Sinopsis Sinetron 'ORANG KETIGA' Episode 643, Tayang 23 April 2019

Selasa, 23 April 2019 16:24 Penulis: Editor KapanLagi.com
Sinopsis Sinetron 'ORANG KETIGA' Episode 643, Tayang 23 April 2019 Sinetron ORANG KETIGA (Credit: SCTV)

Kapanlagi.com - Aris dan Rosy makan siang di Kafe sambil pilih-pilih foto dari laptop Aris. Rosy masih terus cemberut. Aris mencoba mencairkan suasana dengan menggoda Rosy, “Lucu kalo cemberut, tambah chuby.” Rosy malah kesal dan mengira Aris mengatainya, “Gendutan?! Cari aja yang kurus! Yang mirip yuni! Lagian mau Rosy gendutan, bukan sapa sapa Aris ini!”

Rosy terus mengomel sampai kesedak tulang. Jreng! Rosy panik dan Aris juga panik. Rosy berusaha keluarin tapi nggak bisa. Rosy makin sesak napas. Sambil mikir dengan panic, “Kalo ga bisa keluar, terus dia meninggal, gimana? Dia belum baikan sama Aris” Orang-orang sekitar juga menjadi panik. Aris terus berusaha menolong Rosy. Akhirnya Aris memeluk pinggang Rosy dan menyentaknya sampai tulang bisa keluar. Rosy sangat lega.

Tapi Rosy teringat tadi saat dia kesedak kritis banget. Aris mencoba menenangkan Rosy dengan mengajaknya ke wastafel untuk membasuh muka Rosy supaya segar. Aris membasuh wajah Rosy dengan lembut. Deg! Rosy jadi baper menatap Aris. Aris dengan lembut menasehati Rosy, “Makaya kalo sambil makan jangan sambil ngomel.” Rosy malah teringat waktu dia kritis tadi dia belum sempat baikan sama Aris, “Gimana kalau ada apa apa dan terjadi sesuatu” Rosy serba salah.

Rosy sudah mau melunak ke Aris. Tapi saat itu, jreng! ternyata Caca ke Kafe itu karena Dimas menyuruhnya membeli konsumsi meeting di sana. Caca melihat Aris (tapi belum melihat Rosy) dan memanggilnya dengan semangat dan ceria. Jreng! Rosy kaget dan Aris juga. Caca yang melihat Aris dan Rosy jadi nggak enak dan meminta maaf sudah ganggu.

Rosy bete dan malah meninggalkan Aris. Aris serba salah. Rossy langsung mengambil flashdisk Aris di meja dan bilang, “Pilih sendiri aja! makan siang aja sama caca! Rosy ga mau ganggu!” Rosy pergi dan ngambek. Aris mumet. Caca datang dan minta maaf ke Aris. Aris bilang, “Nggak apa-apa.”

Rosy keluar dari resto dengan sedih dan kesal berpapasan dengan Riris dan Kiara yang mau datang ke sana. Riris menyapa dan bertanya, “Rosy di sini juga?” Rosy serba salah dan bilang, “Iya tadi ketemu Aris.” Kiara senang dan mengajak rosy makan bersama.

Rosy masuk lagi dan lebih-lebih mendengar Aris ada di dalam. Deg! Rosy serba salah lalu minta maaf ke Kiara, “Aku ga bisa” Kiara bertanya, “Kenapa ga bisa?” Rossy serba salah dan tidak bisa menjawab. Kemudian Rosy pamit pergi. Kiara dan Riris bingung. Tapi Riris mengajak Kiara masuk karena dia sudah lapar.

Riris dan Kiara masuk dan sangat syok melihat Aris bersama Caca yang mirip dengan Yuni. Kiara memanggil, “Tante Yuni? jadi tante yuni yang bikin tante Rosy marah?” Riris juga menjadi emosi melihat Caca yang begitu mirip dengan Yuni dan menyerang Caca dengan menyebutnya pelakor. jreng! Aris kaget dan menenangkan Riris dan bilang, “Ini bukan Yuni, ini Caca.” Jreng! Riris dan Kiara bingung. Aris serba salah. Aris mengenalkan Caca kepada Riris dan Kiara. Caca menjadi tidak enak dan akhirnya pamit.

Riris bertanya ke Aris, “Jadi ini yang katanya mirip banget sama Yuni? Ini mah betul betul mirip! Termasuk deket-deket Aris-nya mirip!” Aris serba salah dan meminta Riris, “Jangan bicara seperti itu.” Kiara juga tampak tidak suka kepada Caca karena teringat tadi Rosy pergi dengan sedih. Kiara meminta Aris, “Sama Rosy aja. Jangan sama tante tadi itu.” Aris serba salah tapi akhirnya mencairkan suasana dan bilang, “Aku maunya sama Kiara aja.”

Ivan menelfon Novi untuk memberitahunya jika dia sudah melihat Caca dan bilang, “emang mirip banget.” Ivan memberitahu bahwa Caca sudah mau balik dari kantor. Ivan meminta Novi agar memancing Caca untuk datang ke sebuah kuburan. Ivan memberitahu lokasi kuburan, blok, dan nomornya, “Cari nisan yang namanya adit. Pancing Caca ke sana.” Novi bingung, “Buat apa” Ivan bilang, “Karena itu makam anak dan Yuni yang meninggal karena cinta laknat Yuni dengan selingkuhannya. Dan kalau Caca itu bereaksi”, ivan yakin “Dia emang Yuni.” Novi akhirnya mengiyakan.

Caca sudah tiba di jalan dekat gang rumahnya. Saat novi dengan mobilnya mendatangi Caca dan turun. Caca kaget dan menyapa Novi dengan Ramah. Novi bertanya apakah Caca bisa menemaninya. Novi sok beralasan bahwa dia mau berziarah ke makam Ibunya tapi tidak suka sendirian.

Caca berfikir bahwa dia harus membersihkan rumah Aris tetapi tidak tega dengan Novi. Caca akhirnya setuju. Novi berhasil membawa Caca ke makam Adit. Novi lalu sok memancing Caca melihat ke nisan itu. Jreng! Caca sangat kaget waktu dia membaca nama Adit di sana. Caca terpaku dan menjadi gemetaran. Dia Berkaca kaca dan tanpa sadar air matanya menetes.

Novi sok kaget dan bingung, “Caca kenapa?” Caca juga bingung tapi malah jadi panik dengan perasaanya. Caca bilang, “Aku ga tau… tapi… tapi aku ga sanggup ada di sini.. ga tau kenapa.” Caca pamit pergi ke Novi. Jreng! Novi kaget dan syok, “Caca bereaksi dengan nisan itu. berarti dia Yuni?!.” Saat itu Ivan yang sedang mengintai juga melihat semua itu.

 

Penulis: Eva Nur Fauziyah

 

 

 

 

(kpl/sct/mag/eva)


REKOMENDASI
TRENDING