CLOSE

Protes Keras Tak Halangi Hanung Rilis DVD '?'

Peluncuran DVD '?'

Kapanlagi.com - Setelah kurang lebih satu tahun lamanya film ? tayang di bioskop, kini akhirnya keluar juga DVD originalnya di toko-toko. Keluarnya DVD ini menjadi angin segar bagi pecinta film setelah sebelumnya film arahan Hanung Bramantyo ini mendapat pencekalan dari ormas FPI ketika akan ditayangkan di televisi tempo hari. Bersamaan dengan peluncuran DVD ini, diluncurkan pula novel yang diangkat dari filmnya dengan judul, HARMONI DALAM ?.

"Judul novel sendiri adalah HARMONI DALAM ?, itu merupakan sayembara dari setelah film ditayangkan," ujar Hanung saat ditemui di Gandaria City, Jaksel (21/2). Pengumuman pemenang sayembara ? ini sempat diprotes ormas sehingga harus diundur. "Makanya hari ini juga mengumumkan pemenangnya adalah Heti dari Cirebon dengan hadiah, 100 juta," imbuhnya.

“Saya menganut agama Islam yang menghormati keagamaan. Jadi kalau dikaitkan dengan Islam liberal atau pluralisme, saya menolak. Karena itu tolong dibedakan, film adalah film.„
Hanung Bramantyo

Demi menjaga keamanan saat peluncuran, Hanung dan kawan-kawan pun memilih tempat yang aman dari ancaman. Tak bisa dipungkiri bahwa protes-protes yang mereka dapat telah menimbulkan trauma. "Tak ada salah satu tempat pun yang mau karena takut adanya protes keras dari salah satu ormas tersebut, beberapa tempat menyatakan penolakan. Salah satunya, salah satu penerbit buku terbesar juga menolak," cerita Hanung. Salah satu penerbit bahkan meminta cover novel diganti demi alasan keaamanan.

Hanung bersyukur sebab di tengah protes-protes yang ia dapat, masih ada orang-orang yang tak gentar dengan protes FPI tersebut, seperti yang ada di Palangkaraya. "Banyak hal yang berubah kemudian, setelah kejadian tersebut. Ormas tersebut jadi berpikir ulang kalau berbuat hal-hal seperti sebelumnya," tuturnya. Selain di Palangkaraya, demo di bunderan HI juga menjadi aksi penolakan terhadap laku FPI.

"24 Feb nanti SCTV akan tayangkan, setelah sempat tertunda karena ada intimidasi dari ormas. Setelah adanya pengekangan hak berkarya dan kebebasan ekspresi. Kejadian kemarin dan peluncuran dvd, ini adlh titik kita mengalami keberhasilan. Ini seperti keberhasilan dari doa bersama kita," serunya.

Hanung sendiri berkali-kali menekankan bahwa filmnya ini bukanlah film yang mengajarkan orang menjadi murtad. "Nggak ada laporan juga dari kita setelah nonton film ini jadi berubah. Film tidak ada kaitannya merusak akidah," tegasnya. Film ini diungkapkan Hanung banyak mendapat protes karena dianggap kampanye dari Islam liberal padahal Hanung sendiri tak pernah ada kaitan dengan hal itu.

"Saya menganut agama islam yang menghormati keagamaan. Jadi kalau dikaitkan dengan islam liberal atau pluralisme, saya menolak. Karena itu tolong dibedakan, film adalah film," tegasnya lagi. Kini Hanung tak lagi khawatir dengan intimidasi yang ia terima. Ia santai saja selama MUI tak melabeli film ini dengan label haram.

"Bahkan MUI sendiri saja tidak ada fatwa haram. Kita juga berharap tidak ada gangguan dalam peredaran-peredaran DVD nanti," pungkasnya.  

(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)

(kpl/ato/dka)

Rekomendasi

Trending