in partnership with Indosiar
 
DANGDUT

Epep New Kendedes, Biasa Ngendang 4 Jam Hingga 30 Lagu

Kamis, 06 Desember 2018 11:05 Penulis: Mita Anandayu

© KapanLagi.com/Darmadi Sasongko

Kapanlagi.com - New Kendedes merupakan grup yang para personelnya merupakan terdiri dari perempuan. Sementara itu, dari segi konsep musiknya dangdut jaipong, yang mengeksplorasi alat musik kendang.

Sebagai pengendang, Evi Endriyani atau Epep (23) mengaku harus melatih kemampuan fisiknya, terutama tangan sebelum naik ke atas panggung. Otot tangannya harus terlebih dahulu mendapat pemanasan, guna menghindari cidera atau kram.

"Olahraga tangan rutin, ada alatnya. Rutin, sebelum manggung dilakukan sebagai pemanasan," kata Epep di sela konsernya di Kota Malang, Minggu (23/11).

1. 4 Jam - 30 Lagu

Kata Epep, dalam sehari New Kendedes maksimal melayani dua kali konser. Setiap konser rata-rata dengan durasi waktu dua jam pertunjukkan.

"Maksimal empat jam (sehari), sekitar 30 lagu," katanya.

Sementara saat konser di luar kota, Epep mengaku menambah konsumsi vitamin untuk kesehatan tubuhnya. Konser di luar kota membutuhkan energi lebih, sehingga memang harus dipersiapkan jauh hari.

"Vitamin nomor satu," tegas gadis kelahiran Kediri, 10 April 1995 ini.

2. Dapat Bayaran Seadanya di Awal Karier

Epep mulai bergabung di New Kendedes pada akhir November 2015. Sebelumnya ikut bermain dengan kelompok musik elektone dari acara pengajian dan pernikahan dengan bayaran ala kadarnya.

Ketrampilannya mengendang diperoleh sejak duduk di kelas 3 di sebuah SMK di Kabupaten Kediri. Secara otoditak, Epep rajin dan tekun menyerap ilmu dari teman karib yang mahir bermain kendang.

3. Bermusik adalah Hobi

Epep kemudian digaet New Kendedes untuk menjadi salah satu personelnya. Selama tiga tahun bergabung, mengaku telah tampil di beberapa kota di Indonesia, termasuk Palembang, Kalimantan dan Bali.

"Ini sudah hobi, senang kalau sudah main musik. Capeknya hilang, seolah tidak dibayar pun siap," katanya riang.

Tak banyak perempuan berkemampuan seperti Epep, sebagai pengendang. Musik, khususnya kendang menjadi hobi dan sudah jiwanya.

 

4. Hujan Sawer

Epep juga berbagi pengalama soal pernah dihujani saweran oleh para penggemarnya. Lembaran uang ratusan ribu dihambur-hamburkan di atas kendang dan drum, hingga permainan kendangnya sedikit terganggu.

"Pernah disawer di daerah Pati (Jawa Tengah), dilempar-lemparin di atas drum, di sonar, dihambur-hamburin," kisah Epep soal pengalaman uniknya saat konser kepada Kapanlagi.com di Kota Malang, Minggu (23/11).

Tidak menampik, Epep dan teman-teman mengaku senang saat banyak penggemar memberikan uang saweran. Karena hasil saweran akan dibagi secara merata kepada semua personel dan kru, sebagai tambahan.

(kpl/dar/mit)

Reporter: Darmadi Sasongko


REKOMENDASI
TRENDING