in partnership with Indosiar
 
DANGDUT

Cerita Ratu Meta, Jadi Tulang Punggung Keluarga dan Pernah Tak Dibayar Usai Manggung

Minggu, 10 Februari 2019 15:30 Penulis: Editor KapanLagi.com

Ratu Meta (credit: Kapanlagicom/Febio Hernanto)

Kapanlagi.com - Tengah mempersiapkan karya terbaru, siapa sangka kalau perjuangan Ratu Meta jadi penyanyi dangdut cukup berliku. Memulai terjun ke dunia entertainment lewat seni peran, Ratu akui pernah terima bayaran 150 ribu rupiah.

"Tahun 2009, aku coba masuk entertaint, pernah main FTV, main film, tapi cuma sebagai pemain figuran. Waktu itu aku hanya dapat bayaran 150 ribu (rupiah), itu uangnya habis cuma untuk ongkos taksi saja, tapi aku jalanin dengan suka hati karena kata orang kalau mau berkarir di dunia entertaint harus seperti itu awalnya, jadi itu aku dari pagi sampai pagi di lokasi syuting, sampai tidur di lokasi syuting, dan akhirnya coba ke dangdut, alhamdulillah rejeki aku ternyata bisa lebih baik lagi di dangdut," tuturnya ketika ditemui di Kantor KLY.

1. Tak Dapat Bayaran

Meski saat ini ia sudah mendapatkan ketenaran dan bayaran yang jauh lebih baik dibanding ketika ia masih menjadi figuran, Ratu ternyata punya pengalaman tidak mengenakan lain soal bayaran kerja.

"Pernah dibohongi sama orang yang mengajak untuk nyanyi, nggak dibayar. Tapi ya sudahlah, itu menjadi pengalaman. Sekarang makanya aku pakai manajemen, biar lebih aman," ucap pelantun lagu Sakitnya Luar Dalam Ini.

Perjuangan sebagai penyanyi diakuinya harus menempuh perjuangan yang berat sebelum ia bisa sampai seperti sekarang.

"Mungkin orang tahunya aku sudah enak  seperti sekarang, tapi perjuangan aku itu berat waktu aku baru jadi penyanyi. Setiap hari banyak yang aku lakukan untuk bisa sekarang ini. Waktu, tenaga, pernah juga sakit tipes karena kurang istirahat, belum menghadapi godaan, dan persaingan. Pertama kali aku nyanyi itu, aku cuma  dapat bayaran 500 ribu lho, dan itu di luar kota, tapi aku jalanin, tapi berawal dari situ aku jadi banyak teman dan pengalaman," tutur Ratu.

2. Tulang Punggung Keluarga

Tak hanya pengalaman soal upah, Ratu juga bercerita soal kesulitannya ketika harus menjadi tulang punggung keluarga.

"Ayah aku meninggal waktu aku kecil, dan saat mama sudah nggak kerja, itu keluarga aku pernah merasakan buat makan saja sulit banget. Tapi Alhamdulillah untungnya, di rumah ada kebun yang ditanam singkong, jadi ya makan dari hasil berkebun saja. Dulu pengin beli rendang telor di warteg saja, nggak bisa, sedih kalau ingat dulu. Makanya sekarang saya selalu bersyukur terus, bisa seperti sekarang," jelasnya

Setelah memutuskan untuk pindah ke Jakarta usai lulus SMA, kini Ratu sudah bisa merasakan hasil dari kerja kerasnya. "Setelah lulus SMA aku hijrah ke Jakarta, tinggal di kost kostan sederhana, sekarang Alhamdulillah aku ada apartemen, aku bisa biayai adikku sekolah sampai kuliah, bisa beli kendaraan untuk mereka, umrah juga," ucap Ratu.

Penulis: Louvina Gita Shoya

REKOMENDASI
TRENDING