Yenny Wahid Menolak Disebut Mutiara Bangsa

Yenny Wahid, putri Almarhum Gus Dur

Kapanlagi.com - Direktur Wahid Institut, Yenny Wahid, menolak disebut sebagai salah satu Mutiara Bangsa. Ia merasa belum pantas mendapat sebutan itu, walau sepak terjangan di berbagai aktivis wanita, terutama dalam bidang sosial, telah banyak diakui.

"Masih banyak yang lebih baik daripada saya," ujar putri almarhum Abdurrahman Wahid ini, saat temu wicara usai press conference program Mutiara Bangsa yang berlangsung di Senayan City, Rabu (28/4).

Bahwa hari ini ada niatan kita untuk berbuat baik akan berpengaruh sebagai energi positif kita dalam perilaku sehari-hari
Ikang Fawzi

Perlu untuk diketahui, tahun ini Program Mutiara Bangsa telah memasuki tahun kedua. Pada tahun lalu program 'Mutiara Bangsa' mengambil tema 'Bercermin, Berpikir, dan Bertindak'. Dan untuk tahun ini tema yang diusung adalah 'Berbagi Baik'.

Tema ini dirasa relevan dengan kondisi krisis yang dialami bangsa ini, dari bencana alam sampai kerusuhan. Dan sejak diluncurkan, program Mutiara Bangsa ini mendapat dukungan dari berbagai kalangan, termasuk selebritis, seperti Ikang Fawzi, Addie MS, Adrie Subono, dan Sandra Dewi.

Yenny Wahid menilai acara seperti 'Mutiara Bangsa' merupakan gagasan yang bagus untuk mengajak sesama berbuat baik, yang terkadang dilakukan dengan tidak sengaja.

"Bahwa hari ini ada niatan kita untuk berbuat baik akan berpengaruh sebagai energi positif kita dalam perilaku sehari-hari, baik di kantor maupun di rumah, yang akan membuat kita jauh dari keinginan membuat intrik, setia pada pasangan dan sayang sama keluarga," tuturnya.

Yenny mencontohkan dengan apa yang dilakukan oleh mendiang ayahnya, Gus Dur. Bahwa apa yang diyakini baik dan benar akan dipertahankan dengan terkadang mendapat resiko dicerca dan teraniaya secara politik, karena dia dibimbing kebenaran yang ada di dalamnya.

"Kalau bagi saya, beliau bukan Mutiara Bangsa, tapi Permata Bangsa," tandas Yeni.   

(kpl/wwn/bun)

Rekomendasi

Trending