Tabungan Akhirat, Edies Adelia Jadi Donatur Pesantren Digital

Senin, 30 Januari 2017 12:15 Penulis: Ahmat Effendi
Tabungan Akhirat, Edies Adelia Jadi Donatur Pesantren Digital Edies Adelia ©KapanLagi.com/Nuzulur Rakhmah

Kapanlagi.com - Tidak hanya memikirkan duniawi saja, Edies Adelia mengaku terus berburu untuk tabungan akhiratnya. Salah satunya adalah menjadi donatur untuk program Pesantren Digital yang diprakarsai oleh Dompet iHAQi Peduli (DIP) dan Yayasan Dakwah iHAQi.

Mantan istri Ferry Setiawan tertarik menjadi donatur karena program pesantren binaan Ustaz Erick Yusuf ini berbeda dari pesantren lainnya. Selain mengajarkan ilmu agama tapi juga diajarkan soal teknologi dan menjadi pengguna sosial media yang baik.

"Ini beda banget programnya. Makanya aku mau jadi donatur, karena memang membantu juga kan. Saya suka konsepnya yang menggabungkan teknologi untuk pengajaran di pesantrennya. Karena sejak kecil anak-anak sudah dikenalkan dengan gadget," ujar Eddies di peluncuran Pesantren Digital, Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, Jum'at (27/1).

Berbagai perkembangan dalam bidang teknologi saat ini seolah tak bisa dibendung. Hal ini membuat Eddies percaya bahwa pesantren digital diperlukan.

Edies berbagi lewat pesantren digital. ŠKapanLagi.com/Nuzulur RakhmahEdies berbagi lewat pesantren digital. ŠKapanLagi.com/Nuzulur Rakhmah

"Saya berharap diberikan kelancaran. Karena memang pesantren digital itu baru pertama kali dan berdampak luas. Sekalian nabung untuk bekal akhirat," tambahnya.

Ustaz Erick Yusuf pun menjelaskan konsep Pesantren Digital yang baru pertama kali ini dibuat. Pesantren tersebut fokus untuk memberikan pemahaman mendasar bagi santri tentang sosial media dan digital media.

"Karena bobotnya ini santri bisa memahami secara dasar konsep digital media atau sosial media. Bagaimana interaksi di sosmed. Selain diberikan pemahaman mengenai digital media. Tapi juga diberikan ilmu Al-Qur'an, tauhid dan lain-lain. Para santri ini akan mondok di pesantren selama 3-6 bulan," pungkas Ustaz Erick Yusuf.

(kpl/rhm/sjw)

Reporter:

Nuzulur Rakhmah


REKOMENDASI
TRENDING