yang tersedia, dimana ini akan membuat sangat mempermudah bagi terdakwa berkelit.

"Dari segi teori pembuatan surat dakwaan pun sangat mengecewakan. Setiap orang melakukan tindakan pasti ada niat dan itu tidak diuraikan artinya itu memudahkan terdakwa untuk berkelit dari pasal 340, mengenai narkoba-pun mana buktinya, tidak ada, yang ada hanya hasil visum. Bukan pasal-pasalnya yang hilang tetapi uraian kejadian tidak ada, motivasi dan tujuan terdakwa dalam surat dakwaan tidak diuraikan, hanya pergi ke Pramuka kemudian disuntik lalu mati. Itu sangat mempermudah terdakwa membela diri. Pastinya uraian tersebut harus ada, masalah terbukti atau tidak itu urusan nanti," papar Hotman.

Hotman sama sekali tidak pesimis , ia masih berharap pengadilan bisa menerapkan hukum secara konsekuen. Walau tersangka Ferry diakuinya memiliki kekuatan uang yang besar. Terbukti dari pengawalan yang super istimewa sejak ditangkap dari Singapura sampai ke Pengadilan. Wartawan pun tidak bisa mendekati terdakwa tidak seperti lazimnya terdakwa pembunuhan lainnya. Beda dengan terdakwa kasus pembunuhan Lidya Pratiwi yang sempat digebuk di depan Majelis Hakim karena dia miskin. Dan ini berbalik dengan kasus Ferry.

(kl/wwn)

Editor:


REKOMENDASI
TRENDING