in partnership with Indosiar
 
DANGDUT

Serius Ingin Penjarakan KD, Ayu Ting Ting Kembali Buat Laporan Polisi

Selasa, 26 Oktober 2021 15:57

Ayu Ting Ting ©KapanLagi.com/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Pedangdut Ayu Ting Ting ditemani pengacaranya, Minola Sebayang mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, Selasa (26/10/2021) sekitar pukul 11.00 WIB. Kedatangan Ayu dan Minola pun langsung disambut berbagai pertanyaan dari awak media. Namun, Ayu memilih diam dan langsung menuju ke dalam Gedung SPKT.

"Nanti saja ya," kata Minola Sebayang kepada awak media.

Setelah keluar dari Gedung SPKT sekitar pukul 11. 40 WIB, baru Ayu dan Minola menjelaskan maksud kedatangannya.

"Jadi hari ini kedatangan saya dengan Ayu itu adalah untuk membuat laporan terhadap akun @gundik_empang dengan pemilik akun berinisial KD," kata Minola.

Menurut Minola, KD yang telah melakukan ujaran kebencian terhadap Ayu Ting Ting dan juga anaknya, diduga telah melanggar Pasal 27 ayat 3 jo Pasal 45 terkait penghinaan dan pencemaran nama baik melalui media elektronik.

Sebelumnya, Ayu juga pernah melaporkan akun tersebut dengan Pasal 351 KUHP.

"Kenapa kami bikin laporan ITE nya karena kami masih menjalankan proses yang berkaitan dengan restorative justicenya (untuk laporan 351 KUHP),. Jadi kami bikin dua laporan yang ditujukan untuk satu orang," kata Minola.

1. Sudah Layangkan Somasi

Minola lebih lanjut mengatakan, sebelum membuat laporan kedua kalinya terhadap KD, pihak Ayu Ting Ting sudah melayangkan somasi. Namun tak ada itikad baik dari KD.

"Kami sudah somasi dan penuhi undangan dua kali, sudah diterima (sama dia). Tapi tidak hadir dan juga tidak menjawab isi somasi kami maka telah terpenuhi lah bagi kami untuk membuat laporan sebagaimana yang diatur Undang Undang ITE," tuturnya.

Masih kata Minola, membuat dua laporan untuk orang yang sama, adalah bentuk keseriusan Ayu Ting Ting untuk memberikan efek jera terhadap orang yang telah melakukan penghinaan terhadap anaknya.

"Ini menunjukan keseriusan kami untuk adanya suatu tindakan hukum terhadap orang-orang yang menggunakan media sosial untuk menghina, membuat ujaran kebencian pada orang lain," tuturnya.


REKOMENDASI
TRENDING