Tentang Kasus Perceraian Ahok, Ryan d Masiv: Ibu Vero Wanita Kuat

Selasa, 09 Januari 2018 10:30 Penulis: Tyssa Madelina
Tentang Kasus Perceraian Ahok, Ryan d Masiv: Ibu Vero Wanita Kuat Ryan d Masiv © KapanLagi.com/Bambang E Ros

Kapanlagi.com - Kasus permohonan cerai yang diajukan oleh Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) kepada istrinya, Veronica Tan sempat menggegerkan publik. Asumsi dan tanda tanya muncul ke permukaan semenjak kasus tersebut terungkap. Tak sedikit yang kaget kala menyaksikan jalinan cinta Ahok dan Veronica kandas secara tiba-tiba, termasuk salah seorang personil d Masiv, Ryan Ekky Pradipta.

"Baru satu-dua hari ini sih ngikutin karna kau kan emang sangat selalu memperhatikam portal berita online juga, rame banget, terkejut aja sih. Kalo saya sih kebetulan tidak memihak siapa-siapa. Cukup kaget ya itu urusan pribadi banget aku tidak bisa komentar lebih dalam, cuma kaget aja, lebih ke kaget sih..." tutur Ryan d Masiv, saat ditemui di Gedung TransTV, Tendean, Jakarta Selatan, Senin (8/1).

Meskipun begitu, Ryan yakin baik Ahok maupun Veronica bisa melalui ini semua dengan baik, termasuk menghadapi komentar netizen yang menyakitkan. Terlebih, dari kacatamanya, sosok Veronica merupakan wanita yang kuat.

Ryan menganggap Ibu Vero adalah sosok wanita kuat. © KapanLagi.com/Bambang E RosRyan menganggap Ibu Vero adalah sosok wanita kuat. © KapanLagi.com/Bambang E Ros

"Mungkin sekarang orang masih bingung kok bisa cerai, ya yang aku tahu sepertinya wanita yang kuat ya Bu Veronika tapi ya itulah hidup. Kita nggak pernah tahu rahasia Tuhan, kita nggak pernah tau ke depannya gimana jadi itu udah jadi jalannya, aku nggak bisa komentar yang gimana-gimana," lanjutnya.

Melihat dari banyaknya komentar netizen yang menganggap kasus perceraian Ahok hanya bagian dari agenda politik, Ryan justru berpikiran bijak. Meski hanya tau politik dari kulit luar, namun bukan hal yang mengejutkan bahwa politik bisa jadi sangat kejam.

"Aku kebetulan kalau soal politik hanya mengamati tidak terlalu yang gimana gimana jadi kan kalo yang aku tahu politik itu tidak ada teman tidak musuh. Musuh bisa jadi kawan, kawan bisa jadi musuh. Berdoa semoga Indonesia dapat pemimpin yang baik, bisa mensejahterakan warga dan masyarakat," pungkasnya seraya berlalu.

(kpl/pur/tmd)

Reporter:

Mathias Purwanto


REKOMENDASI
TRENDING