7 Cara Menanam Cosmos di Pekarangan agar Tumbuh Subur dan Rajin Berbunga
Cara Menanam Cosmos di Pekarangan/Photo by Winston Chen on Unsplas
Kapanlagi.com - Bunga cosmos dikenal sebagai tanaman berbunga yang relatif mudah ditanam dan dapat memberikan warna cerah pada pekarangan rumah. Tanaman ini menyukai sinar matahari penuh, tanah yang memiliki drainase baik, serta perawatan yang tidak terlalu rumit.
Di Indonesia, cosmos dapat ditanam langsung di tanah maupun menggunakan pot selama kebutuhan cahaya, air, dan media tanamnya terpenuhi. Agar pertumbuhannya optimal, proses penanaman sebaiknya dilakukan secara bertahap mulai dari memilih benih hingga merawat tanaman setelah tumbuh.
Selengkapnya cara menanam cosmos di pekarangan, dihadirkan KapanLagi.com pada Sabtu (8/8).
Advertisement
1. Pilih Benih Cosmos yang Berkualitas
Langkah pertama dalam cara menanam cosmos di pekarangan adalah memilih benih yang berkualitas dan masih memiliki daya kecambah baik. Cosmos yang umum ditanam sebagai tanaman hias antara lain Cosmos bipinnatus, yang memiliki bunga berwarna putih, merah muda, hingga merah keunguan.
Pilih benih dari kemasan yang masih baik dan belum melewati masa kedaluwarsa, atau gunakan benih hasil panen dari bunga yang sudah benar-benar tua dan mengering. Benih cosmos berbentuk memanjang dan relatif mudah ditanam karena dapat langsung disemai tanpa perlakuan khusus seperti perendaman.
Jika menggunakan benih hasil panen sendiri, pastikan benih berasal dari tanaman yang sehat dan tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit. Simpan benih di tempat yang kering dan sejuk apabila belum langsung ditanam agar kualitasnya tetap terjaga.
2. Tentukan Lokasi dengan Sinar Matahari yang Cukup
Cosmos membutuhkan cahaya matahari yang melimpah untuk menghasilkan pertumbuhan yang kuat dan bunga yang baik. Karena itu, pilih bagian pekarangan yang memperoleh sinar matahari langsung selama sebagian besar waktu siang, idealnya sekitar enam jam atau lebih per hari.
Di Indonesia yang memiliki intensitas matahari cukup tinggi, cosmos tetap dapat tumbuh baik selama tanah tidak terus-menerus basah dan tanaman mendapatkan sirkulasi udara yang memadai. Hindari lokasi yang selalu ternaungi bangunan, pohon besar, atau pagar karena kekurangan cahaya dapat membuat batang tumbuh memanjang dan tanaman kurang berbunga.
Perhatikan pula kondisi sekitar lokasi setelah hujan, terutama jika menanam pada musim penghujan. Area yang sering tergenang sebaiknya dihindari karena akar cosmos tidak menyukai media yang jenuh air dalam waktu lama.
3. Siapkan Tanah atau Media Tanam yang Tidak Terlalu Subur
Sebelum menanam, gemburkan tanah pekarangan agar akar muda lebih mudah berkembang. Cosmos tidak membutuhkan tanah yang sangat subur untuk tumbuh dan berbunga dengan baik, tetapi tetap memerlukan media yang memiliki drainase baik dan tidak mudah tergenang.
Apabila tanah pekarangan cenderung padat atau mudah menahan air, perbaiki strukturnya dengan menambahkan bahan organik matang secukupnya. Hindari membuat media terlalu kaya nitrogen atau memberikan pupuk secara berlebihan karena kondisi tersebut dapat mendorong pertumbuhan daun dan batang secara berlebihan sehingga pembungaan menjadi kurang optimal.
Untuk penanaman dalam pot, gunakan wadah yang memiliki lubang drainase di bagian bawah. Media sebaiknya memiliki struktur yang gembur dan porous agar kelebihan air dapat keluar dengan baik setelah penyiraman, tanpa membuat media terlalu kaya unsur hara.
4. Tanam Benih Cosmos pada Media yang Sudah Disiapkan
Benih cosmos dapat ditanam langsung di lokasi yang telah disiapkan sehingga tidak selalu membutuhkan proses penyemaian terlebih dahulu. Buat lubang tanam dangkal, letakkan benih, kemudian tutup tipis dengan tanah atau media tanam.
Jangan menanam benih terlalu dalam karena dapat menghambat proses perkecambahan. Setelah benih ditanam, siram menggunakan aliran air yang lembut agar benih tidak hanyut atau berpindah dari posisi semula.
Berikan jarak tanam sesuai ukuran dewasa varietas dan petunjuk pada kemasan benih. Hindari menanam terlalu rapat agar setiap tanaman memperoleh cahaya dan sirkulasi udara yang cukup, terutama pada varietas yang dapat tumbuh tinggi dan melebar.
5. Jaga Kelembapan Selama Proses Perkecambahan
Setelah benih ditanam, pertahankan media dalam kondisi lembap tetapi tidak becek. Penyiraman yang terlalu banyak justru dapat membuat benih dan bibit muda bermasalah, terutama apabila tanah pekarangan memiliki drainase yang buruk.
Periksa kelembapan media secara berkala dan sesuaikan penyiraman dengan kondisi cuaca. Pada periode panas dan kering, media mungkin membutuhkan penyiraman lebih sering, sedangkan saat hujan turun cukup sering, penyiraman tambahan dapat dikurangi atau dihentikan sementara.
Benih cosmos umumnya mulai berkecambah dalam sekitar 7–21 hari, meskipun waktunya dapat berbeda bergantung pada varietas dan kondisi lingkungan. Setelah bibit muncul, tetap berikan cahaya yang cukup agar pertumbuhan batang tidak terlalu lemah dan memanjang.
6. Rawat Tanaman dan Pasang Tiang Penyangga (Ajir)
Ketika tanaman mulai berkembang, lakukan penyiraman secukupnya berdasarkan kondisi tanah dan cuaca. Cosmos yang sudah tumbuh mapan relatif toleran terhadap kondisi yang lebih kering, tetapi tetap membutuhkan air, terutama saat cuaca panas dan tidak turun hujan dalam waktu cukup lama. Bersihkan pula gulma di sekitar tanaman agar tidak terjadi persaingan untuk mendapatkan air, cahaya, dan unsur hara.
Beberapa varietas Cosmos bipinnatus dapat tumbuh tinggi sehingga batangnya berisiko rebah, terutama ketika terkena angin kencang atau hujan lebat. Pada varietas yang tinggi, pasang ajir sebelum batang mulai rebah agar tanaman tetap tegak dan tidak mudah rusak.
Cosmos umumnya tidak membutuhkan pemupukan rutin atau pupuk dalam jumlah banyak. Jika ditanam pada tanah atau media yang sudah memiliki kesuburan cukup, pemupukan tambahan biasanya tidak diperlukan, sedangkan pemberian pupuk berlebihan justru dapat mendorong pertumbuhan vegetatif dan membuat pembungaan kurang optimal.
7. Pangkas Bunga Layu dan Panen Benih untuk Penanaman Berikutnya
Setelah cosmos mulai berbunga, bunga yang sudah layu dapat dipotong atau dipetik secara berkala (deadheading). Cara ini membantu menjaga tampilan tanaman tetap rapi sekaligus dapat mendorong tanaman menghasilkan lebih banyak bunga selama kondisi tumbuhnya mendukung.
Berikan jarak yang cukup agar sirkulasi udara di antara tanaman tetap baik. Kondisi yang tidak terlalu lembap dapat membantu menekan risiko beberapa penyakit, terutama ketika cuaca sering hujan, sementara pengamatan tetap diperlukan untuk mendeteksi hama seperti kutu daun atau siput sejak dini.
Cosmos bipinnatus merupakan tanaman semusim yang menyelesaikan satu siklus hidup dalam satu periode pertumbuhan, kemudian tanaman induknya akan mati setelah menghasilkan bunga dan biji. Jika ingin menanamnya kembali, biarkan sebagian bunga yang sudah layu tetap berada di tanaman hingga kepala bunga dan bijinya matang serta mengering, kemudian panen dan simpan benih di tempat yang kering dan sejuk hingga waktu tanam berikutnya.
8. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menanam Cosmos di Pekarangan
1. Apakah bunga cosmos bisa ditanam langsung dari biji?
Ya, cosmos dapat ditanam langsung dari biji di tanah pekarangan maupun dalam pot. Benih sebaiknya ditanam dangkal dan ditutup tipis dengan tanah, kemudian media dijaga tetap lembap tanpa tergenang.
2. Berapa lama benih cosmos mulai berkecambah?
Benih cosmos umumnya mulai berkecambah dalam sekitar 7–21 hari, tergantung varietas dan kondisi lingkungan. Selama proses tersebut, media perlu dijaga tetap lembap dan bibit mendapatkan cahaya yang cukup setelah muncul.
3. Apakah cosmos membutuhkan banyak pupuk?
Cosmos umumnya tidak membutuhkan pemupukan rutin atau pupuk dalam jumlah banyak. Tanah dengan kesuburan rendah hingga sedang sudah dapat mendukung pertumbuhan, sedangkan pemupukan berlebihan, terutama nitrogen, dapat membuat pertumbuhan daun dan batang lebih dominan sehingga pembungaan kurang optimal.
4. Apakah tanaman cosmos perlu diberi ajir?
Ajir terutama diperlukan pada varietas cosmos yang tumbuh tinggi atau ditanam di lokasi yang sering terkena angin dan hujan lebat. Pasang ajir sebelum batang mulai rebah agar tanaman tetap tegak dan tidak mudah rusak.
5. Bagaimana cara mendapatkan benih cosmos untuk ditanam kembali?
Biarkan sebagian bunga yang sudah layu tetap berada di tanaman hingga kepala bunga dan bijinya matang serta mengering. Setelah kering, panen benih dan simpan di tempat yang kering dan sejuk hingga waktu penanaman berikutnya.
(kpl/rmt)
Advertisement
