'Indonesian Idol' Program Baru RCTI Sejenis AFI

Kapanlagi.com - Menjadi seorang bintang dan idola ternyata bukan lagi sekadar impian. Semua orang bisa, begitu janji ajang program pencarian bakat yang tampaknya akan menjadi tren tayangan televisi kita. Tak percaya, lihat saja Veri Affandi. Peserta Akademi Fantasi Indosiar (AFI) ini dulunya hanya seorang sales. Tapi kini, siapa yang tak tahu cowok asal Langkat, Medan ini.

Jalan singkat untuk menjadi bintang ini kian digemari. Dan sukses besar yang direngkuh Akademi Fantasi Indosiar (AFI), menjadi inspirasi stasiun televisi lain untuk membuat tayangan sejenis. Terbukti, tak sampai satu minggu setelah AFI periode satu berakhir beberapa stasiun televisi sudah mulai berlomba menyiapkan tayangan sejenis. RCTI, misalnya. Minggu-minggu ini sudah gencar mempromosikan acara berjudul Indonesian Idol. Acara berdurasi satu jam ini akan mulai ditayangkan tanggal 16 April nanti. namun seleksi penjaringan peserta sudah dimulai minggu ini.

Budaya latah? "Nggak kok. Indonesia Idol ini kan dibuat berdasarkan acara yang ada jauh sebelum AFI. Kami melihat animo pemirsa cukup besar untuk tayangan kontes seperti ini, jadi kami ingin memberikan tempat bagi mereka," kata Teguh Juwarno, humas RCTI.

Lagipula, kata Teguh, Indonesian Idol juga menawarkan sesuatu yang berbeda. Indonesia Idol tak hanya menciptakan seorang idola baru tanpa konsep dan perencanaan yang jelas. Program ini bertujuan untuk mengarahkan seseorang ke arah yang terfokus dan baik, secara lokal dan internasional. "Ada cara-cara tertentu yang sudah kami programkan. Yang pasti kami tak akan menciptakan seorang bintang dengan cara yang instan," tegas Teguh.

Perbedaan lain terletak pada juri yang terlibat. Dari awal proses rekruitmen sampai finalnya nanti, juri yang terlibat adalah orang-orang yang sama. "Tujuannya agar perkembangan masing-masing kontestan dari awal sampai akhir bisa dipantau dengan baik oleh dewan juri," tambah Teguh.

Indonesian Idol bertujuan untuk mencari penyanyi terkenal dan menjadikannya sebagai bintang idola. Program ini merupakan hasil adaptasi dari kompetisi Pop Idol yang diselenggarakan pertama kali di Inggris tahun 2001. Setahun kemudian di Amerika muncul tayangan sejenis yang diberi nama American Idol. Kesuksesan yang dicapai dua negara ini ternyata menjadi inspirasi beberapa negara lain. Tak kurang ada sekitar 20 negara yang memiliki tayangan sejenis. Mulai dari Australia, Jerman sampai Kazakhistan. Puncaknya, digelar World Idol, sebuah acara pencarian bakat yang diikuti oleh para finalis masing-masing negara.

Teguh yakin, Indonesian Idol bisa mencuri perhatian pemirsa. Selain karena acaranya memang menarik, hadiah yang akan dibawa pulang juga tak main-main jumlahnya. Mobil toyota Vios, motor Honda, dan kontrak rekaman dengan label BMG plus hadiah dari sponsor di antaranya. Tak hanya itu, pemenang juga berkesempatan untuk menjadi penyanyi internasional. "Dengan ikut World Idol finalis itu sudah punya tiket untuk mencoba nasibnya menjadi penyanyi kelas dunia," promosi Teguh.

Untuk menjaring peserta RCTI akan melakukan roadshow. Ada 5 kota besar yang akan disinggahi dimulai 15 sampai 30 Maret. Yaitu Medan, Jogja, Bandung, Surabaya dan Jakarta. Dari ribuan peserta yang mendaftar itu akan dipilih menjadi 100 orang untuk diboyong ke Jakarta. Jumlah itu akan terus mengecil sampai akhirnya didapatkan 10 orang finalis saja. Mereka yang masuk dalam kelompok inilah yang akan berkesempatan untuk unjuk kebolehan di layar kaca. "Semua biaya dan akomodasi 100 orang itu untuk pergi ke Jakarta akan kami tanggung," kata Tina Arwin, Client Service Manager FremantleMedia.

Sepuluh orang finalis itu akan beradu kebolehan. Setiap minggu akan ada satu orang peserta yang harus tereliminasi. Kehidupan sehari-hari para finalis selama kompetisi berlangsung juga bisa dilihat pemirsa. RCTI akan memberikan porsi waktu selama setengah jam setiap harinya untuk menayangkannya. "Di sini akan kami perlihatkan apa saja yang dilakukan para finalis itu. Mereka tetap bisa menjadi dirinya sendiri seperti dalam kehidupan sebelumnya. Bisa nonton tv, telepon pacar, atau jalan kemana-mana. Tapi tentunya mereka tetap harus mematuhi peraturan kami. Dan tetap harus ikut workshop yang akan mengajarkan mereka banyak hal menarik," tambah Tina.

(Deswa Dangdut Academy meninggal dunia, wafat usai berjuang lawan sakit.)

(jp/erl)

Rekomendasi

Trending