CLOSE

6 Taman di Jakarta Buka 24 Jam Bisa Olahraga, Ini Lokasi dan Fasilitasnya

6 Taman di Jakarta Buka 24 Jam Bisa Olahraga, Ini Lokasi dan Fasilitasnya
Taman Literasi Martha Christina Tiahahu. (Google Maps/D'Melonz)

Kapanlagi.com - Ingin lari malam atau bermain basket setelah lembur tanpa khawatir taman sudah tutup? Warga Jakarta kini punya beberapa pilihan taman yang bisa dikunjungi selama 24 jam. Selain menjadi tempat bersantai, taman-taman ini juga menyediakan fasilitas untuk berolahraga di tengah kesibukan kota.

Pada 16 Mei 2025, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan lima taman yang beroperasi 24 jam, yakni Taman Menteng, Taman Lapangan Banteng, Taman Langsat, Taman Ayodya, dan Taman Literasi Martha Christina Tiahahu. Pada Maret 2026, Taman Ayodya, Taman Langsat, dan Taman Leuser kemudian menjadi bagian dari Taman Bendera Pusaka.

Ada enam lokasi yang bisa masuk dalam daftar ini, termasuk tiga zona taman yang kini tergabung dalam Taman Bendera Pusaka. Meski buka sepanjang hari, beberapa fasilitas olahraga mungkin memerlukan pendaftaran atau pemesanan terlebih dahulu. Berikut ini Kapanlagi.com merangkum dari beberapa sumber enam taman di jakarta yang beroperasi hingga 24 jam dan bisa dipakai untuk olahraga, Senin (26/10/2026).

1. Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat

Selesai Revitalisasi, Ini 8 Potret Wajah Baru Lapangan Banteng. (Liputan6)

Taman Lapangan Banteng berada di kawasan Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Taman ini termasuk dari lima taman pertama yang dibuka 24 jam, dan menurut Pramono, antusiasme warga di sini paling terasa sejak awal. Komunitas pun rutin memakainya, mulai dari olahraga malam hingga kegiatan komunitas lainnya.

Fasilitasnya cukup beragam, seperti air mancur menari, amfiteater terbuka, plaza komunitas, dan jalur pedestrian yang nyaman untuk jalan cepat atau lari santai. Area olahraga juga tersedia di dalam taman. Pada malam hari, pencahayaan artistik menjadi salah satu daya tariknya.

Untuk menuju ke sini, pengunjung bisa naik Transjakarta Koridor 2 dan turun di Halte Juanda, atau memakai KRL Commuter Line dan turun di Stasiun Juanda. Cocok untuk yang ingin olahraga setelah jam pulang kantor di pusat kota.

2. Taman Menteng, Jakarta Pusat

Taman Menteng, Jakarta Pusat. (Google Maps/Rachmad Bagus)

Taman Menteng berlokasi di Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat. Lahan ini dulunya Stadion Menteng, yang pernah menjadi markas Persija sebelum dirobohkan dan diubah menjadi taman kota. Taman tersebut diresmikan untuk umum pada 28 April 2007, sehingga jiwa olahraganya memang sudah melekat sejak lama.

Fasilitas olahraga yang tersedia antara lain lapangan basket, lapangan futsal, dan jalur jogging. Di luar itu ada taman bermain anak, rumah kaca, toilet, musala, serta area parkir. Lapangan basketnya kerap dipakai komunitas untuk latihan sekaligus pertandingan persahabatan.

Karena banyak dipakai komunitas, ada baiknya memastikan jadwal dan aturan pemakaian lapangan terlebih dahulu. Sejumlah lapangan olahraga di taman kota 24 jam bisa mengikuti mekanisme pendaftaran atau pemesanan yang berlaku. Untuk lari atau jalan kaki, jalur joggingnya bisa dipakai kapan saja.

3. Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, Blok M

Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, Blok M. (Google Maps/D'Melonz)

Taman Literasi Martha Christina Tiahahu berada di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Berbeda dari taman lain dalam daftar ini, konsep utamanya adalah literasi. Di dalamnya ada area membaca, ruang diskusi, akses Wi-Fi, dan ruang komunitas yang tetap hidup hingga malam hari.

Meski fokusnya bukan olahraga, taman ini ikut dimanfaatkan warga untuk bergerak. Salah satu pengunjung bercerita kepada detikcom bahwa ia kerap jogging di sini sepulang kerja. Jadi, taman ini cocok untuk olahraga ringan yang dipadukan dengan waktu membaca atau berkumpul.

Lokasinya terhubung dengan transportasi umum, termasuk MRT Jakarta, dan berada di kawasan berorientasi transit di sekitar Stasiun MRT Blok M. Kemudahan akses ini membuatnya mudah dikombinasikan dengan kunjungan ke taman lain di kawasan Blok M.

4. Taman Ayodya (Zona Timur Taman Bendera Pusaka)

Taman Ayodya berada di kawasan Barito, Jakarta Selatan, dan dikenal dengan area hijau serta danau buatan. Sejak 14 Maret 2026, Ayodya menjadi zona timur Taman Bendera Pusaka bersama Langsat dan Leuser. Total luas kawasan terpadu ini sekitar 5,6 hektare.

Ikon yang menghubungkan zona timur dengan zona selatan adalah jembatan layang berwarna merah yang terinspirasi dari bentang bendera Merah Putih. Jembatan ini membuat Ayodya dan Langsat terasa sebagai satu kawasan.

Fasilitas olahraga yang disediakan untuk seluruh kawasan meliputi jogging track 1,2 kilometer, lapangan multifungsi untuk basket, tenis, dan bulu tangkis, serta lapangan padel. Padel bisa dipakai gratis dengan mendaftar terlebih dahulu. Kawasan ini beroperasi 24 jam dengan pengawasan CCTV sejak Minggu, 15 Maret 2026.

5. Taman Langsat (Zona Selatan Taman Bendera Pusaka)

Taman Langsat (Zona Selatan Taman Bendera Pusaka). (Google Maps/jriwxydo)

Taman Langsat juga berada di kawasan Barito dan dikenal teduh berkat pepohonan rindang. Sebelum bergabung ke Taman Bendera Pusaka, Langsat sudah masuk dalam daftar lima taman 24 jam yang diresmikan pada Mei 2025. Suasananya cenderung tenang untuk olahraga ringan atau jalan kaki.

Sebagai zona selatan, Langsat menjadi penghubung antarbagian taman. Dari sini ada jembatan layang menuju zona timur, serta terowongan di bawah Jalan Kyai Maja yang menyambungkan ke zona utara. Salah satu ikon kawasan adalah patung Ibu Fatmawati yang sedang menjahit Bendera Pusaka.

Dari sisi akses, Taman Bendera Pusaka sekitar 400 meter berjalan kaki dari Stasiun MRT Blok M BCA. Alternatif lainnya adalah Transjakarta, dengan halte terdekat di Mayestik (Koridor 13) dan Terminal Blok M (Koridor 1). Taman dilengkapi penerangan LED, CCTV, serta petugas keamanan dan kebersihan.

6. Taman Leuser (Zona Utara Taman Bendera Pusaka)

Taman Leuser. (Google Maps/Hori Muslim)

Taman Leuser adalah zona utara dari Taman Bendera Pusaka. Dulu, Leuser berdiri sebagai taman terpisah yang dipisahkan Jalan Kyai Maja dari Langsat. Sekarang keduanya tersambung lewat terowongan di bawah jalan yang berjalan sejajar dengan kanal.

Secara konsep, Taman Bendera Pusaka dibagi menjadi dua area utama, yakni zona merah untuk aktivitas dinamis dan zona putih untuk kegiatan reflektif yang lebih tenang. Dengan begitu, pengunjung bisa memilih antara berolahraga aktif atau sekadar duduk menikmati taman.

Perlu dicatat, sumber yang dirujuk tidak merinci fasilitas khusus di Leuser, sehingga fasilitas yang disebutkan di atas berlaku untuk kawasan terpadu. Kanal di kawasan ini sempat dikeluhkan berbau pada Maret 2026. Pemberitaan detikcom pada September 2026 menyebut kondisinya kini lebih bersih.

7. Pertanyaan Seputar Taman di Jakarta Buka 24 Jam

Taman apa saja di Jakarta yang buka 24 jam?

Taman Lapangan Banteng, Taman Menteng, Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, dan Taman Bendera Pusaka yang menyatukan Taman Ayodya, Langsat, dan Leuser.

Apakah taman 24 jam di Jakarta gratis?

Taman kota ini dapat diakses tanpa tiket. Lapangan padel di Taman Bendera Pusaka juga gratis, tetapi pengunjung perlu mendaftar terlebih dahulu.

Apakah aman berolahraga di taman saat malam hari?

Pemprov DKI memasang CCTV dan menempatkan petugas keamanan yang berjaga 24 jam. Meski begitu, tetap bijak berolahraga bersama teman dan memilih area yang ramai.

Bagaimana cara ke Taman Bendera Pusaka?

Naik MRT Jakarta dan turun di Stasiun Blok M BCA, lalu berjalan kaki sekitar 400 meter. Bisa juga naik Transjakarta dan turun di Halte Mayestik atau Terminal Blok M.

Apakah semua lapangan olahraga bisa dipakai bebas?

Belum tentu. Sejumlah lapangan mengikuti mekanisme pendaftaran atau pemesanan, jadi sebaiknya cek ketentuan di lokasi sebelum datang.

(kpl/rao)

Rekomendasi

Trending