Tantowi Yahya Ingin Perjuangkan Royalti Musisi
Tantowi Yahya (tengah) @foto: Aditya Saputra/KapanLagi.com®
Kapanlagi.com - Terpilihnya presenter yang juga politisi Tantowi Yahya sebagai ketua Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI) membuat dirinya ingin memperjuangkan hak para musisi yakni Royalti.“Selama ini tidak ada transparansi dari royalti. Makanya kita ingin memperkuat posisi tawar kita di industri. Kita akan perjuangkan royalti. Seniman itukan hidup dari royalti. Michael Jackson sudah mati tapi keluarganya masih dapat royalti. Karena di Amerika royalti begitu penting dan transparan. Karena sekarang erat digital kita juga akan perjuangkan transparansi RBT,” ujar Tantowi di acara Kongres PAPPRI di gedung Perwari, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (10/3).Selain memperjuangkan hak royalti para musisi, Tantowi juga berkeinginan untuk memperjuangkan hak moral para musisi. Bahkan ia sudah memikirkan ide tentang batas minimal untuk honor bagi seniman musik.“Selama ini pencipta lagu terkesan asing karena jarang dicantumkan namanya. Musisi kita juga masih kurang mendapat apresiasi. Lihat saja musisi yang nyanyi di kafe tapi bayarannya kadang di bawah standar. Profesi lain saja pasti ada upah minimum. Makanya saya usulkan harus ada semacam itu misalnya honor minimum bagi seniman,” ujar Tantowi.Bahkan, Tantowi menyarankan para musisi di Indonesia untuk mengikuti gaya musisi di Amerika. “Saya sering lihat di Amerika penyanyi cafenya itu biasanya menulis Were not work from fee, we work for tips. Jadi penyanyi cafe tidak dibayar jadi honor mereka dari tips penontonnya,” pungkasnya.
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(kpl/adt/adb)
Advertisement
