SELEBRITI

Tak Hanya Penyekapan, Polisi Akan Usut Tuntas Dugaan Pengancaman yang Dilakukan Nindy Pada Mantan Sopir

Kamis, 21 Juli 2022 22:10

Instagram Nindy Ayunda

Kapanlagi.com - Kepolisian Polres Metro Jakarta Selatan masih terus mendalami kasus dugaan penyekapan yang dilakukan oleh penyanyi Nindy Ayunda. Apalagi belum lama ini Sulaiman sebagai pelapor mengaku sempat diteror untuk segera mencabut laporannya terhadap mantan istri Askara Parasady Harsono itu.

Terkait hal itu, Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Nurma Dewi saat ditemui di Polres Metro Jakarta Selatan, Rabu (21/7) mengatakan pihaknya akan menindak lanjuti pernyataan Sulaiman. Ia juga memastikan pihaknya akan melakukan pendalaman untuk mengetahui apakah benar ada teror terhadap mantan sopir Nindy Ayunda itu.

1. Lakukan Penyidikan Kembali

"Jadi, untuk teror, mungkin kami konfirmasi itu. Nanti kami melakukan penyidikan kembali. Untuk pernyataan dari Sulaiman, (eks) sopir ya, kami tetap melakukan pendalaman untuk mengetahui kejelasannya," ungkap Nurma Dewi.

Saat ini polisi juga terus mencari keberadaan Nindy Ayunda. Pasalnya polisi akan menjemput paksa ibu dua anak itu setelah tiga kali mangkir dalam pemeriksaan polisi.

2. Bergerak Cepat

"Mudah-mudahan penyidik cepat bergerak. Untuk sementara ini, penyidik tetap mencari karena sudah ada panggilan ketiga," ujarnya.

Selain itu, Nurma Dewi mengatakan bahwa pihaknya sudah menerbitkan surat penjemputan paksa terhadap Nindy Ayunda. Rencananya penjemputan itu akan dilakukan hari ini juga, Rabu (20/7).

3. Terbitkan Surat Jemput Paksa

"Hari Senin sudah kita terbitkan (surat jemput paksa). Kemudian, untuk kita membawa hari Rabu ini," tukasnya.

Diketahui Nindy Ayunda dilaporkan oleh Rini Diana, istri Sulaeman, ke Polres Jakarta Selatan pada 15 Februari 2021dengan kasus dugaan penculikan dan penyekapan. Laporan Rini tercatat dengan nomor LP/904/II/YAN2.5/2021/SPKT PMJ, atas perbuatannya itu, Nindy Ayunda disangkakan dengan Pasal 333 Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Kejahatan Terhadap Kemerdekaan Orang.

REKOMENDASI
TRENDING