Kapanlagi.com - Menulis daftar pustaka dari jurnal merupakan keterampilan dasar yang wajib dikuasai oleh mahasiswa, peneliti, dan akademisi. Kemampuan ini tidak hanya menunjukkan kredibilitas karya ilmiah, tetapi juga mencerminkan integritas akademik penulis.
Daftar pustaka yang disusun dengan benar memungkinkan pembaca melacak sumber asli dan memverifikasi informasi yang digunakan. Hal ini menjadi sangat penting dalam dunia akademik yang mengutamakan akurasi dan transparansi data.
Menurut American Psychological Association, penulisan daftar pustaka yang tepat bertujuan memberikan pengakuan kepada penulis asli dan membantu pembaca menemukan kembali sumber tersebut. Oleh karena itu, memahami cara buat daftar pustaka dari jurnal dengan format yang benar menjadi kebutuhan mendasar dalam penulisan ilmiah.
Daftar pustaka adalah kumpulan referensi yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah, berisi identitas lengkap sumber-sumber yang dikutip atau dirujuk. Dalam konteks jurnal, daftar pustaka mencakup nama penulis, tahun terbit, judul artikel, nama jurnal, volume, nomor, dan halaman.
Fungsi utama daftar pustaka meliputi memberikan kredit kepada penulis asli, menghindari plagiarisme, serta memudahkan pembaca melacak sumber informasi. Selain itu, daftar pustaka juga menunjukkan kredibilitas dan kualitas penelitian yang dilakukan.
Daftar pustaka dari jurnal memiliki karakteristik khusus yang membedakannya dari sumber lain. Jurnal mencantumkan volume dan nomor edisi, memiliki DOI untuk versi online, serta format penulisan judul artikel yang berbeda dengan judul buku.
Mengutip dari Pedoman Penulisan Karya Ilmiah oleh Dr. Ida Samidah, aturan penulisan daftar pustaka dari jurnal harus mencakup nama belakang, inisial nama depan, tahun penerbitan, judul artikel, nama jurnal yang dicetak miring, volume dan nomor jurnal, serta nomor halaman artikel.
Format APA Style merupakan standar penulisan yang paling umum digunakan dalam bidang psikologi, pendidikan, dan ilmu sosial. Format dasar penulisan daftar pustaka dari jurnal mengikuti pola: Nama Belakang, Inisial. (Tahun). Judul artikel. Nama Jurnal, Volume(Nomor), halaman. DOI
Penting untuk memperhatikan penggunaan tanda baca, huruf kapital, dan format italic pada nama jurnal. Konsistensi dalam penerapan format APA Style akan meningkatkan profesionalitas karya ilmiah yang disusun.
MLA Style umumnya digunakan dalam bidang bahasa, sastra, dan humaniora. Format penulisan mengikuti pola: Nama Belakang, Nama Depan. "Judul Artikel." Nama Jurnal, vol. Volume, no. Nomor, Tahun, pp. Halaman.
Format MLA Style menekankan pada penggunaan tanda kutip untuk judul artikel dan format italic untuk nama jurnal. Perhatikan juga penggunaan "vol." dan "no." sebagai singkatan volume dan nomor.
Chicago Style memiliki dua sistem: Notes-Bibliography dan Author-Date. Untuk daftar pustaka jurnal, format Author-Date lebih umum digunakan: Nama Belakang, Nama Depan. "Judul Artikel." Nama Jurnal Volume, Nomor (Tahun): Halaman. DOI
Chicago Style memberikan fleksibilitas dalam penulisan, namun konsistensi tetap menjadi kunci utama. Perhatikan penggunaan tanda baca dan format penulisan yang tepat sesuai pedoman Chicago Manual of Style.
Untuk mempermudah proses penyusunan daftar pustaka dari jurnal, beberapa tips praktis dapat diterapkan. Pertama, selalu catat informasi lengkap jurnal saat pertama kali membacanya untuk menghindari kesulitan mencari data kemudian.
Mengutip dari Chicago Manual of Style, konsistensi dalam penerapan format penulisan merupakan aspek terpenting dalam menyusun daftar pustaka yang profesional dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.
Dalam menyusun daftar pustaka dari jurnal, terdapat beberapa kesalahan umum yang sering terjadi dan perlu dihindari. Kesalahan-kesalahan ini dapat mengurangi kredibilitas karya ilmiah dan menimbulkan kesan kurang teliti dari penulis.
Kesalahan pertama adalah salah mengeja nama penulis atau judul artikel. Hal ini dapat terjadi karena kurang teliti dalam menyalin informasi dari sumber asli. Kesalahan kedua adalah tidak mencantumkan informasi yang lengkap, seperti volume, nomor, atau halaman jurnal.
Kesalahan ketiga yang sering terjadi adalah tidak konsisten dalam menggunakan gaya penulisan. Mencampurkan format APA, MLA, dan Chicago dalam satu daftar pustaka akan mengurangi profesionalitas karya. Kesalahan keempat adalah salah dalam penempatan tanda baca, seperti penggunaan titik, koma, atau tanda kurung yang tidak sesuai format.
Untuk menghindari kesalahan-kesalahan tersebut, penulis perlu melakukan pengecekan berulang, menggunakan aplikasi manajemen referensi, dan meminta bantuan rekan atau pembimbing untuk memeriksa daftar pustaka sebelum publikasi.
Untuk jurnal online, tambahkan DOI atau URL setelah informasi halaman. Format: Nama, Inisial. (Tahun). Judul artikel. Nama Jurnal, Volume(Nomor), halaman. https://doi.org/xxxxx atau URL lengkap jika tidak ada DOI.
Dalam APA Style, jika penulis lebih dari 20 orang, tulis 19 penulis pertama, tambahkan "..." kemudian penulis terakhir. Untuk MLA dan Chicago, gunakan "et al." setelah penulis pertama jika lebih dari tiga penulis.
Untuk jurnal online tanpa nomor halaman, gunakan nomor artikel jika tersedia, atau cantumkan "Article number" diikuti nomor yang diberikan. Jika tidak ada, cukup cantumkan DOI atau URL.
Tidak, gelar akademik seperti Dr., Prof., atau Ph.D. tidak perlu dicantumkan dalam daftar pustaka. Cukup tulis nama lengkap penulis tanpa gelar untuk menjaga konsistensi format.
Tambahkan huruf a, b, c setelah tahun publikasi untuk membedakan. Contoh: Smith, J. (2020a) dan Smith, J. (2020b). Urutkan berdasarkan judul artikel secara alfabetis.
Sebaiknya tulis nama jurnal secara lengkap untuk menghindari kebingungan. Jika menggunakan singkatan, pastikan singkatan tersebut standar dan dapat dikenali secara universal dalam bidang ilmu yang bersangkutan.
Jika jurnal tidak memiliki volume, cukup cantumkan nomor jika ada. Jika keduanya tidak ada, langsung cantumkan halaman atau DOI. Beberapa jurnal online hanya menggunakan sistem nomor artikel tanpa volume tradisional.