SELEBRITI

Tapaki Karir Sebagai Caleg, Kirana Larasati Batasi Syuting

Rabu, 24 Oktober 2018 15:31 Penulis: Sanjaya Ferryanto

Kirana Larasati © Kapanlagi/Budy Santoso

Kapanlagi.com - Artis cantik Kirana Larasati menapaki dunia barunya sebagai seorang caleg. Dirinya menjadi caleg dari daerah pilihan kota Cimahi.

"Kota cimahi Jabar satu," ujarnya saat dijumpai di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (23/10).

Dirinya pun dengan jujur mengakui jika telah membatasi karir keartisannya, walaupun tak meninggalkan sepenuhnya. Hal ini dikarenakan Kirana sedang disibukkan dengan kampanye.

1. Batasi Karir Keartisan

"Membatasi (karir keartisan), kemarin ada tawaran syuting film. Di saat kampanye Alhamdulillah berhubungan sama kampanye juga," tambahnya lagi.

Yang bikin salut, Kirana ternyata tak meninggalkan kewajibannya sebagai ibu walau sedang sibuk-sibuknya kampanye. Dirinya tetap mengurus dan mengantarkan anak ke sekolah.

"Ya urus anak juga. Anak saya sekolah (hari) Senin, Selasa, Rabu. Sisanya saya kampanye," tutupnya.

2. Bicara Tentang Sumpah Pemuda

Tanggal 28 Oktober diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda. Meskipun merayakan Sumpah Pemuda, nyatanya tak sedikit orang yang tak mengetahui apa itu Sumpah Pemuda.

Kirana Larasati pun berbicara mengenai Sumpah Pemuda. Menurutnya, Sumpah Pemuda adalah suatu deklarasi persatuan dengan mengesampingkan suku, daerah bahkan perbedaan bahasa.

"Sumpah pemuda itu lahir sebelum merdeka, itu deklarasi pemuda pemuda mereka. Mengesampingkan suku daerah perbedaan bahasa dan bersumpah untuk menjadi satu. Dari situ cikal bakal terjadi indonesia," ungkapnya saat dijumpai di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (23/10).

3. Bandingkan Kondisi Sekarang

Dirinya membandingkan kondisi sekarang dengan semangat Sumpah Pemuda. Menurutnya, ada banyak pemuda-pemuda Indonesia yang lupa dengan negerinya sendiri.

"Di zaman sekarang banyak terjadi dan banyak pemuda yang lupa negerinya. Jauh jauh dapat beasiswa di luar tapi ga mau balik ke negerinya. Bangga memakai bahasa ingris dibanding bahasa indonesia," tambahnya.

"Memang tidak ada salahnya, tapi janganlah kalau ga bisa bahasa inggris jadi diolok olok, kan bahasa kita bahasa indonesia. Kami sih berharap dengan hari Sumpah Pemuda ini bsa mengingatkan kembali rasa nasionalisme bangsa ini. Kalau di jaman now kelakuan kelakuan yang tidak nasionalis diharapkan bsa kembali pada fitrahnya," tutupnya.

(kpl/aal/frs)

Reporter: Sahal Fadhli


REKOMENDASI
TRENDING