10 Ide Desain Rumah yang Ramah Anak agar Tetap Stylish dan Nyaman
Desain rumah ramah anak. [AI Generated]
Kapanlagi.com - Memiliki anak bukan berarti harus mengorbankan gaya interior rumah. Ide desain rumah yang ramah anak dapat diterapkan dengan memadukan estetika, kenyamanan, keamanan, serta fungsi agar hunian tetap terlihat rapi tanpa membuat anak merasa dibatasi.
Mainan, buku, pakaian, perlengkapan sekolah, hingga berbagai barang lainnya bisa membuat ruangan cepat berantakan. Karena itu, desain rumah perlu mempertimbangkan kebiasaan keluarga sekaligus kebutuhan anak pada setiap tahap usianya.
Melansir laman The Seattle Times, desainer interior Jenna Maenhout dan Sara Eizen menekankan pentingnya keseimbangan antara tampilan rumah yang menarik bagi orang dewasa dan lingkungan yang nyaman bagi anak. Berikut sejumlah cara yang dapat diterapkan.
Advertisement
1. Gunakan Penyimpanan Tertutup untuk Mengurangi Barang yang Terlihat
Salah satu tantangan terbesar memiliki anak adalah banyaknya barang yang memenuhi ruangan. Mainan, buku, perlengkapan menggambar, dan berbagai benda kecil dapat membuat ruang keluarga terlihat penuh meskipun semuanya masih digunakan.
Untuk mengatasinya, gunakan kabinet berpintu, keranjang, laci, atau kotak penyimpanan yang dapat diselipkan di bawah meja. Setelah waktu bermain selesai, barang-barang tersebut bisa dikembalikan ke tempatnya sehingga ruangan kembali rapi.
Pastikan sistem penyimpanan mudah dipahami anak. Barang yang sering digunakan sebaiknya diletakkan di rak rendah, sedangkan benda mudah pecah atau jarang dipakai disimpan di tempat lebih tinggi. Penyimpanan built-in juga dapat menjadi pilihan praktis dan estetis.
2. Rancang Ruangan untuk Berbagai Tahap Usia Anak
Kebutuhan anak ketika balita tentu berbeda dengan saat mereka memasuki usia sekolah atau remaja. Karena itu, desain ruangan sebaiknya tidak hanya mengikuti kebutuhan saat ini, tetapi juga mempertimbangkan perubahan di masa mendatang.
Pilih furnitur yang dapat digunakan dalam waktu lama dan mudah disesuaikan. Ketika anak masih kecil, hindari meja kaca, permukaan rapuh, serta sudut tajam yang berisiko menyebabkan cedera.
Perhatikan pula kebiasaan keluarga, seperti tempat melepas sepatu, menyimpan tas, atau berkumpul. Jangan memenuhi ruangan dengan terlalu banyak furnitur karena anak membutuhkan area untuk bergerak, bermain, dan beraktivitas dengan leluasa.
3. Pilih Furnitur Berkualitas dengan Material Tahan Lama
Rumah ramah anak tidak berarti semua furnitur harus murah atau memiliki desain khusus anak. Yang lebih penting adalah memilih material yang mampu menghadapi aktivitas keluarga sehari-hari.
Untuk sofa dan kursi, gunakan kain pelapis yang tahan lama serta mudah dibersihkan, seperti poliester, kulit, atau kain performa. Sebelum membeli, mintalah sampel material untuk mengetahui daya tahan dan kemudahan perawatannya.
Jika kain performa terasa terlalu mahal, pilih warna gelap atau motif yang dapat menyamarkan noda. Sarung sofa yang bisa dilepas dan dicuci juga sangat membantu. Untuk meja dan rak, kayu asli dengan lapisan pelindung atau kayu olahan tahan gores dapat menjadi pilihan yang tetap menarik dan fungsional.
4. Pertahankan Warna Netral sebagai Dasar Interior
Warna netral dapat membantu rumah tetap terlihat elegan meskipun memiliki banyak perlengkapan anak. Putih hangat, krem, beige, abu-abu, dan warna kayu merupakan pilihan yang mudah dipadukan dengan berbagai gaya dekorasi.
Warna-warna tersebut juga cenderung tidak cepat terlihat ketinggalan zaman ketika selera keluarga berubah. Agar ruangan tidak terasa monoton, tambahkan warna melalui bantal, karpet, karya seni, tirai, atau aksesori kecil.
Cara ini memungkinkan Anda mengubah suasana tanpa harus mengecat ulang seluruh ruangan. Karya seni anak juga dapat menjadi elemen dekorasi yang menarik. Bingkai gambar atau hasil kerajinan mereka untuk memberikan sentuhan personal sekaligus membuat anak merasa dihargai.
5. Sisakan Ruang Gerak untuk Anak
Desain rumah yang terlalu penuh dapat membatasi aktivitas anak dan membuat ruangan terasa sesak. Karena itu, penataan furnitur perlu mempertimbangkan area untuk berjalan, bermain, dan bergerak dengan aman.
Anak-anak kecil biasanya aktif berlari atau berpindah dari satu sudut ke sudut lain di ruang keluarga. Jangan hanya berfokus pada jumlah furnitur yang dapat dimasukkan, tetapi pikirkan pula ruang kosong yang dibutuhkan.
Atur sofa, meja, rak, dan kursi agar tersedia jalur pergerakan yang cukup. Untuk ruangan kecil, pilih furnitur berukuran proporsional dan hindari elemen yang tidak terlalu diperlukan. Bangku multifungsi juga dapat digunakan sebagai tempat duduk tambahan tanpa memakan banyak ruang.
6. Manfaatkan Furnitur Multifungsi
Furnitur multifungsi dapat membantu rumah tetap rapi sekaligus memenuhi kebutuhan keluarga. Pilih elemen yang memiliki lebih dari satu kegunaan agar jumlah furnitur tidak terlalu banyak.
Bangku, misalnya, dapat digunakan sebagai tempat duduk tambahan, pijakan, atau area menyimpan barang jika memiliki ruang penyimpanan di dalamnya. Bufet dapat dialihfungsikan sebagai tempat menyimpan mainan, buku, atau permainan anak. Rak dengan ketinggian yang dapat diatur juga mampu mengikuti perubahan kebutuhan keluarga.
Ketika anak masih kecil, rak tersebut dapat menampung mainan berukuran besar. Seiring pertumbuhan mereka, fungsinya bisa berubah menjadi tempat menyimpan buku, perlengkapan sekolah, permainan papan, atau koleksi pribadi.
7. Atur Ulang Furnitur Sebelum Membeli yang Baru
Memperbarui tampilan rumah tidak selalu membutuhkan anggaran besar. Sebelum membeli furnitur baru, lihat kembali barang yang sudah dimiliki dan pertimbangkan kemungkinan penggunaannya. Pindahkan posisi sofa, meja, rak, atau kursi untuk menemukan susunan yang lebih sesuai dengan aktivitas keluarga.
Furnitur lama juga dapat diberi fungsi baru, seperti bufet yang digunakan untuk menyimpan mainan atau meja kecil yang dijadikan area belajar. Selain itu, lakukan decluttering secara berkala dengan memilah barang yang sudah tidak digunakan.
Ruangan akan terasa lebih lega tanpa renovasi besar. Mengecat dinding, memperbarui warna furnitur, atau menambahkan kait berlabel untuk tas dan jaket juga dapat memberikan perubahan sederhana tetapi efektif.
8. Gunakan Karpet untuk Menambah Kenyamanan
Karpet dapat membuat ruangan terasa lebih hangat, nyaman, dan memiliki tekstur yang menarik. Dalam rumah dengan anak, pilih karpet yang cukup tahan terhadap penggunaan sehari-hari serta mudah dibersihkan. Karpet juga dapat membantu membagi area tanpa perlu memasang sekat permanen.
Misalnya, satu karpet dapat menandai area bermain, sementara karpet lain digunakan untuk mempertegas ruang duduk. Jika ruang keluarga sering digunakan anak untuk bermain, pilih bahan yang nyaman ketika mereka duduk atau berbaring di lantai.
Pastikan ukuran karpet sesuai dengan furnitur agar ruangan tetap terlihat proporsional. Selain mempertimbangkan warna dan motif, perhatikan pula cara perawatannya agar noda tidak menjadi sumber kekhawatiran.
9. Jadikan Karya Anak sebagai Dekorasi
Rumah ramah anak tidak harus menyembunyikan seluruh barang dan hasil karya mereka. Beberapa gambar, lukisan, atau kerajinan dapat dijadikan bagian dari dekorasi agar rumah terasa lebih personal. Gunakan bingkai bekas atau bingkai sederhana dari toko barang bekas untuk memajang karya tersebut.
Cara ini lebih terjangkau dibandingkan membeli karya seni baru, tetapi tetap mampu memberikan karakter pada ruangan. Karya anak dapat ditempatkan di lorong, ruang keluarga, kamar tidur, atau sudut kreatif.
Buat area pajangan khusus agar koleksi dapat diganti secara berkala. Selain mempercantik interior, cara ini membuat anak merasa dihargai dan terdorong untuk terus berkarya. Rumah pun memiliki dekorasi yang menyimpan cerita keluarga.
10. Mulai Mendesain Berdasarkan Kehidupan Keluarga
Desain rumah sebaiknya mengikuti cara keluarga menjalani kehidupan sehari-hari. Rumah bukan hanya tempat untuk menjaga dekorasi tetap sempurna, tetapi juga ruang untuk bermain, berkumpul, beristirahat, dan menjalani rutinitas bersama.
Orang tua tidak perlu menunggu anak tumbuh dewasa untuk menciptakan rumah yang disukai. Sesuaikan desain dengan kondisi keluarga saat ini sambil tetap mempertimbangkan kebutuhan di masa mendatang. Pilih material yang sesuai, sediakan penyimpanan yang cukup, pertahankan ruang gerak, dan letakkan barang berdasarkan frekuensi penggunaannya.
Rumah ramah anak bukan berarti seluruh ruangan harus terlihat seperti area bermain. Tujuannya adalah menciptakan hunian yang nyaman, aman, stylish, dan mampu mengakomodasi kebutuhan semua anggota keluarga.
11. Pertanyaan Seputar Desain Rumah Ramah Anak
Apa yang dimaksud desain rumah yang ramah anak?
Desain rumah ramah anak mengutamakan keamanan, kenyamanan, fungsi, ruang gerak, dan penyimpanan tanpa harus menghilangkan gaya interior orang dewasa.
Bagaimana membuat ruang keluarga tetap rapi saat memiliki anak?
Gunakan kabinet tertutup, keranjang, rak rendah, dan tempat penyimpanan khusus agar anak mudah mengembalikan mainannya setelah digunakan.
Material furnitur apa yang cocok untuk rumah dengan anak?
Pilih material yang tahan lama dan mudah dibersihkan, seperti poliester, kulit, kayu berlapis pelindung, atau kain performa yang lebih tahan noda.
Apakah rumah ramah anak harus menggunakan dekorasi khusus anak?
Tidak. Area utama rumah dapat tetap bergaya elegan dengan warna netral, sedangkan sentuhan anak bisa ditambahkan melalui karya seni, bantal, atau dekorasi personal.
(kpl/ini)
Advertisement
D Academy 8
-
Kompetisi Dangdut Live Streaming DA8 Result Top 17 Group 1, Tazir Akan Tersenggol?
-
Ulang Tahun Selebritis Eby DA5 Genap 18, Senang Bebas dari Komplain TikTok di Hari Ultah
