Tantowi Yahya Terkesan pada Kesadaran Masyarakat AS
Kapanlagi.com - Bagi Tantowi Yahya (44) yang sudah hampir dua bulan keliling Amerika Serikat (AS), hal paling mengesankan bukan soal kemegahan fisik atau kiprah politik dari negara adi kuasa tersebut, namun justru dalam kesadaran masyarakatnya untuk tidak banyak tergantung pada pemerintahnya.
"Di sini, organisasi-organisasi non-profit dapat hidup dan bergerak dinamis karena dukungan dari masyarakat atau sektor swasta," kata pembawa acara dan penyanyi country tersebut.
Ditemui saat acara ramah tamah di Gedung Konsulat Jenderal RI di New York (AS), pekan lalu, Tantowi mengatakan bahwa masyarakat AS memiliki kesadaran yang cukup tinggi dalam menjaga kelangsungan hidup organisasi nirlaba yang memberi manfaat bagi umum dan terkait dengan kepentingan masa depan bangsa mereka.
"Jadi, tidak heran di sini perpustakaan, museum atau kesenian memiliki ketahanan yang tinggi bahkan dapat terus berkembang meskipun kontribusi dana dari pemerintah sedikit atau tidak ada sama sekali," katanya.
Advertisement
Misalnya, perpustakaan yang banyak tersebar di AS, meski kontribusi dari pemerintahnya terbatas, namun dapat memberi pelayanan yang maksimal kepada masyarakatnya.
Kesadaran tersebut, menurut Tantowi, patut ditiru masyarakat Indonesia, apalagi saat pemerintah sedang mengalami kesulitan ekonomi.
"Di Indonesia, berapa banyak kesenian tradisional yang tersisih kemudian hilang karena tidak ada dukungan masyarakat, sementara pihak pemerintah tidak mungkin mendukung secara total," katanya.
Pemandu acara kuis Who Want To Be Millionaire itu mendapat kesempatan mengikuti program beasiswa Einsenhower Fellowships selama dua bulan sejak Maret 2005.
Meski dari Indonesia ia hanya sendiri, Tantowi mengakui, tidak bosan lantaran program yang diikutinya cukup padat.
"Selama dua bulan ini saya sudah berkeliling ke 15 negara bagian di AS dan bertemu dengan tokoh-tokoh di bidang bisnis hiburan," kata Tantowi yang dalam acara di KJRI New York itu juga didaulat untuk menyanyi.
Pekan depan, Tantowi akan kembali ke Indonesia dalam kembali menggeluti kesibukannya, termasuk acara kuis Who Want To Be Millionaire.
Mengikuti program beasiswa di AS bukan berarti acara kuis yang ratingnya cukup tinggi tersebut ditinggalnya selama dua bulan terakhir ini.
"Karena, sebelum saya berangkat, saya sudah buat paket rekamannya untuk dua bulan," kata Tantowi. Ia pun mengakui bahwa sementara ini ia belum ada ide untuk membuat kuis baru lagi.
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(*/erl)
Advertisement
