7 Cara Membuat Bibit Alpukat dari Biji yang Ada di Dapur dan Tips Merawatnya di Pot
Cara Membuat Bibit Alpukat dari Biji yang Ada di Dapur (AI Generated)
Kapanlagi.com - Cara membuat bibit alpukat dari biji yang ada di dapur ternyata mudah dan murah. Kamu hanya butuh biji dari buah matang, segelas air, dan beberapa tusuk gigi.
Melansir dari Real Homes, biji alpukat bisa disemai dalam air atau langsung ditanam di media tanam, dan biasanya mulai bertunas dalam sekitar satu bulan. KL Lovers pun bisa menikmati tanaman hijau yang cantik dari sisa buah yang biasanya dibuang.
Namun, Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika Kementerian Pertanian dalam Petunjuk Teknis Produksi Benih Alpukat secara Klonal (2010) karya Noflindawati dan Kuswandi mencatat bahwa bibit dari biji tidak memiliki sifat yang pasti sama dengan induknya. Karena itu, simak langkah-langkahnya agar hasilnya sesuai harapan.
Advertisement
1. Pilih Biji Alpukat dari Buah yang Sudah Matang
Langkah pertama adalah memilih biji dari buah alpukat yang matang dan empuk. Toronto Master Gardeners, komunitas relawan berkebun di Kanada, menjelaskan bahwa biji dari buah matang lebih siap bertunas.
Periksa kondisi biji sebelum dipakai. Pilih yang utuh, tidak retak, dan tidak berbercak. Kajian perbanyakan alpukat di Thika, Kenya, di situs International Society for Horticultural Science (ISHS) juga mengingatkan agar biji dari buah busuk di tanah tidak dipakai karena berisiko membawa penyakit.
Biji dari alpukat supermarket pun bisa dipakai. Melansir dari Thrive, organisasi berkebun asal Inggris, biji dari alpukat beli di toko tetap cocok untuk percobaan menumbuhkan bibit di rumah.
Siapkan perlengkapan sederhana berikut:
- Gelas bening atau toples
- Tiga sampai empat tusuk gigi
- Air bersih
- Pot kecil berlubang dan media tanam
2. Bersihkan Biji dan Kenali Bagian Atas serta Bawah
Bilas biji di bawah air mengalir sampai sisa daging buah hilang. Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu Tropika) menyebut biji perlu dicuci hingga tidak ada sisa daging buah yang menempel.
Sisa daging yang tertinggal mudah memicu jamur dan bau tidak sedap. Gosok pelan dengan jari atau kain lembut. Jangan memakai pisau agar biji tidak terluka.
Biarkan kulit ari cokelat tipis tetap menempel. Real Homes menegaskan lapisan ini tidak dikupas, sedangkan Toronto Master Gardeners mencatat tidak semua pakar sepakat soal mengupasnya. Karena belum ada kesepakatan, pemula bisa memilih membiarkannya.
Kenali arah biji. Bagian tumpul atau lebar ada di bawah dan akan menumbuhkan akar. Bagian runcing ada di atas dan akan menumbuhkan tunas, sesuai panduan Balitbu Tropika.
3. Rendam Sebagian Biji dengan Bantuan Tusuk Gigi
Tusukkan tiga sampai empat tusuk gigi di sekeliling bagian tengah biji. Thrive menyarankan empat tusuk gigi dengan jarak merata agar biji seimbang saat diletakkan di mulut gelas.
Letakkan biji di atas gelas berisi air, dengan bagian bawah yang tumpul terendam. Bagian atas dibiarkan kering. Jaga tinggi air tetap sama dan ganti bila mulai keruh.
Simpan gelas di dekat jendela yang terang dan hangat, tetapi jauhkan dari sinar matahari langsung. Saran ini sejalan dengan panduan Toronto Master Gardeners.
Bersabarlah menunggu. Menurut Toronto Master Gardeners, biji biasanya pecah dan bertunas dalam dua sampai enam minggu, meski kadang butuh beberapa bulan. Dalam contoh Thrive, akar kuat terlihat sekitar delapan minggu dan tunas muncul sekitar dua setengah bulan.
4. Atau Semai Langsung di Media Tanam
Kalau tidak ingin memakai air, biji bisa ditanam langsung. Real Homes menyarankan merendam biji yang sudah bersih dalam air hangat sekitar setengah jam sebelum ditanam.
Siapkan wadah kecil berisi campuran tanah dan pupuk kandang. Balitbu Tropika memakai perbandingan satu banding satu dalam polibag berukuran 20 x 30 sentimeter untuk menyemai biji alpukat.
Benamkan bagian bawah yang tumpul ke media, sementara bagian runcing menghadap ke atas. Biarkan ujung runcing tidak tertutup tanah.
Siram secukupnya supaya media tetap lembap, bukan becek. Balitbu Tropika menegaskan kelembapan semaian perlu dijaga. Letakkan wadah di tempat terang yang terlindung dari terik.
5. Pindahkan Kecambah ke Pot
Pindahkan kecambah saat tunas setinggi sekitar 15 sentimeter. Real Homes dan Toronto Master Gardeners sama-sama memberi patokan ini, dan akar biasanya sudah memenuhi gelas.
Pilih pot kecil dengan lubang di dasar. Campurkan media tanam dengan sedikit pasir supaya air mudah mengalir dan tidak menggenang.
Lepas tusuk gigi dengan hati-hati, lalu tanam akar ke bawah. Sisakan setengah bagian biji di atas tanah. Plantura, situs berkebun asal Jerman, juga menyarankan bagian atas biji tidak ditutup tanah.
Siram pelan sampai air keluar dari lubang dasar pot. Setelah itu, letakkan pot di tempat yang terang.
6. Rawat Bibit agar Tumbuh Sehat
Siram sedikit tetapi sering. Real Homes mengingatkan agar pot tidak dibiarkan tergenang. Balitbu Tropika juga mencatat jamur penyebab busuk akar dapat menyerang tanaman di pembibitan.
Beri cahaya terang setiap hari. Selama masa tumbuh, Toronto Master Gardeners menyarankan pupuk seimbang. Gunakan sesuai petunjuk kemasan agar akar tidak rusak.
Pangkas pucuk supaya bibit tidak menjulang. Real Homes menyarankan memotong ujung tumbuh untuk memacu tunas samping, sedangkan Toronto Master Gardeners menyarankan memangkas tiap pertambahan tinggi sekitar 15 sentimeter.
Ganti pot dengan ukuran lebih besar saat perlu. Real Homes menyebut bibit alpukat tumbuh cepat sehingga perlu pindah pot minimal setahun sekali. KL Lovers cukup perhatikan akar yang mulai keluar dari lubang dasar.
7. Pentingnya Teknik Menanam Alpukat
Bibit dari biji bisa tumbuh cantik, tetapi buahnya sulit ditebak. Balitbu Tropika menyebut perbanyakan dari biji tidak memberi kepastian sifat, dan tanaman baru berbuah setelah berumur delapan sampai sepuluh tahun.
Real Homes juga mencatat waktu berbuah bisa mencapai sepuluh tahun. Toronto Master Gardeners bahkan memperkirakan tanaman dari biji kemungkinan besar tidak berbuah.
Untuk buah yang lebih cepat dan seragam, petani memakai sambung pucuk. Balitbu Tropika menyebut bibit sambungan berbatang pendek dan cepat berbuah, sedangkan bibit dari biji berperan sebagai batang bawah yang dirawat dua sampai empat bulan.
Jadi, KL Lovers bisa menganggap hasil semaian ini sebagai tanaman hias sekaligus sarana belajar. Kalau ingin buah, belilah bibit sambungan dari penangkar tepercaya.
8. Pertanyaan dan Jawaban Menanam Alpukat dari Biji
1. Berapa lama biji alpukat mulai bertunas?
Biasanya dua sampai enam minggu, tetapi pada beberapa biji bisa sampai beberapa bulan. Selama biji tidak busuk, tetap beri waktu dan jaga air.
2. Apakah kulit ari biji alpukat harus dikupas?
Tidak wajib. Karena para pakar belum sepakat, pemula sebaiknya membiarkan kulit ari cokelat tipis tetap menempel.
3. Bagian biji alpukat mana yang harus terendam air?
Bagian bawah yang tumpul atau lebar. Bagian runcing menghadap ke atas dan dibiarkan kering.
4. Apakah bibit alpukat dari biji bisa berbuah?
Bisa, tetapi butuh waktu lama, sekitar delapan sampai sepuluh tahun, dan sifat buahnya tidak pasti sama dengan induknya. Untuk hasil lebih cepat dan seragam, gunakan bibit sambungan.
5. Kapan kecambah alpukat dipindahkan ke pot?
Saat tunas setinggi sekitar 15 sentimeter dan akar sudah cukup banyak. Gunakan pot berlubang agar air tidak menggenang.
(kpl/ibr)
Advertisement
D Academy 8
-
Dangdut Academy Selfi Yamma Curhat, Anak Didik di Dangdut Academy 8 Tinggal Satu
